Erabaru.net. Berkat pengujian DNA, para ilmuwan telah menemukan bahwa, sekitar 15.000 tahun yang lalu, terjadi pergeseran populasi besar di Eropa.

Para pemburu lokal digantikan oleh kelompok dari daerah lain. Temuan ini bisa mengungkapkan bab sejarah manusia baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Ilmuwan dari Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia di Jerman, telah melakukan penelitian ekstensif terhadap DNA dari tulang dan gigi orang-orang kuno yang tinggal di Eropa dari Pleistosen akhir sampai periode Holosen awal, dengan rentang waktu sekitar 30.000 tahun.

Mereka membuat penemuan yang luar biasa bahwa, sekitar 15.000 tahun yang lalu, pergeseran populasi besar terjadi di Eropa.

© Getty Images | MAHMOUD ZAYAT Freier Fotograf

Johannes Krause dari Institut Max Planck mengatakan: “Kami menemukan sebuah bab sejarah manusia yang sama sekali tidak dikenal: sebuah pergantian populasi besar pada akhir Zaman Es terakhir.”

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa masyarakat non-Afrika bubar secara bertahap sepanjang sejarah ke belahan dunia lain. Tapi temuan baru-baru ini, berdasarkan sampel DNA, menunjukkan bahwa semua orang non-Afrika dengan cepat bubar dari satu kelompok pada waktu tertentu sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Para ilmuwan juga percaya bukti ini menunjukkan penemuan yang lebih penting lagi bahwa, setelah Zaman Es terakhir, sekitar 14.500 tahun yang lalu, terjadi pergeseran besar populasi manusia di Eropa.

© Getty Images | MAHMOUD ZAYAT Freier Fotograf

Ilmuwan lain dari Max Planck, Adam Powell, mengatakan, “Model kami menunjukkan bahwa selama periode pergolakan iklim ini, keturunan pemburu-pengumpul yang bertahan melalui puncak glasial maksimum [Zaman Es] sebagian besar digantikan oleh populasi dari sumber lain. . “

Penemuan ini belum pernah terjadi sebelumnya sehingga beberapa ahli menganggapnya sebagai “bab yang tidak diketahui dalam sejarah manusia.” Ilmuwan harus mempelajari informasi genetika Eropa yang lebih mendalam dari periode ini untuk menjelaskan pergeseran populasi yang sebelumnya tidak pernah terjadi. (Anggi/ Jul)

© Getty Images | Cultura RM Exclusive GIPhotoStock

Sumber: ntd.tv

Share
Kategori: PRASEJARAH SAINS

Video Popular