Erabaru.net. Seorang istri mengklaim suaminya menderita pendarahan otak yang menelan sebagian tengkoraknya karena ia terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi.

Ibu satu anak itu, bernama Brianna dan yang tidak mengungkapkan nama lengkapnya, ia menulis di Facebook bahwa suaminya, bernama Austin, mulai mengonsumsi minuman berenergi “saat dia mulai memiliki jam kerja lebih lama dan berubah-ubah,” lapor Fox News dan AOL.com melaporkan.

Ilustrasi.

Sejumlah media sempat mengunduh unggahan Briana di Facebook, sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun.

Tanggal, lokasi, dan informasi lainnya tidak termasuk dalam cerita tersebut. Tidak ada dokter yang mengomentari masalah ini, dan unggahan ini hanya mengutip “Brianna”.

Unggahan foto di halaman Facebook fotografi telah dihapus. Dia memasang foto Austin yang separo bagian tengkoraknya hilang. Tidak jelas apa merek atau jenis minuman energi yang telah dikonsumsi Austin.

Dokter yang menangani Austin menyalahkan kondisi medisnya yang parah pada minuman energi, kata Brianna. Padahal keduanya tengah menantikan kehadiran anak.

“Menjadi hamil seharusnya menjadi salah satu perjalanan paling menakjubkan yang akan Anda jalani,” tulis Brianna. “Anda menciptakan kehidupan baru. Anda mengalami cinta tanpa syarat untuk seseorang yang belum pernah Anda temui.”

“Saya masih ingat ibu mertua saya membangunkan saya pagi itu. Austin mengalami kecelakaan,” tulisnya. “Yang saya tahu, suami saya ada di rumah sakit. Bagian terburuknya? Saya tidak tahu kenapa.”

Austin sudah menjalani operasi saat dia dan keluarganya pergi ke rumah sakit.

“Keesokan harinya ada dua operasi otak. Selanjutnya adalah stroke, kejang, pembengkakan, dan banyak hal yang tidak dipersiapkan.”

“Sesaat, ketika duduk di samping ranjang rumah sakitnya, hanya bisa berdoa agar dia baik-baik saja, bahwa saya tahu saya tidak akan pernah menyerah padanya.”

“Tidak peduli betapa berantakannya hidup kami. Saya akan berada di sisinya melalui semua itu,” tambahnya.

Ketika dia melahirkan anaknya, Brianna menulis bahwa, “Keajaiban yang indah terjadi saat saya melahirkan putra kami. Austin terbangun.”

“Sekitar seminggu saya tidak menjenguknya. Saya memikirkannya setiap hari. Saya menangis saat melihat anak saya yang mirip seperti ayahnya. Saat si kecil baru berusia seminggu, saya meninggalkannya bersama mertua. Saya tahu saya perlu bertemu Austin. Saya perlu mengatakan kepadanya bahwa bayi kami ada di sini,” katanya.

Kemudian, dia menjelaskan kondisinya.

“Hidup kami tidak normal. Ada kunjungan dokter dan perjalanan ke rumah sakit-begitu banyak yang saya lewatkan. Tapi kami di sini. Pertarungan, saya bangun setiap hari untuk merawat anak laki-laki dan suami saya. “

“Saya menyiapkan makanan, melakukan terapi fisik, terapi wicara, dan terapi okupasi. Saya membantunya dengan kebersihan diri. Membantunya berjalan. Saya membantu di setiap aspek hidupnya.

“Dan di sela-sela tugas ini, saya merawat anak usia delapan bulan yang sangat menguras tenaga. Sulit, dan saya lelah, tapi kami memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Dia bukan orang yang sama yang saya cintai, tapi saya masih mencintainya lebih dalam setiap hari, Kami berjuang untuk membantunya sembuh. Untuk membuat hidupnya lebih baik,” tulisnya.

Menurut sebuah penelitian di bulan April 2017, mengonsumsi 32 ons minuman energi dikaitkan dengan perubahan tekanan darah dan fungsi jantung yang berpotensi berbahaya, yang berada di luar yang terlihat dengan kafein saja.

Ilustrasi.

Kafein dalam dosis sampai 400 mg (sekitar lima cangkir kopi) umumnya dianggap aman oleh Food and Drug Administration (FDA).

Sementara minuman energi yang biasanya mengandung kafein, sedikit yang diketahui keamanannya pada beberapa bahan lain, tulis tim peneliti dalam Journal of the American Heart Association.

“Industri minuman energi mengklaim bahwa produk mereka aman karena mereka tidak memiliki kafein lebih banyak daripada kopi premium di cafe,” papar Dr. Jennifer L. Harris dari Pusat Kebijakan Pangan dan Obesitas di Connecticut dari Universitas Connecticut, yang tidak terlibat dalam penelitian

Ilustrasi.

“Namun, minuman berenergi juga mengandung ‘energi campuran’ eksklusif, yang biasanya terdiri dari stimulan dan zat aditif lainnya. “

“Beberapa ramuan ini (termasuk taurine dan guarana) belum disetujui FDA sebagai aman dalam makanan, dan beberapa penelitian telah menguji efek konsumsi kafein bersamaan dengan ramuan ‘baru’ ini, “katanya melalui email.

Reuters memberikan kontribusi untuk laporan ini. (ajg/yant)

Sumber: theepochtimes

Share

Video Popular