Erabaru.net. McDonald’s adalah penyedia fast food yang banyak ditemukan di jalan raya.

Ketika Anda sedang dalam perjalanan dengan keluarga atau sopir truk yang sedang beristirahat saat melakukan perjalanan jauh, pasti makanan cepat saji seperti McDonald memang dapat Anda andalkan ketika rasa lapar melanda.

Mereka menyediakan makanan yang murah, berlimpah, penuh variasi (jika juga penuh dengan kalori, tentu saja), dan bisa didapatkan melalui layanan drive-thru.

Sebuah gerai McDonald’s dibangun di sepanjang bangunan seluas A36, dekat dengan Southampton, Inggris dengan strategi yang sangat penting.

Mereka berharap bisa memikat pengemudi dengan makanan murah mereka.

Gerai ini ditempatkan dengan nyaman di samping sebuah pompa bensin Texaco untuk membuat para pengisi gas dan bahan bakar berhenti dan bisa memesan menu makanan disini ketika perus mereka keroncongan.

Sayangnya, sepertinya mereka tidak mendapatkan arus pelanggan yang mereka harapkan.

Agaknya, cukup kesulitan jika Anda menemukan toko ini, apalagi, toko ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Penanda toko ini nampaknya terhalang oleh semak-semak yang ada di sana, yang menyebabkan gerai restoran cepat saji itu tidak begitu ramai dan diketahui.

Staf manajemen McDonald’s memutuskan untuk membawa peralatan berkebun berkekuatan tinggi ke pinggir jalan dan memotong semak-semak.

Mereka beralasan, akan membersihkan semuanya dengan benar hingga tanda mereka bisa terlihat, dan pelanggan bisa memesan makanan sesuai pesanan mereka.

Namun, apa yang tidak mereka pertimbangkan adalah apakah semak-semak itu adalah properti orang lain atau bukan.

Ternyata, pihak manajemen McDonald’s menebang semak-semak yang merupakan properti petani lokal.

Mereka tidak terlalu senang dengan keputusan mereka untuk mengubah dedaunannya tanpa meminta maaf kepada mereka.

Sebagai balas dendam, dia memutuskan untuk mengajari mereka sedikit pelajaran – dan ini adalah salah satu solusi paling kreatif di luar sana.

Seorang blogger Huffington Post Inggris bernama Nick King menuliskan di Twitternya, sebelum dan sesudah gambar tanda itu, pertama sekali McDonald’s telah memotong semak-semak milik petani lokal tanpa izin, dan kemudian membual solusi kreatif petani untuk memiliki propertinya diubah tanpa seizinnya.

Solusinya sederhana, namun brilian, yakni ia hanya membawa seikat jerami ke tempat bekas semak-semak, menumpuknya sampai mereka menutupi papan penanda McDonald’s lagi.

Twitter

Petani tersebut telah mengumpulkan banyak dukungan di media sosial, di mana perseteruan barunya dengan restoran makanan cepat saji terbesar kedua di dunia segera menjadi bahan pembicaraan.

Penegasannya adalah bahwa ia ingin pihak McDonald’s meneleponnya dan bertanya sebelum mengubah properti miliknya. Dan ia pun mendapat dukungan dari pada warganet.

McDonald’s bukanlah satu-satunya bisnis yang terpengaruh oleh jerami, karena toko Koperasi juga diiklankan di papan raksasa itu juga diblokir.

Organisasi pemerintah bersikeras bahwa karena pertanggungjawaban tersebut bukan dibuat oleh pemerintah Inggris Raya sendiri, sehingga mereka tidak dapat terlibat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, membuat kedua belah pihak merasa tidak puas.

Internet

Mungkin McDonald’s bisa mencoba membawa situasi ini ke arbitrase atau pengadilan sipil karena kehilangan penjualan./

Sementara petani secara teoritis dapat mengajukan keluhan atas penghancuran propertinya – karena  McDonald’s benar-benar menghapus tanaman dari propertinya tanpa persetujuannya. (intan/rp)

www.ntd.tv

Share

Video Popular