Erabaru.net. Fenomena bayi yang ditinggalkan dan dibiarkan mati memang kerap terjadi di seluruh dunia, membuat banyak hati yang merasa miris dan sedih.

Hal itulah yang mendorong pendeta asal Korea Selatan ini beserta istrinya untuk menciptakan konsep “kotak bayi”. Apalagi mereka telah “melihat begitu banyak bayi terlantar” di jalanan Seoul, Korea Selatan.

Seorang pendeta bernama Lee Jong-rak telah mengamati fenomena mengerikan yang kerap terjadi di ibu kota Korea Selatan, di mana ratusan bayi ditinggalkan di jalanan Seoul setiap tahunnya, dan dibiarkan mati.

Pada suatu hari di musim dingin, pendeta tersebut menemukan bayi yang ditinggalkan sendirian di depan pintunya beberapa tahun yang lalu. Pendeta dan istrinya tidak bisa mengabaikan penderitaan anak muda lain yang tak berdaya ini, yang bernasib tidak seberuntung bayi lainnya.

Jadi, mereka mengemukakan gagasan untuk setidaknya berusaha mengatasi masalah ini.

Mereka menciptakan “kotak bayi”, sebuah bilik kecil di mana orang tua dapat meninggalkan bayi yang tidak mereka inginkan, dan mereka akan diurus dengan baik oleh pasangan suami istri ini.

© Instagram | thedropboxfilm

“Kami melihat begitu banyak bayi ditinggalkan di jalanan. Karena itulah kami membuat kotak bayi ini,”kata Jong-rak dalam film dokumenter pemenang penghargaan The Drop Box.

“Saya tidak benar-benar berharap ada bayi yang masuk ke dalam kotak itu,” tambahnya. Tapi dalam beberapa hari setelah ia membuat kotak itu, bayi pertama muncul di kotak pada tahun 2010, diikuti oleh ratusan bayi setelahnya.

Antara tahun 2009 dan 2016, lebih dari 1.000 bayi ditempatkan di kotak bayi, berdasarkan laporan  Time.

© Instagram | thedropboxfilm

“Salah satu ibu mereka mengatakan kepada saya bahwa dia memiliki racun untuk membunuh dan mengakhiri hidup dirinya dan bayinya. Jadi saya mengatakan kepadanya, ‘Jangan lakukan itu. Bawalah bayimu kesini,'”tambahnya.

 

© Instagram | thedropboxfilm

Pendeta Lee Jong-rak percaya pada nilai kehidupan manusia. “Mereka bukan orang-orang yang tidak diperlukan di dunia ini. Tuhan mengirim mereka ke sini untuk suatu tujuan,” katanya. “Setiap kehidupan itu sangatlah berharga.”

“Orang-orang mengklaim bahwa saya mempermudah orangtua yang tak menginginkan bayinya dan ingin membuangnya. Tapi, siapa lagi yang akan merawat bayi-bayi yang dibuang dan ditelantarkan ini?” tambahnya.

Panti asuhan yang didirikan Jong-rak ini disebut “Jusarang,” yang berarti “kasih Tuhan.”

© Facebook | Lee JongRak

Berdasarkan hukum pemerintah Korea Selatan, konsep kotak bayi itu ada di area abu-abu legal. Kementrian kesejahteraan bahkan tak menentang kampanye ini. Menurut salah seorang pejabat bernama Kim Hye-Ji, kotak bayi “ini mampu menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir.”

Di sisi lain, menurut pejabat Min Seo-Young: “Kami melihat kotak bayi sebagai fasilitas ilegal yang mendorong bayi untuk dibuang orangtua mereka,” menurut laporan News.com.au .

Sebenarnya, kantor pemerintah distrik Gwanak percaya bahwa fasilitas “kotak bayi” ini memang harus ditutup.

Sekitar tahun 2012, badan adopsi di Korea Selatan diwajibkan untuk menerima bayi-bayi yang memiliki dokumen resmi, sesuai dengan pedoman konvensi Den Haag.

Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang masalah ini? Apakah Anda yakin konsep ini bermanfaat bagi masyarakat?

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds