Erabaru.net. Sebagai makhluk emosional, kita semua pasti pernah mengalami depresi, dan cara kita untuk mengatasinya pun juga berbeda.

Tidak ada resep obat atau pil ajaib yang mampu menyembuhkan depresi, namun ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil yang dapat membantu Anda untuk mengurangi bahkan memulihkan diri dari depresi.

Inilah 7 kebiasaan sehat dan ide yang bisa digunakan untuk melawan rasa depresi.

# 1 Mengalahkan depresi melalui olahraga

(Foto : buzzfeed.com)

Pergi ke gym atau berlari adalah hal yang bisa Anda lakukan saat Anda depresi. Selain alasan kesehatan yang jelas, penelitian terbaru menghubungkan latihan olahraga dengan penurunan depresi, seperti yang dilaporkan oleh The Science of Exercise by Time Magazine.

Depresi membatasi kemampuan otak untuk menghasilkan neurotransmiter penting seperti serotonin, norepinephrine dan dopamin. Dengan kata lain, saat melawan depresi, otak tidak menghasilkan banyak hormon yang bertugas untuk menghasilkan perasaan bahagia.

Depresi menutup kemampuan otak untuk beradaptasi dan memecahkan masalah. Namun, dengan olahraga, otak bisa kembali bekerja dengan normal.

Latihan yang konsisten dapat membantu meredakan depresi dalam sejumlah perilaku emosional, fisik dan psikologis. Ini adalah efek domino dari hasil positif yang membutuhkan waktu untuk mencapainya.

Bekerja secara teratur akan membantu otak Anda melepaskan endorfin, hormon , yang dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Olahraga bisa menjadi cara sehat untuk mengatasi kecemasan, pikiran negatif, dan kesedihan. Ini akan memberi Anda kesempatan untuk bertukar senyum dengan orang lain.

Mulailah dengan sedikit langkah, meski itu berarti hanya berjalan di atas treadmill selama 20 menit atau berkeringat di ruang uap atau sauna.

# 2 Mencoba sesuatu yang baru

(Foto : groupon.com)

Depresi akan memaksa otak Anda untuk menutup semua kemungkinan, terutama kemungkinan untuk merasa bahagia. Lawanlah rasa depresi Anda.

Dorong diri Anda untuk bangun dari tempat tidur, bersihkan sisa-sisa makanan tadi malam, mandi, dan tantang diri Anda untuk mencoba sesuatu yang baru. Ambil kelas memasak. Berepeda. Atau pergi menyelami keindahan laut!

Menjadi relawan di dapur umum atau membersihkan pantai setempat. Mendaftarkan diri ke kelas tembikar. Dan hal baru yang belum pernah Anda lakukan.

“Ketika kita menantang diri kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda, ada perubahan kimiawi di otak. Mencoba sesuatu yang baru bisa mengubah tingkat dopamin dalam otak kita, yang terkait dengan kesenangan, kenikmatan, dan pembelajaran,” jelas Ian Cooks, seorang psikiater dan direktur Program Penelitian dan Klinik Depresi di UCLA, ke Web MD .

# 3 Luangkan waktu di alam

(Foto : nationalgeographic.com)

Bila Anda sedang melawan depresi, otak Anda dipaksa untuk fokus pada kesengsaraan yang Anda hadapi dalam kehidupan, yang selanjutnya mendorong Anda ke dalam siklus pikiran negatif yang tidak kunjung berakhir.

Menghabiskan waktu di alam dapat membantu menarik Anda menjauh dari pandangan sinis.

Sesuatu yang ajaib memang bisa terjadi saat Anda menghabiskan waktu berkualitas dengan alam. Alam dapat memberi Anda perspektif baru, dimana Anda tak pernah merasakannya sebelumnya, seperti tinggal di bukit yang curam, berjalan di dekat jurang, dan lain sebagainya.
Pada saat itu, yang bisa Anda dengar hanyalah suara alam, dan yang bisa Anda rasakan hanyalah debaran jantung Anda, dan keringat perlahan turun di sisi wajah Anda, dan hembusan angin yang menyegarkan otak dan tubuh Anda.

David Strayer, seorang psikolog kognitif di University of Utah yang mengkhususkan diri dalam penelitian untuk meneliti keterkaitan alam dengan kesehatan mental, yang dia sebut sebagai “efek tiga hari”.

Dua kelompok yang berbeda, satu kelompok berkemah di padang gurun selama 3 hari, sementara kelompok lainnya diminta untuk berdiam diri di rumah atau di kamar selama 3 hari juga.

Kelompok yang berkemah selama tiga hari di alam bisa melakukan pemecahan masalah, 50% lebih baik daripada kelompok lain yang tidak menghabiskan waktu di alam.

“Otak kita bukan mesin yang tak kenal lelah. Sebaliknya, otak kita sangat mudah lelah Ketika kita depresi, hentikan kesibukan dan nikmati lingkungan alam yang indah. Tak hanya merasa pulih, tapi juga kinerja mental kita juga meningkat,” jelas Strayer kepada National Geographic .

Otak kita di alam lebih pintar, lebih bahagia, dan lebih diremajakan. Sentuhan alam terhadap otak telah berulang kali terbukti mampu mengurangi stres dan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan seseorang.

Tidak harus selalu melakukan perjalanan ke alam selama 3 hari, Anda bisa berjalan kaki 15 menit atau naik sepeda selama satu jam, di mana kulit Anda bisa menyerap sinar Matahari, pikiran Anda dapat melepas lelah, dan mata Anda dapat menikmati pemandangan indah.

# 4 Bersihkan dan atur ruang pribadi Anda

(Foto : bebrainfit.com)

Depresi menggagalkan Anda untuk tidak melakukan apa pun. Jangan fokus pada daftar tugas Anda yang membosankan. Cukup pilih satu tugas untuk dipusatkan dan tidak ada yang lain.

Misalnya, atur ruangan Anda. Nyalakan genre musik favorit Anda, dan biarkan semuanya mengalir begitu saja.

Kamar tidur Anda mungkin merupakan tempat yang baik untuk memulai ini, karena kemungkinan besar tempat terakhir Anda mengakhiri hari dan tempat pertama Anda untuk memulai hari. Ini dapat membantu Anda menghilangkan stres dan depresi.

Menurut Shape Magazine, pembersihan dan pengorganisasian tidak hanya bisa mengurangi stres dan depresi, ini bisa membantu Anda lebih sehat, memotivasi Anda untuk tetap berpegang teguh menjaga kebersihan demi kesehatan dan kenyamanan Anda, tidur lebih nyenyak, dan meningkatkan produktivitas Anda.

Ambillah langkah demi langkah, satu demi satu kaki. Tidak perlu terburu-buru. Jaga dirimu dan kesehatan mentalmu, dan segala sesuatu di sekitar akan berangsur-angsur membaik, asalkan Anda rajin melakukannya.

# 5 Biarkan spontanitas membawa Anda perspektif baru

(Foto: clickhole.com)

Apakah Anda ingat, saat Anda masih menjadi anak kecil, Anda tak pernah takut untuk mencoba hal yang baru? Anda akan bebas melakukan apa pun yang Anda suka, bahkan adakalanya Anda membantah suatu perintah.

Anak-anak memilih perosotan tertinggi untuk meluncur turun, dan tanpa takut mengayuh ayunan ke puncaknya yang tertinggi. Jika emosi Anda meluap-luap, temukanlah cara untuk membuat diri Anda merasa bebas kembali.

Pergilah ke pantai, dan tanpa berpikir sejenak, melompatlah ke laut dengan membawa semua pakaian Anda. Atau, Anda memanjat tebing curam, lalu berteriak keras ketika sampai di atas tebing, sambil menikmati esensi kecantikan alam.

Saat Anda melakukan ini, sesuatu yang mengganggu hati Anda akan terjun bebas atau keluar dari tubuh Anda, megakibatkan Anda merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

# 6 Berusaha memperbaiki dunia

(Foto : abcnews.go.com)

Depresi bisa menumpulkan dan menenggelamkan rasa harapan dan harga diri kita. Berjuang dengan melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain yang membutuhkan. Lakukan sesuatu untuk memperbaiki dunia.

Tidak harus memulai dengan urusan besar, Anda bisa melakukan hal-hal sederhana, seperti menjadi sukarelawan di dapur umum atau rumah sakit setempat, membantu mengurus hewan di tempat penampungan hewan, atau mengambil sampah di pantai.

Berusaha menjadi manusia yang selalu melakukan kebaikan. Kesukarelaan adalah cara yang bagus untuk bertemu teman baru dan membuat perbedaan.

Ini adalah pengingat yang jelas dan langsung tentang seberapa besar kebaikan yang ada di dunia ini. Membantu orang lain akan memberi Anda rasa bahagia dan meningkatkan kepercayaan diri.

# 7 Melakukan perjalanan atau menjelajahi tempat baru

(Foto : cntraveler.com)

Jika Anda memiliki tempat untuk dikunjungi, saya sangat menyarankan Anda untuk melakukannya. Bepergian ke daerah laian atau bahkan ke negara tetangga mungkin bisa memberi Anda pandangan hidup yang baru, Dan terkadang, itu adalah hal yang sebenarnya kita butuhkan.

Benamkan diri Anda ke dalam budaya yang berbeda. Biarkan lingkungan baru mengaktifkan panca indra Anda.

“Pengalaman baru mampu meningkatkan fleksibilitas kognitif dan kedalaman dan integratif pemikirana,” jelas Adam Galinsky, seorang profesor di Columbia Business School, kepada The Atlantic . (intan/yant)

Sumber: shareably.net

 

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular