- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Pada Malam Kematian Sang Ayah, Putranya Bermimpi Sekawanan Rubah Mengangkat Peti Mati! Tak Disangka Tiga Hari Kemudian Terjadilah Hal Mengerikan

Erabaru.net. Sosok Mr. Yuan tergolong keluarga kaya raya pada sebua kota di Tiongkok. Sejarah keluarga Mr.Yuan juga sangat menakjubkan.

Saat Mr.Yuan masih seorang pegawai rendahan, kebetulan ia mendapat perhatian dari pemilik toko.

Lalu sang juragan meminjamkan sejumlah uang kepada Yuan, dan berkat upaya kerasnya, Mr.Yuan berhasil meraih sukses besarnya di kota. Sejak itu menjadi pedagang besar, usahanya pun berjalan lancar.

Tapi hari itu, putra Mr. Yuan yakni Tian Kong tiba-tiba mendengar ayahnya membeli sejumlah perhiasan emas dan perak.

Namun, tak disangka dijarah oleh kawanan penyamun di tengah perjalanan ke kota, dan kehilangan nyawanya.

[1]Kabar mengenai kematian Mr.Yuan membuat Tian Kong, putranya tertegun sektika dan meratap pilu. Ia pun bergegas ke kota menunggang kudanya.

Di tengah perjalanan, Tian Kong sempat istirahat sejenak saking lelahnya dan tertidur, dalam tidurnya itu ia memimpikan sesuatu yang aneh.

Ia merasa asing dengan pemandangan dalam mimpinya, ia hanya melihat sebuah kuil reyot, satu peti mati. Tapi pemandangan dalam mimpinya sangat berkesan dalam benaknya, seakan-akan pernah ke tempat itu.

Sejak saat itu, ia melihat banyak rubah putih di pegunungan, rubah-rubah itu tampak memanggul peti mati di dalam kuil. Tapi entah kenapa peti mati itu jatuh ke tanah, dan setumpukan perhiasan pun berjatuhan di atas tanah.

Begitu terbangun dari mimpinya, Tian Kong pun bertanya-tanya di mana kudanya, dan ia baru sadar sudah sampai di kota/kabupaten Lin.

Tian Kong pun segera ke kantor pemerintah melihat ayhanya yang telah meninggal, dan tiba-tiba saja ia menjadi gelisah.

Salah satu petugas mengatakan : “Ayahmu dibunuh oleh gerombolan bandit, sekarang siap menangkap tersangkanya, dan dipastikan tak lama lagi pelakunya akan segera tertangkap.”

Ketika Tian Kong membawa pulang jenazah ayahnya, kebetulan turun hujan lebat dan melalui jalan pegunungan yang terjal.

Tian Kong meminta kusir mempercepat laju kudanya, agar bisa secepatnya memakamkan ayahnya.

Kusirnya tahu betul tuan mudanya sangat cemas, lalu memilih jalan setapak yang sudah jarang dilalui orang.

Entah sudah berapa jauh perjalanan mereka, Tian Kong secara tidak sengaja melihat sebuah kuil reyot, kuil itu persis seperti yang dilihatnya dalam mimpi.

Begitu teringat dengan mimpinya, Tian Kong pun bergegas turun dari kereta kudanya, ingin melihat-lihat kuil itu.

Kuil reyot itu terletak jauh di daerah terpencil, sangat jarang ada yang datang, di sekelilingnya ditumbuhi dengan rumput-rumput liar.

Saat masuk ke dalam kuil reyot, ternyata memang ada sebuah peti mati, untuk sesaat Tian Kong tertegun, dan samar-samar ia merasa pernah ke tempat itu.

[2]Perlahan-lahan Tian Kong membuka tutup peti mati, dan ia tertegun melihat banyak perhiasan emas dan perak di dalamnya, karena semua itu adalah perhiasan yang dibeli ayahnya.

Semuanya terlalu tiba-tiba, Tian Kong pun segera menyuruh kusirnya melapor ke pejabat berwenang..

Petugas tiba di lokasi, melihat-lihat kuil reyot, lalu perhiasan emas dan perak, kemudian menyimpulkan bahwa sekawanan bandit itu tahu betul semua jalan umum telah diblokir oleh pemerintah.

Harta benda sulit dibawa serta, jadi sengaja memilih tempat terpencil seperti itu untuk menyembunyikan jarahannya. Setelah agak longgar, dipastikan kawanan bandit itu akan kembali lagi untuk membawa keluar perhiasannya.

Lalu, hakim memerintahkan menarik blokade, dan memerintahkan petugas berjaga-jaga di di sekitar kuil.

Kurang dari dua hari kemudian, akhirnya lima kawanan bandit itu pun ditangkap, dan mereka mengakui semua yang dilakukannya.

Tiga hari kemudian, kebenaran akhirnya terungkap, pelaku utamanya tertangkap.

Setelah peristiwa itu, Tian Kong tiba-tiba teringat dengan peristiwa di masa lalu yang pernah diceritakan nyonya Liu, ibunya.

Ternyata, ketika Mr.Yuan masih muda, ia pernah berburu seekor rubah putih yang sedang hamil, tapi karena kasihan, ia pun melepaskannya.

[3]

Nyonya Liu menduga, mungkin rubah putih itu datang dalam mimpi sebagai bentuk balas budinya pada keluarga Mr.Yuan. (joni/asr)

Sumber : Coco01.net

Video Rekomendasi: