Erabaru.net. Sebuah kejadian nyata di rumah sakit Harbin, Tiongkok, seseorang perempuan sambil menjinjing sekantong penuh dengan uang tunai, seorang penderita kanker stadium akhir memohon dokter menolongnya, berapa pun biayanya akan ia diberikan.

Namun, dokter mengatakan tak bisa menolong untuk menyembuhkan, mendengar keterangan itu, pasien perempuan ini pun seketika emosi lalu menghamburkan uangnya di atas lantai koridor rumah sakit tersebut.

Uang yang dihamburkan wanita tersebut berceceran di lantai koridor rumah sakit

Ia berteriak “Untuk apa punya uang, uang untuk apa???”

Apa yang Anda rasakan melihat pemandangan ini dan apa yang terlintas dalam benak Anda ???

Hidup bagaikan satu tiket sekali perjalanan, tidak ada perjalanan pulang kembali.

Bagaimana melewati/mengisi hari-hari Anda seumur hidup yang singkat ini ? Yang dilewati itu bukan kuantitas tapi kualitas (hidup).

Uang tidak bisa membeli kesehatan, uang tidak bisa membeli waktu, dan uang juga tidak bisa membeli kehidupan.

Kejadian nyata dari pasien di atas membuat orang merenung….Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan kekayaan terbesar Anda sebenarnya adalah Kesehatan bukan meteri yang melimpah!

Kesehatan lebih penting daripada harta

Ilustrasi.

Jika Anda menderita penyakit ringan selama seminggu, akan Anda rasakan uang menjadi tidak penting, keluarga dan kesehatan yang paling penting;

Jika Anda menderita penyakit serius selama sebulan, akan Anda rasakan uang sangat penting, kesehatan dan keluarga sangat-sangat penting;

Jika Anda menderita penyakit serius selama enam bulan, diperkirakan Anda akan rela meninggalkan semua uang, reputasi dan kepentingan sesaat Anda untuk menukar dengan sesuatu yang anda anggap penting.

Sayangnya, sebagian besar orang-orang di dunia ini selalu “lupa dengan sakitnya setelah sembuh dari bekas luka, termasuk engkau dan juga aku !!”

Jadi, ketika melihat/menyimak sepotong kata ini, semakin kita sadari bahwa hal yang paling penting dalam hidup ini adalah….KESEHATAN !

Tanpa adanya kesehatan, segala yang Anda miliki itu semua menjadi tak berarti, saya rasa banyak yang tahu dengan logika ini.

Terkadang kalau direnungkan betapa rapuhnya hidup ini saat menghadapi situasi antara hidup dan mati. Banyak yang dijual di dunia ini, hanya obat penyesalan yang tidak ada.

Saat lelah merampas kesehatan atau bahkan nyawa Anda, dan ketika jarum jam hampir menunjuk ke titik nol, dimana ketika Anda ingin kembali lagi ke jalan yang sehat, maaf, hidup ini tidak menjual tiket pulang kembali.

Sayangi dan manjakan diri sendiri di kala sehat, sayangi dan beri perhatian pada orang-orang terdekat Anda dengan kesehatan.

Ada satu cerita seperti ini : Seorang bos muda usia empat puluh-an yang kaya raya, dimana karena kelelahan ekstrim, ia membayar di muka untuk hidup sehatnya, bergumul dengan momok penyakit di ranjang pasien, sulit untuk bisa bangkit kembali.

Ia bekerja keras tanpa kenal waktu, punya aset triliunan, bisa dikata ia sosok orang yang selalu dilimpahi dengan rezeki, kaya dan berpengaruh. Tapi sekarang terbaring lemah di ranjang pasien dan untuk sekadar bicara saja sangat menguras tenaga.

Karena merasa hari-harinya tidak banyak lagi di dunia, kata-kata yang diucapkannya pun sangat mengejutkan : “Sekarang saya merasa iri melihat para penyapu jalanan yang bangun pagi.”

Yaa…bos muda ini membeli uang dengan kesehatannya (bekerja keras mengumpulkan uang tanpa kenal lelah) . Ketika hidupnya berada di ujung tanduk, meski punya uang segunung dan harta yang tak terhitung, tapi momok penyakit tidak kenal dengan semua itu.

Orang yang kehilangan kesehatannya, baru sadar betapa penting dan berharganya kesehatan itu setelah jatuh sakit.

Kesehatan nomor satu lainnya nol, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk kesehatan ?

Ilustrasi.

Ahli imunologi terkemuka Tiongkok, Dr Feng Lida (almarhumah-red) mengatakan : “Kesehatan nomor satu, lainnya seperti karier, kekayaan, perkawinan, ketenaran dan sebagainya adalah 0 (Nol) di belakang.”

Hanya dengan adanya 1 (satu), lainnya yang tak bernilai (0), itu baru berharga! Atau dengan kata lain segalanya tidak ada tanpa adanya kesehatan!

Bagi mereka yang miskin selalu merasa ada uang baru bahagia, jadi mereka pun mengorbankan kesehatannya bekerja keras tanpa mengenal lelah hanya untuk mengumpulkan lembaran demi lembaran kertas (uang), tapi benarkah menjadi orang kaya itu benar-benar bahagia ?

Ma Yun atau Jack Ma pernah berkata : “Kekhawatiran kita yang begitu keras dengan banting tulang mencari uang, namun, pada akhirnya yang akan kita beli dari semua uang yang kita kumpulkan dengan susah payah itu adalah biaya rumah sakit.”

Kekhawatiran Jack Ma bukannya tidak beralasan, coba lihat saja beberapa daftar nama tokoh berikut ini :

Wu Zheng, mantan pemimpin redaksi Phoenix, mantan COO Blockbuster, meninggal pada usia 39 tahun yang tergolong masih muda karena serangan jantung mendadak.

Steve Jobs, salah satu pendiri dan mantan CEO Apple Corps, meninggal pada usia 56 tahun karena kanker pankreas dan penyakit lainnya.

Wang Qinglai, Direktur Tongyu Group ( Holding ) Co.,Ltd yang berbasis di Nanyang, Tiongkok, memiliki asset Triliunan, namun meninggal karena pendarahan otak di usia yang tergolong masih muda, 43 tahuhn.

Wang Xiaodong, wakil sekretaris Beijing Radio & Television Network, presiden stasiun TV merangkap sekretaris Beijing Broadcasting Network, meninggal karena kanker hati pada usia 51 tahun

Li Ming, direktur Beijing Galloping Horse Media Co., Ltd, meninggal pada usia 47 tahun karena infark miokard, dan tokoh-tokoh ternama yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Ilustrasi

Mengejutkan! Apakah mereka tidak punya uang untuk berobat ?

Asal tahu saja, orang-orang ini adalah tokoh terpandang, mampu dirawat inap di rumah sakit terbaik, mampu mengundang dokter-dokter terbaik dari penjuru dunia, dan perawatan medis terbaik serta obat-obatan terbaik dunia, tapi tetap saja tidak bisa menyelamatkan nyawa mereka.

Di hadapan penyakit, semuanya sama, tidak ada istilah kaya atau miskin, hina maupun mulia.

Jadi, mencari uang (bekerja) itu memang penting, tetapi jangan korbankan kesehatan sebagai taruhannya.

Cobalah luangkan sedikit waktu setiap hari, latihan/olahraga ringan, santai (istirahat) sejenak, selalu menjaga suasana hati tetap ceria, bersenang-senang sejenak bersama keluarga dan sebagainya, semua ini adalah yang paling dasar yang dapat kita lakukan, adalah gaya hidup sehat yang sangat berguna.

Detik ini tidak merawat kesehatan sendiri, maka esok Anda yang memelihara dokter—-Berapa banyak sudah uang yang Anda keluarkan untuk kesehatan ?

Ada yang rela menghabiskan uangnya untuk renovasi rumah, rela menggelontorkan uang hanya untuk sebuah tas LV-Louis Vuitton, rela menghabiskan jutaan rupiah untuk sebuah close coupled toilets, tetapi dalam seumur hidupnya, sangat sedikit berinvestasi untuk kesehatannya sendiri.

Harap camkan baik-baik kalimat berikut ini ! Setiap bait kata-katanya ini adalah fakta yang tak terbantahkan !

Ilustrasi.

1. 95% dari manusia-manusia di muka Bumi ini mati karena sakit, hanya 5% yang mati alami (sudah waktunya-usia senja), tapi sebagian besar kondisi orang meninggal itu karena sakit!

Ingat baik-baik, jangan pernah mengharapkan keberuntungan, jangan optimis secara membabi buta, asal tahu saja, orang-orang yang berbaring di ranjang rumah sakit hari ini punya pemikiran yang sama seperti kita kemarin.

2. Banyak orang yang enggan/ merasa sayang menanamkan uangnya untuk asuransi kesehatannya sendiri, tapi ada satu fakta yang harus kamu pahami :

Anggota keluarga (isteri/suami, anak-anak) dari 60% keluarga akan menjual asset keluarga bahkan berutang untuk membantumu membayar biaya rumah sakit hanya karena penyakitmu.

Sementara pada saat itu mungkin anda tidak menyadarinya, dan tidak tahu apa-apa, jadi dengan menyayangi (merawat kesehatan diri) diri sendiri itu sama dengan mengurangi beban pada keluarga!

3. Jika sekarang tidak mementingkan perawatan kesehatan diri, maka dipastikan besok (lain waktu) akan memelihara setumpukan dokter!

Tapi yang menyedihkan adalah Anda memelihara (membayar-uang) dokter juga sia-sia, dan yang paling menyedihkan adalah banyak orang yang tidak punya kesempatan memelihara dokter (kiasan untuk orang-orang tak berpunya membayar biaya dokter).

Asal tahu saja, kematian tidak akan pernah bisa ditunda lagi jika malaikat maut memerintahkan membawamu pergi/mencabut nyawamu detik itu juga.

4. Kenyataan yang tidak dipahami masyarakat : Sebanyak 80% orang akan menyerahkan semua simpanan uangnya ke rumah sakit pada saat meninggalkan dunia fana ini, dan pada akhirnya dengan perasaan berat (tidak rela) mereka tetap saja harus pindah ke dunia lain!

Hari ini Anda sehat, tapi tidak berarti besok tetap sehat, tidak berarti 10 tahun kemudian masih tetap fit seperti sekarang, proses perubahan kuantitatif ke kualitatif mungkin tidak begitu menyakitkan, karena itu, penting sekali kiranya membangun kesadaran perawatan kesehatan !

5. Mereka yang tahu bagaimana mencintai/menyayangi (memanjakan diri) dirinya sendiri itu adalah orang yang paling layak dicintai!

Mencintai diri sendiri adalah tidak membiarkan orang yang mencintaimu itu selalu cemas dan was-was karena dirimu!

Berapa lama Anda bisa hidup di dunia ? Semuanya tergantung dari gaya hidup Anda sendiri !

Berapa lama sebenarnya usia hidup seseorang ?

Sejak dahulu kala hingga sekarang, para ilmuwan terus berusaha menemukan rahasia umur panjang. Tetapi berapa lama Anda bisa hidup di dunia ? Kuncinya terletak pada individu masing-masing.

Faktor yang mempengaruhi harapan hidup seseorang antara lain:

Ilustrasi.

Gaya hidup dan faktor perilaku menduduki 60%

Termasuk perilaku sehat sehari-hari, perilaku perawatan kesehatan, menyingkirkan kebiasaan buruk, pengobatan yang wajar dan sebagainya.

Faktor lingkungan menduduki 17%

Termasuk lingkungan sosial, lingkungan alam. Lingkungan sosial termasuk sistem sosial, hukum, ekonomi dan sebagainya. Lingkungan alam yakni sistem ekosistem, termasuk geologi, meteorologi, permukaan laut, polusi dan sebagainya.

Faktor pelayanan kesehatan menduduki 8%

Hal ini mengacu pada fasilitas kesehatan sosial dan sistem serta penggunaannya, termasuk medis, pencegahan, rehabilitasi dan layanan dari suatu badan kesehatan lainnya.

Faktor biologis menduduki 15%

Misalnya, faktor genetik. Jika gaya hidup Anda buruk, maka gen yang baik juga akan menjadi sia-sia.

Ingin hidup sehat dan lebih lama, terutama mengandalkan pada nutrisi yang tepat-seimbang, aktif secara fisik (olahraga), tidur cukup, tidak merokok tidak menenggak minuman keras, tidak sembarangan minum obat-obatan bebas.

Kesalahan terbesar dalam hidup manusia adalah menukar kesehatan dengan harta duniawi. Tidak ada segala apa pun di dunia ini yang bisa dibandingkan dengan kesehatan. Kesehatan bukan yang pertama, tetapi satu-satunya!(jhn/yant)

Sumber: kknews.cc

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular