Erabaru.net. Seorang anak usia 10 Tahun dari Massachusetts, AS, menghabiskan waktu liburan musim panasnya dengan cara yang berbeda. Dia memulai sebuah proyek mulia, yakni dengan memberi makan 300 orang dan dipuji karena memiliki “hati yang mulia” dan sikap “tanpa pamrih”.

Pada bulan Juni lalu, Scott Hannon didekati oleh putranya yang berusia 10 tahun, Liam, yang ingin melakukan pengabdian pada masyarakat saat libur sekolah.

Duo ini kemudian bersama menyiapkan makan siang untuk para tunawisma dan proyek tersebut bernama “Liam’s Lunches of Love”.

Dalam waktu dua bulan, dengan bantuan ayahnya, Liam memberi 300 makan siang buatan sendiri kepada para tunawisma yang ia temui di jalanan.

(Sumber: Screenshot ABC News)

“Itu membuat saya sangat bangga sebagai ayah. Ditambah lagi, itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan yang bisa kita lakukan bersama sebagai ayah dan anak, bersama istri dan bayi saya juga. Saya pun menyadari bahwa Liam memiliki hati yang sangat mulia atas inisiatifnya tersebut, “kata Hannon kepada ABC News.

Rencananya, Liam akan menyiapkan 20 makan siang per minggu. Sedangkan ayahnya dan adik perempuannya yang berusia 1 tahun, Charlie, akan bergabung dengannya untuk membagikan sandwich selai kacang mentega dan air kemasan botol.

Jumlah makan siang yang mereka buat pun meningkat menjadi 60, setelah Hannon meluncurkan halaman GoFundMe untuk mengumpulkan dana guna mendukung dan merealisasikan ide mulia yang digagas Liam.

(Sumber: Screenshot ABC News)

Liam, akan membagikan makanan tersebut langsung ke orang-orang, dan menyapa setiap orang.

Ia berkata, “Salah satu dari orang-orang yang kita bantu sebenarnya sangat baik dan hanya bisa menggunakan sedikit kebaikan dalam hidup mereka. Kami benar-benar membutuhkan lebih banyak relawan sehingga kami bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengobrol dengan mereka. Rasanya enak sekali bisa membantu sesama.”

Selain membagikan makan siang, Liam dan ayahnya juga bekerja di Pusat Bantuan Keluarga Mandiri Hilderand di Cambridge. Mereka membantu mengumpulkan perlengkapan sekolah yang dialokasikan untuk lebih dari 400 anak tunawisma.

(Sumber: Screenshot ABC News)

Krystle Kelly, direktur pengembangan pusat bantuan tersebut, ikut bersama Liam untuk membagikan makan siangnya, berkata, “Apa yang Scott dan Liam lakukan adalah benar-benar mulia. Mereka tetap menghargai mereka (para tunawism) dan memberi rasa hormat dan kebaikan dalam keadaan mereka yang sulit. Ini adalah pertama kalinya saya melihat orang yang mengakui kehadiran dan kebaikan mereka.”

(Sumber: Screenshot ABC News)

“Apalagi, yang membuat saya kagum adalah, ada seorang anak berusia 10 tahun yang bisa bersikap tidak mementingkan diri sendiri, tidak seperti teman sebayanya yang mungkin tak pernah memikirkan hal itu. Ini sungguh menakjubkan,” tambahnya.

Walaupun libur musim panas akan berakhir, Hannon mengatakan bahwa Liam berharap untuk bisa terus membagikan makan siang kepada para tuwanisma setiap hari Sabtu.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular