Erabaru.net. Seorang mantan pecandu narkoba bernama Nasir Sobhani sering menghadapi masa-masa sulit setelah ia berusaha melepaskan diri dari jeratan narkoba.

Nasir memutuskan untuk memberikan sesuatu yang lebih baik kepada masyarakat setelah ia pulih dari kecanduannya akan narkoba.

Dia memutuskan untuk menjadi seorang tukang cukur bagi para tunawisma, yang pada gilirannya ini menjadi tujuan baru dalam hidupnya.

“Dulu saya adalah pecandu narkoba dan saya tidak peduli dengan orang lain. Sekarang setelah saya sadar, melayani orang lain adalah hal terbaik yang pernah saya rasakan. MendengarkanBerbagi suara yang tak pernah terdengar adalah obat baru saya. Saya suka menjadi Tukang Cukur Rambut Jalanan,” kata Nasir dalam perkenalan diri di situsnya.

Karena kecanduan narkoba saat berusia awal dua puluhan, kehidupan Nasir menjadi kacau balau, dan masa depannya tampak suram.

Dari mengonsumsi opium, pil sintetis hingga kokain, ia kecanduan segala sesuatu yang bisa memberinya kesenangan dan halusinasi tingkat tinggi.

Syukurlah, ibunya tidak terlalu keras terhadapnya setelah mengetahui bahwa anaknya terjerat narkoba. Ia justru membantunya menyadari bahwa dia berkewajiban untuk menyingkirkan kecanduannya akan narkoba sesegera mungkin.

Dia akhirnya memutuskan untuk masuk pusat rehabilitasi dan berhasil menaklukkan dirinya untuk menjauhi narkoba.

Menyadari bahwa ia membutuhkan sebuah tujuan baru dalam hidupnya, sesuatu yang bisa memberi makna pada keberadaannya, ia pun memutuskan untuk menjadi tukang cukur jalanan.

Ia kemudian memulai untuk berkeliling dan menawarkan potongan rambut gratis kepada para tunawisma.

Nasir tidak hanya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, namun juga memberi kepuasan maksimal dalam usahanya mendengarkan kisah hidup mereka dengan sabar, yang kemudian kisah tersebut bisa menginspirasinya untuk melanjutkan misi hidupnya yang baru.

Mark (28). “Dia tidak memiliki banyak teman. Dia sangat kesepian dan hanya ingin orang menunjukkan cinta kepadanya. Jika ada seseorang yang melakukan hal itu, maka dia akan menerimanya. ”

Chris (21). “Pada usia 11, ia mendapati dirinya merokok es dan akhirnya juga mengkonsumsi heroin. Tetapi ia merasa bahwa hidupnya akan sia-sia jika terus menerus mengkonsumsi itu. Maka dari itu, ia menemukan hidupnya kembali sebagai orang jalanan”

Ganesha (34). “Dia adalah orang yang bingung, rapuh, dan selalu sendirian, dia terpaksa tinggal di jalanan dalam kesengsaraannya. Dia sempat mencicipi heroin untuk menutupi rasa sakit yang ia alami karena patah hati.”

Rachel (28). “Dia benar-benar memiliki pendidikan yang sulit, karena itulah dia kabur dan menjalani hidupnya di jalanan. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia telah menggunakan heroin selama 15 tahun. Hati saya terkejut, apalagi saya mengetahui bahwa dia baru berusia 28 tahun. Jadi, dia sudah terjebak dengan obat-obatan terlarang sejak berumur 13 tahun”

Marcel (30 tahun-an). “Sejujurnya saya katakan bahwa tak seorang pun, menurut pengalaman saya, menemukan orang yang bersikap baik dan bermurah hati seperti Marcel. Dia memiliki 4 anak, dan ia sungguh seorang wanita yang kuat.”

Kevin (48). “Saya yakin beberapa orang akan mengira bahwa ia tinggal dijalanan karena masa lalunya, dimana ia pernah menjadi seorang pencuri. Tapi saya yakin padanya dan memberinya keuntungan dari keraguan tersebut. Dia adalah orang yang benar-benar baik, dan dia melakukan kebaikan tanpa pernah memperlihatkannya atau mengumumkan kepada orang lain. Cukup orang yang berhati tulus yang bisa merasakan kebaikannya”

Graham (33). “Dia berusia 33 tahun dan menderita cerebral palsy dan epilepsy. Dia dipaksa tinggal di jalanan karena dia ditelantarkan keluarganya.”

Jen (50). “Dia melihat ke cermin, menjabat tangan saya lalu memeluk saya, dan berkata ‘terima kasih, akhirnya penampilan saya bisa lebih baik dari sebelumnya.’ Dan saya sendiri merasa bahwa penampilannya sudah cukup baik sebelumnya. ”

Janko (40 tahun-an). “Dia mengatakan sesuatu yang sangat menarik. Dia berkata ‘Saya selalu merasa sendiri karena tidak ada yang mau mendengarkan atau memberi tahu saya apa yang harus dilakukan sehingga dia menutup dirinya sendiri dengan orang lain.’ Karena itu, ia berkata kalau saya mau minum, saya bisa mengajaknya. ”

Alasan dia memutuskan untuk memfokuskan usahanya kepada para tunawisma saja, Nasir memiliki jawaban yang sangat jelas :

“Seorang tunawisma tidak mendapatkan rasa hormat dan perhatian yang semestinya … Jadi membiarkan mereka tahu bahwa mereka juga sama seperti manusia lainnya, dan memperlakukan mereka, berinteraksi dengan mereka seperti manusia lainnya, sebenarnya adalah tujuan utama saya kesini,” katanya kepada Daily Mail .

“Mereka membantu saya melakukan sesuatu yang saya cintai. Dan sebagai gantinya, mereka mendapatkan penampilan baru yang lebih fresh,” ujarnya kepada The Sydney Morning Herald .

Kredit foto: Instagram | thestreetsbarber

 

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular