Erabaru.net. Penuaan otak tak terelakkan sampai batas tertentu, tapi tidak seragam; Ini mempengaruhi semua orang, atau setiap otak berbeda.

Memperlambat penuaan otak atau menghentikannya sama sekali akan menjadi obat mujarab terakhir untuk mencapai masa muda yang abadi.

Apakah otak yang menua harus kita terima? Atau adakah langkah yang bisa kita ambil untuk mengurangi tingkat kemunduran?

Penelitian terbaru menyoroti sejumlah besar cara agar kita dapat secara aktif mengendalikan kesehatan dan memperlambat penuaan otak.

Olahraga

Olahraga dapat mencegah penurunan mental akibat penuaan.

Kombinasi latihan aerobik dan latihan ketahanan dengan intensitas sedang selama minimal 45 menit setiap sesi beberapa hari dalam seminggu dilaporkan dapat meningkatkan kekuatan otak pada orang berusia di atas 50 tahun secara bermakna.

Demikian juga, penelitian lain yang dilakukan di Universitas Miami menemukan bahwa orang yang berusia di atas 50 tahun yang jarang atau tidak pernah berolahraga lebih cepat mengalami penurunan kemampuan mengingat dan berpikir, dibandingkan dengan orang yang berolahraga dengan intensitas sedang sampai tinggi.

Intinya, aktivitas fisik menunda penuaan otak hingga 10 tahun.

Menari

Menari juga terbukti menunda penuaan otak pada orang berusia lanjut.

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penyakit Neurodegeneratif Jerman, di Magdeburg, menemukan bahwa meskipun olahraga teratur dapat membuat otak menjadi awet muda, efek yang paling menyolok tampak pada orang yang menari.

Bermain alat musik

Ilmu Kesehatan Baycrest di Toronto, Kanada, mengungkapkan bermain alat musik dapat membantu orang berusia tua menunda penurunan kognitif terkait usia dan mempertahankan kemampuan mendengar.

Peneliti menemukan bahwa belajar mendengar suara alat musik akan mengubah gelombang otak sedemikian rupa sehingga meningkatkan kemampuan menyimak dan mendengar.

Perubahan aktivitas otak menunjukkan bahwa otak menguatkan diri untuk mengkompensasi penyakit atau cedera yang dapat mencegah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas.

“Telah dihipotesiskan bahwa bermain musik melibatkan banyak sistem otak untuk bekerja sama, seperti sistem pendengaran, motor dan persepsi.

“Pada penelitian ini, untuk pertama kalinya kami melihat perubahan langsung di otak setelah satu sesi, yang menunjukkan bahwa bermain alat musik menyebabkan perubahan aktivitas otak yang kuat,” kata Dr. Bernhard Ross, ilmuwan senior di Baycrest’s Rotman Research Institute.

Diet

Komponen utama kesehatan otak adalah diet.

Penelitian terbaru telah menghubungkan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam darah dengan penuaan otak yang sehat.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa makan makanan Mediterania berkaitan dengan penurunan risiko kesulitan dalam mengingat pada orang dewasa yang lebih tua.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Illinois, AS, menemukan bahwa orang berusia paruh baya yang memiliki kadar lutein lebih tinggi – zat gizi yang ditemukan pada sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam, telur dan alpukat – memiliki respons saraf yang serupa dengan orang yang berusia lebih muda.(vivi/yant)

Sumber: medicalnewstoday.com

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular

Ad will display in 09 seconds