Erabaru.net. Dalam sebuah kecelakaan mobil yang menimpanya, mengakibatkan tubuh bagian bawahnya lumpuh. Dengan alasan mau ke pasar, teganya sang istri pergi meninggalkan dirinya berserta keempat anaknya, dan tak pernah kembali lagi.

Jika bukan karena kecelakaan itu, istri, anak-anak dan ibunya sekarang pasti hidup bahagia bersama.

Suatu hari, istrinya yang sudah tak tahan dengan kehidupan sehari-hari, dengan alasan mau membeli sayur di pasar, dia pergi dan tak kembali lagi . Meninggalkan dirinya yang lumpuh dan empat anak-anak, serta seorang ibu (mertua) yang sudah tua.

Lee (samaran) yang masih lumpuh, sama sekali tidak mampu lagi memikul beban hidup keluarga, meski terkadang sudah pasrah dan ingin sekali melakukan hal-hal bodoh, tapi begitu membayangkan anak-anaknya, Lee pun terpaksa harus tegar menghadapi cobaan dalam hidupnya.

Setiap saat melihat foto pernikahan, air matanya berlinang. Ketika seseorang mencoba bertanya apakah membenci istrinya yang meninggalkannya ketika terpuruk.

Pria ini dengan sedih mengatakan, “Masyarakat sekarang semakin realistis, saat ditimpa bencana, perasaan cinta suami-istri pun luntur tak sanggup menghadapi cobaan. Saya tidak membencinya, dia akan ikut menderita jika terus hidup bersama saya dengan kondisi seperti ini.”

Karena kondisinya, rutinitas sehari-hari Lee sekarang hanya bergantung pada ibunya yang sudah tua, seperti turun naik ranjang, memapahnya ke toilet, berjemur sinar matahari.

Bayangkan betapa melelahkannya bagi seorang ibu yang sudah senja ini, setiap hari harus memapah seorang pria sekitar 70 kg beratnya.

Dari keempat anaknya, terkadang putri sulung yang lebih memahami kondisi keluarga membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, merawat ayahnya.

Melihat semua itu, Lee merasa harus bisa bangkit kembali. Untungnya, berkat usaha kerasnya, yang selalu mencoba menggerakkan kaki, perlahan-lahan dia sudah bisa merasakan reaksi kakinya, dan Lee bersumpah bagaimana pun juga harus bisa berdiri lagi, untuk menghidupi seluruh keluarganya.

Namun sekarang tugas untuk merawat Lee berada di pundak ibunya, setiap saat memapah Lee ke ranjang. Ibunya yang sudah tua dengan tenaga yang tidak seberapa itu butuh waktu puluhan menit baru bisa menaikkan anaknya ke atas ranjang.

Melihat keempat anak dan ibunya di rumah, Lee dengan tekad yang kuat, setiap hari berlatih berdiri dan berjalan, dengan harapan ada keajaiban dan bisa berdiri lagi. Keluarga ini membutuhkannya, dia ingin menopang hidup untuk ibu dan anak-anaknya.

Dengan berpegangan di kedua dua sisi tiang besi, Lee belajar berjalan pelan-pelan.

Anaknya yang lebih besar tampaknya jauh lebih memahami dengan kondisi yang dialami ayah dan keluarganya, ia membantu neneknya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ia berharap kaki ayahnya cepat sembuh, inilah harapan terbesarnya.

Lee memiliki empat anak dari pernikahan selama 10 tahun, putri sulung berusia 9 tahun, kelas empat SD, sementara putri kedua dan ketiga adalah sepasang anak kembar berusia 5 tahun, dan terakhir adalah putra bungsunya yang baru berusia 2 tahun.

Lee tampak menyunggingkan senyum melihat anak-anaknya yang tidak merepotkan dan bisa memahami dengan kondisi keluarga.

Dan sekali lagi Lee bersumpah harus bisa bangkit kembali seperti sedia kala. Agar bisa menjadi tempat bernaung bagi anak-anaknya.

Kondisi ekonomi keluarga benar-benar memperihatinkan, empat anak-anaknya tidak memiliki satu pun mainan yang layak.

Empat bersaudara ini kerap memungut daun sayuran dan kaleng kosong yang dibuang sebagai alat mainan mereka.

Sekarang, dengan adanya alat bantu, perlahan-lahn Lee sudah bisa bergerak pelan-pelan.

Dia hanya berharap dirinya bisa segera bangkit kembali, menopang dan membentuk kembali keluarganya yang terombang-ambing ini.(jhn/yant)

Sumber: ifuun.com

Share

Video Popular