- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Hukum Linier Penerbangan UFO

Erabaru.net. Pada artikel ini redaksi akan sajikan artikel bersambung tentang Resensi Buku: “Pengungkapan Kehidupan dari Luar Planet Bumi.”

Artikel akan kami tayangkan berseri. Dan artikel kali ini adalah bagian pertama, Resensi Buku: “Pengungkapan Kehidupan dari Luar Planet Bumi” (1). Semoga bermanfaat.

Jika memahami teori multi-dimensi, maka akan bisa memahami penerbangan UFO yang secepat kilat raib dan muncul lagi. Sebenarnya karena prinsip menembus ruang.

Seperti karya Xu Xiangdong, berjudul “Be careful! Aliens Are Around You” yang dirilis pada 2013, mengisahkan bahwa pada 1954 seorang akademisi sipil Prancis bernama Aimé Michel yang menemukan “Hukum Linier UFO”.

Dijelaskan ketika seorang saksi mata melihat benda terbang asing, yang lenyap seketika, lalu muncul tiba-tiba, tapi panampakannya selalu berada pada satu garis lurus, dan disebut “Orthoténie (Hukum Linier Aimé Michel)”.

Selama September hingga Oktober 1954, Benua Eropa dilanda demam benda terbang asing yang kerap bermunculan.

Perkiraan konservatif sedikitnya sebanyak 40.000 orang telah menyaksikannya.

Aimé Michel setelah mendapat inspirasi, mengumpulkan informasi dari berbagai daerah, memilah berbagai peristiwa yang disaksikan warga, lalu merangkumnya dan memetakannya di sebuah peta, serta ditemukan sesuatu yang di luar dugaan.

Aimé Michel mendapati, jika kejadian selama 24 jam dikumpulkan dan dipetakan di atas peta, akan didapati jika semua titik kemunculan itu dihubungkan ternyata membentuk sebuah garis lurus.

Pada 1958, Aimé Michel pun menulis dua buku jilid satu dan dua berjudul “Flying Saucers and the Straight-Line Mystery”, yang kemudian menguatkan posisi seniornya dalam penelitian benda terbang tak dikenal.

Benda terbang berpindah dari posisi A ke posisi B, jarak terpendeknya tentu saja garis lurus.

Akan tetapi di luar nalar manusia adalah, pada garis lurus ini, mungkin waktu kemunculan paling awal adalah di ujung selatan, lalu di ujung utara, dan terakhir mendekati titik di sebelah utara.

Namun ketika semua titik itu disambung, ternyata adalah “satu garis lurus”.

UFO yang terlihat oleh warga juga tidak selalu benda yang sama.

Mungkin ada yang berbentuk cerutu, bentuk piring, dan lain-lain, ukuran besar kecil, bentuk dan jumlah yang berbeda.

Hukum linier arah terbang UFO ini menjelaskan mereka sangat fasih menguasai dan mengendalikan dimensi waktu dan ruang

Teori Piring Terbang Mahluk Angkasa Luar

Mengenai metode benda terbang milik mahluk angkasa luar yang menembus dimensi ruang dan waktu, sudah ada kejadian dimana mahluk angkasa luar menampakkan diri dan memberikan penjelasan.

[1]
Ilustrasi. (Internet)

Ada seseorang yang menyatakan dirinya berasal dari Planet Venus.

Sejak lahir di Venus sampai sekarang, usianya yang sebenarnya sudah melebihi 300 tahun.

Ia adalah seorang wanita bernama Omnec, yang mengatakan dirinya datang ke bumi membawa misi khusus.

Waktu itu dirinya yang tidak memiliki tubuh fisik berada di benda terbang. Pada 1955 dia berdiam di tubuh seorang anak perempuan berusia 7 tahun bernama Sheila yang telah mengalami kecelakaan lalu lintas dan arwahnya meninggalkan jasadnya.

Ia  lalu menjalani kehidupan seperti manusia biasa pada umumnya, disusul menjadi ibu dari tiga orang anak, pernah bekerja sebagai pelayan, petugas kasir, dan juga perancang busana.

Pada Mei 1991, Omnec menghadiri “World UFO Conference” di Chicago, lalu mengungkap identitasnya yang sesungguhnya dan melontarkan bahasa yang mengejutkan.

Teknologi angkasa luar yang dipaparkannya, banyak yang telah dibuktikan dengan penelitian oleh para ilmuwan dengan distorsi ruang dan waktu dan teori superstring, serta mengungkap cadar misteri bagi kita.

“Mahluk angkasa luar asal Venus” yang bernama Omnec itu saat berbicara soal “teori piring terbang” tersebut mengatakan, “Banyak orang pernah memotret benda terbang dari planet lain, semuanya memiliki struktur yang sangat mirip. Sebagian besar, hampir semuanya menggunakan sistem kendali jarak jauh dan terbang dengan energi magnetik. Kami juga bisa mengubah energi surya menjadi energi magnetik, dengan sejenis kristal yang ditambang di bulan untuk membalut kubah pesawat kami, lalu ada sebuah tiang magnetik di tengah pesawat, kami bisa menciptakan medan magnet kami sendiri.”

[2]
“Mahluk angkasa luar asal Venus” yang bernama Omnec menghadiri “World UFO Conference” di Chicago di bulan Mei 1991, lalu mengungkap identitasnya yang sesungguhnya dan melontarkan bahasa yang mengejutkan. (Internet)

Di atmosfir terdapat tiga macam gelombang magnet, pesawat kami selalu terbang pada band gelombang tengah.

Oleh karena itu mengapa mereka terbang seperti ini, naik ke atas, lalu terbang datar, karena mereka terbang pada band gelombang tengah yang paling kuat, mereka bisa terus menaikkan ketinggian.

Seiring dengan meningkatnya frekuensi, getarannya pun melampaui kemampuan visual manusia, menghilang dari pandangan manusia, seolah siluman seperti tak terlihat.

Walaupun mereka berada di sana, tapi Anda tidak akan bisa melihatnya, karena kecepatan getaran mereka begitu pesat.

Seperti bilah pada sebuah kipas angin, begitu cepatnya putaran bilah kipas sampai Anda bisa melihat benda yang ada di baliknya.

Anda berkata, “Saya bisa melihat sampai ke belakangnya? Karena gerakannya begitu cepat, itu adalah rasio kecepatan getaran yang berbeda.”

“Kami dapat bepergian pada dimensi waktu, dari satu dimensi ke dimensi lain, atau bepergian antar ruang.” Karena informasi mahluk angkasa luar sangat banyak, mengenai teknik misterius piring terbang yang datang dan pergi begitu bebasnya, tidak hanya setiap pakar memiliki pandangan yang berbeda, juga sejak dulu telah menjadi “rahasia umum” di internet. (chen songling/sud/whs/rp)

BERSAMBUNG