Erabaru.net. Bagaimana ketika ada pasien Anda yang sekarat namun ingin mewujudkan harapan terakhirnya? Bagaimana jika harapan itu melanggar peraturan rumah sakit?

Sepertinya pertanyaan itu harus dipikirkan matang-matang oleh perawat ini, hingga ia berani membuat keputusan untuk melanggar peraturan rumah sakit tempat ia bekerja, hanya demi mewujudkan keinginan terakhir dari orang yang sekarat.

Pada April, Rumah Sakit Universitas Aarhus di Denmark memposting sebuah cerita dari seorang pasien berusia 75 tahun di halaman Facebook mereka.

Kisah itu tentang bagaimana pasiennya yang sekarat itu memiliki harapan terakhirnya, dan berusaha diwujudkan oleh perawatnya. Alasannya? Dia kemungkinan besar akan segera meninggal.

© Facebook | Aarhus Universitetshospital

Menurut direktur Rumah Sakit itu, pasien yang bernama Carsten Flemming Hansen dirawat di rumah sakit setelah menderita aneurisma, aorta pecah dan pendarahan internal.

Dia diberitahu bahwa dia tak sanggup untuk menjalani operasi. Selain itu, “ia bisa saja meninggal beberapa jam atau beberapa hari sebelum operasi dijalankan,” tulis surat itu.

Mengetahui bahwa waktu kematiannya akan segera tiba, dia memiliki beberapa keinginan terakhir untuk dipenuhi, yakni ingin menghisap rokok Green LA dan meneguk segelas anggur putih.

Jelas, jika hampir seluruh rumah sakit memiliki kebijakan bebas rokok. Tapi perawat dan keluarga Hansen “setuju bahwa dalam situasi kali ini, keinginan Hansen lebih penting untuk diwujudkan daripada menaati peraturan rumah sakit.”

Jadi, Hansen diarahkan ke balkon untuk menyaksikan matahari terbenam bersama keluarganya dan perawatnya, Rikke Kvist.

“Itu adalah suasana yang sangat nyaman dan santai,” kata Kvist kepada surat kabar Denmark Avisen.dk,  berdasarkan laporan ABC News .

“Tentu saja mereka merasa sedih, apalagi saat mengetahui fakta bahwa dia akan meninggal. Mereka sangat terpuruk. Tapi suasana saat itu benar-benar menyenangkan, bahkan ada humor,” tambahnya.

Putrinya, Mette Gold Bech Demuth, mengatakan kepada BT , “Keinginan terakhir ayah saya adalah ia diizinkan untuk menikmati anggur dan menghisap beberapa rokoknya. Itu adalah hal terbaik baginya. Itu sangat berarti baginya sepanjang hidup. Dia kesal karena ia tidak diizinkan merokok selama menjalani perawatan. Dia benar-benar ingin menikmati rokoknya yang terakhir.”

Hansen pun menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Jumat, beberapa hari setelah keinginan terakhirnya berhasil terwujud.

(intan/asr)

Sumber : ntd.tv

Share

Video Popular