Erabaru.net. Mengenai robot yang bisa mengendalikan manusia, robot mungkin tidak bisa dikendalikan oleh manusia, baru-baru ini ada tren yang baru dan menakutkan.

Para peneliti facebook menemukan, program kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) bisa menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh komputer dan tidak dimengerti oleh manusia untuk melakukan dialog antar sesama komputer.

Karena program ini bisa membentuk bahasanya sendiri, sehingga para peneliti facebook akhirnya menutup program bahasa AI ini.

Para peneliti menyadari, hal yang sangat menakutkan adalah, ternyata program AI ini bisa menciptakan bahasa baru yang bukan bahasa Inggris, melainkan kode yang hanya bisa dikenali oleh komputer sendiri.

Ini adalah peristiwa yang terungkap pada Juli lalu.

Atas peristiwa ini, pendiri perusahaan otomotif Tesla yakni Elon Musk telah mengeluarkan peringatan terhadap AI.

Kepada para kepala negara bagian di AS Musk mengatakan, harus secara aktif dan gigih melakukan kendali dan pengawasan terhadap AI.

Ia bahkan mencemaskan, ketika manusia benar-benar membutuhkan kendali atas AI, mungkin pada saat itu sudah terlambat.

Walau demikian, laboratorium Open AI milik Musk sendiri juga telah berhasil membiarkan robot AI mengembangkan bahasanya sendiri.

Banyak orang dengan senang hati menggunakan fungsi mesin penterjemah Google, yang sebenarnya selama menggunakannya manusia telah membantu Google menyempurnakan fungsi mesin penterjemahnya.

Namun tim layanan penterjemah Google mendapati bahwa, program AI mereka diam-diam bisa menulis sendiri bahasa robotnya, yang digunakan untuk membantu menterjemahka ka bahasa baru yang digunakan oleh mesin tersebut!

Ketika Google Translate kian hari kian luas dipergunakan, ketika manusia di berbagai penjuru dunia dengan bahasa yang berbeda bahkan konferensi internasional, semua menggunakan Google Translate, bukankah pemikiran, komunikasi, dan interaksi manusia akan dikendalikan oleh mesin dan kekuatan di balik mesin tersebut?

Yang patut diwaspadai adalah, sekarang ini manusia sama sekali tidak bisa menguasai lagi.

Saat ini, para produsen utama otomotif di seluruh dunia memiliki sikap dan cara penanganan yang berbeda atas “derajat otonomi” mobil tanpa awak ini.

Merek otomotif Audi di bawah panji Volkswagen telah merilis satu mobil tanpa awak tercanggih yang bisa berkendara di jalan raya, yang memiliki sistem yang memungkinkan pemilik mobil untuk tidak melihat jalan untuk jangka waktu lama.

Audi tipe baru A8 memungkinkan si pengemudi mobil dalam kondisi berkendara otomatis apabila mengalami kemacetan lalu lintas dan kecepatan mobil kurang dari 60 km/jam, dan si pengemudi bisa sama sekali tidak perlu menghiraukannya.

Mercedes Benz, Nissan, dan Audi mengambil sikap meningkatkan perlahan “derajat otonomi” mobil produknya, dan pada kondisi darurat hak kendali kendaraan baru dikembalikan pada pengemudi.

Sedangkan Ford dan Jaguar Land Rover lebih konservatif, menyatakan hanya saat teknologi “derajat otonomi” mobil bisa mengemudi pada segala kondisi, mobil produk mereka baru akan ditambahkan teknologi tersebut.

Presdir Ford yakni Bill Ford mengatakan, tuntutan teknologi untuk mobil tanpa awak tidak sulit untuk diwujudkan, namun masalah moralitas dan hukum adalah kesulitan terbesar.

Mengenai etika di era robot ini, penulis fiksi ilmiah AS bernama Asimov sejak dulu telah mengajukan tiga prinsip.

Pada 1950 Asimov telah menerbitkan kumpulan cerpen berjudul “I, Robots” disebutkan tentang “tiga prinsip utama robot”, yang kemudian dijuluki “Sepuluh Perintah Musa” bagi robot.

Prinsip pertama adalah robot tidak boleh melukai manusia, atau mengakibatkan manusia terluka akibat tidak melakukan apa pun.

Prinsip kedua kecuali melanggar prinsip pertama, robot harus selalu tunduk terhadap perintah manusia.

Prinsip ketiga dalam kondisi tidak melanggar prinsip pertama dan prinsip kedua, robot harus melindungi dirinya sendiri.

Tapi kemudian Asimov menambahkan prinsip ke-nol, yakni: robot tidak boleh melukai keseluruhan manusia, atau mengakibatkan seluruh umat manusia terluka akibat tidak melakukan apa pun.

Namun ketiga prinsip robot ini pun sulit untuk benar-benar dan secara sempurna menyelesaikan masalah relasi antara manusia dengan robot.

Di dalam salah satu cerita Asimov dalam “Robot and Empire”, seorang penjahat melakukan kejahatan berat dan harus dihukum mati.

 

Foto adalah mobil tanpa awak dari Mercedes Benz yang dipamerkan untuk pertama kalinya di Shanghai tahun 2015 pada Pameran Elektronik Konsumen Pertama Asia. (Getty Images)

Namun jika robot ada di lokasi dan melihatnya, maka robot akan melakukan prinsip pertama, yakni tidak boleh berpangku tangan melihat seorang manusia mungkin akan mati, maka robot akan “menyerang pengadilan” dan menyelamatkan penjahat itu, sehingga mengganggu ketertiban masyarakat manusia.

Share

Video Popular