Erabaru.net. Anjing liar merupakan masalah yang pasti akan dihadapi setiap negara, dan cara menanganinya juga tidak sama dari masing-masing negara.

Di Jepang, ada sekitar 170.000 ekor kucing dan anjing liar yang disuntik mati setiap tahun, atau rata-rata 4 menit ada seekor yang mati. Paling mengejutkan adalah setengahnya masih anak-anak kucing dan anjing!

Hewan-hewan yang mati ini akan dibakar, lalu bagaimana dengan abu mereka ?

Abu mereka akan dibagi dalam beberapa kantong, disisihkan sebagai sampah komersial, dan sampai di penghujung ajal, mereka bahkan tidak bisa kembali ke tanah.

▼ Pada tahun 2012, Aomori Kenritsu Sanbongi Agriculture High School, Jepang, mulai menerapkan “Flower of Life Project”, siswa sekolah menengah atas yang menyaksikan proses eutanasia itu, kemudian membawa abu anjing tersebut ke sekolah ..

Dalam“Flower of Life Project,” para siswa akan menumbuk tulang-belulang hewan tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam tanah dan dibudidayakan untuk menghasilkan tanaman baru.

Guru mereka mengatakan bahwa makna dari program tersebut adalah agar siswa dapat menghadapi “kehidupan yang sebenarnya” dalam kehidupan mereka, meski itu kejam sekali pun.

Para siswa mengatakan : “Ketika saya melihat collar (ban leher anjing atau kucing dan sejenisnya), tag (kalung nama hewan) atau gigi mereka, air mata saya langsung menetes …” mereka adalah anjing-anjing yang hidup-hidup, tapi mungkin saja mereka dicampakkan mantan pemiliknya, dan akhirnya dunia tidak lagi peduli dan ingat dengan mereka.

▼ Mereka menggunakan batu bata besar untuk menumbuk tulang belulang anjing, dan untuk menumbuknya sampai halus, mereka butuh waktu minimal 1 jam.

▼ Selain suara tumbukan batu bata, semua siswa diam dalam kehingan, mereka hanya memandangi kehidupan yang akan segera sirna di depan mata.

Seringkali ada siswa yang tak tahan meneteska air mata, menumbuk sambil menangis terisak dan bergumam : “Maaf, maaf, aku benar-benar minta maaf….”

Share

Video Popular