Erabaru.net. Pada budaya Afrika, burung enggang tanah selatan dianggap sebagai hewan suci. Sayangnya, kini spesies rentan ini semakin terancam punah, dan sekarang sedang dibesarkan dalam sebuah penangkaran untuk mencegah jumlah mereka yang terus menurun.

Menurut IUCN , “populasi burung enggang tanah selatan di Afrika Selatan pada tahun 1992 telah diperkirakan berjumlah 1.400 spesies dewasa. Diperkirakan, jumlah spesies ini mengalami penurunan sebesar 50 persen dibandingkan dengan jumlah populasi sebelumnya.”

Dengan demikian, Lucy Kemp, wanita yang memimpin Proyek Mabula Ground Hornbill, telah bekerja dengan timnya untuk menyelamatkan spesies tersebut sejak tahun 1999.

“Saya ingin menghentikan burung enggang tanah selatan menghilang dari bentang alam kita,” kata Lucy.

Hilangnya habitat akibat hilangnya jumlah hutan di Afrika akibat dialihfungsikan menjadi lahan pertanian, peternakan, penebangan pohon, serta mereka juga terkena sengatan listrik, yang tentunya menyebabkan kerugian drastis terhadap jumlah populasi burung enggang tanah selatan.

© Facebook | Mabula Ground Hornbill Project

“Jika kita terus berkomunikasi dan menciptakan kesadaran terhadap masyarakat, maka mereka juga akan menyadari betapa berbahayanya keberlangsungan hidup spesies ini,” kata Lucy, yang saat ini menyelesaikan gelar Ph.D. tentang spesies ini juga.

© Facebook | Mabula Ground Hornbill Project

Sedikit informasi tentang burung enggang tanah selatan:

Dalam budaya Afrika, tindakan membunuh burung enggang tanah selatan adalah perbuatan dosa dan pantas dihukum, karena burung tersebut diyakini memiliki konotasi spiritual yang menguntungkan.

Dikenal sebagai burung hujan atau burung guntur, secara kultural mereka sama pentingnya dengan badak badak putih dan spesies burung nasar lainnya di Afrika.

Facebook | Mabula Ground Hornbill Project

Pernahkah Anda melihat bulu matanya yang hampir antropomorfis? Mereka adalah satu-satunya burung yang memilik bulu mata. Burung enggang tanah selatan juga merupakan spesies terbesar dari spesies sejenisnya.

Burung-burung yang mengesankan ini biasanya hanya bertelur tiga butir telur sekaligus. Di alam liar, pengembangbiakan burung ini dibantu oleh dua orang lainnya.

Mereka membantu membangun sarang dan pengamanan wilayah yang ketat. Dengan demikian, mereka membuat contoh kerjasama yang sangat baik di antara manusia dan burung enggang ini.

Facebook | Mabula Ground Hornbill Project

Anak burung ini kemudian dibesarkan di penangkaran sampai mereka cukup besar untuk dilepaskan kembali ke alam. Di alam liar, anak burung yang belum bisa terbang biasanya tinggal bersama orang tua selama dua tahun.

Burung yang luar biasa ini bisa tumbuh lebih dari 1,2 meter. Jadi, Anda bisa membayangkan pemandangan saat melihat mereka berkelompok, karena biasanya mereka bergerak dalam satu kelompok yang terdiri dari sekitar 10 ekor.

Paruh hitam dan keras mereka biasa digunakan sebagai pemecah kacang, namun mereka juga menggunakan paruh untuk memecahkan cangkang kura-kura terbuka. Terlebih lagi, paruh tersebut sangat berguna saat hendak memangsa ular dan katak.

Facebook | Mabula Ground Hornbill Project

Anehnya, burung enggang tanah selatan memiliki sifat aneh, karena ia kerap menyerang bayangannya sendiri.

Jadi, sama seperti semua satwa liar layak mendapat tempat di alam liar, burung enggang tanah selatan juga demikian.

Memang ada kekhawatiran bahwa burung-burung ini kemungkinan akan segera memenuhi status “Critically Endangered” atau sangat berbahaya saking punahnya mereka di Afrika Selatan. Meskipun demikian, semoga usaha Lucy dapat membuat dampakpositif pada populasi burung enggang tanah selatan, dan jumlah mereka bisa meningkat lagi.

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular