Erabaru.net. Di Korea Selatan ada seekor Malamut Alaska (Salah satu ras anjing bertubuh besar yang berasal dari Alaska) yang diberi nama “Jenderal”.

Karena tak ada yang merawat dan dianggap anjing liar, maka akan disuntik mati. Namun dua jam menjelang eksekusi, ia tetap tak lupa untuk membantu sesamanya, dan karena itu jugalah nasibnya pun berubah.

Nama “Jenderal” ini diambil dari pengalamannya yang menyedihkan. Satu bulan yang lalu, ia diikat oleh seorang pria di atas sebuah pohon kemudian dipukuli.

Kebetulan saat itu penyiksaan yang dilakukan pria tersebut dilihat oleh seorang pejalan kaki, lalu segera melaporkannya ke kantor polisi, sehingga anjing itu pun selamat dari siksaan.

Namun, karena dipukul secara brutal, anjing ini mengalami luka memar, bukan hanya kepalanya dipukul hingga berlubang, bahkan hidungnya juga terus mengucurkan darah.

Kepala anjing bernama “Jenderal” ini tampak berlubang akibat pukulan

Dalam upaya penyelamatan oleh petugas perlindungan hewan yang membawanya ke rumah sakit, sang “Jenderal” tidak menggonggong sedikit pun karena lukanya, tapi ia memandang keluar jendela dengan tenang.

Hingga akhirnya ia pun lolos dari maut, sikapnya yang tenang dan tegar itu membuatnya mendapat julukan “Jenderal”.

Setelah pulih, “Jenderal” dikirim ke tempat penampungan, tapi dia akan disuntik mati jika dalam waktu 30 hari, tidak ada yang datang untuk memeliharanya.

29 hari kemudian, tidak ada juga yang datang untuk membawanya pulang ke rumah dan tuannya yang baru.

Pada hari terakhir, seperti biasa, “Jenderal” menikmati makanan yang disediakan.

Sang “Jenderal” yang terluka parah ini hanya memandang dengan tenang

Ketika Jenderal melihat seekor anjing putih yang tampaknya susah bergerak, tak disangka ia membawa mangkuk makanan dengan cara menggigitnya, kemudian memberi makanan terakhir itu kepada anjing putih tersebut.

Sang “Jenderal” menggigit mangkuk makanan itu dan sedikit memiringkannya, agar temannya bisa menundukkan kepalanya ke dalam mangkuk, dan menyantap sisa makanan yang ada.

Pemandangan ini menggugah hati orang-orang yang melihatnya. Tapi berapa banyak orang yang tahu dengan kegetiran dibalik foto tersebut ?

Dua jam lagi, jika tidak ada keluarga atau seseorang yang bersedia merawatnya, maka ia akan segera disuntik mati.

Mungkin karena menjelang kematiannya dan masih peduli terhadap sesamanya itu membuat haru Sang Pencipta, sehingga kurang dari 30 menit sebelum disuntik mati, seorang pria paruh baya muncul bersama kursi rodanya ke tempat penampungan itu dan mengatakan akan merawat si “Jenderal”.

Kini, “jenderal” hidup sehat dan bahagia bersama dengan tuan dan anggota keluarga barunya.

Mungkin inilah yang dinamakan kesengsaraan membawa nikmat.

Si Jenderal yang sebelumnya hampir tewas diikat dan disiksa, kemudian lolos lagi dari jarum maut dan akhirnya bertemu dengan pria kursi roda yang mungkin dikirimkan Tuhan untuknya.

Semoga setiap kebaikan yang sekilas terlintas dalam pikiran selalu diberkati Tuhan. (jhn/yant)

Sumber: beautieslife

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular