Erabaru.net. Tina Traster, seorang jurnalis, dan Rick Tannenbaum, seorang pengacara, tampaknya adalah pasangan yang tinggal di pemukiman Upper West Side, New York City, dan memiliki segalanya, kecuali seorang anak kecil.

Itu bukan keputusan sepele untuk dibuat, tapi pada tahun 2003, tepatnya pada musim dingin, akhirnya mereka memutuskan untuk terbang ke panti asuhan Siberia, untuk mengadopsi seorang bayi perempuan.

Mereka langsung terbang kembali ke Amerika Serikat untuk membawa pulang bayi Julia, tapi begitu mereka melakukannya, Traster langsung tahu ada yang tidak beres dengan anaknya.

Youtube Screenshot | Tina Traster.
Youtube Screenshot | Tina Traster.

“Dia tidak mencengkeramiku maupun menatap mataku. Dia tidak pernah meletakkan kepalanya di bahuku atau memelukku,” ingat Traster.

“Sama seperti seorang ibu yang tahu seketika jika seorang anak menderita penyakit, aku juga langsung tahu ada yang tidak beres dengannya,” katanya.

“Anda tidak bisa menahannya, Anda tidak bisa menenangkannya… aku pun juga tidak bisa bermain dengannya,” kata Traster.

“Dia tidak akan menanggapi jika aku membacakan buku cerita atau bernyanyi untuknya. Dia ada di sana, tapi ternyata hatinya tidak.”

Ini jauh dari perilaku normal untuk ukuran seorang bayi. Dan ini pukulan yang luar biasa bagi keluarga Traster.

Youtube Screenshot | Tina Traster.

Pada awalnya, Traster selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi seorang ibu yang baik.

Tapi pada saat bersamaan dia berusaha untuk tetap selalu akan merawat anak ini dan memberinya rumah yang penuh kasih.

“Anda tidak pergi ke belahan dunia lain, dua kali, ke Siberia di musim dingin dua kali, dan membawa bayi dari sebuah panti asuhan dan berpikir sejenak bahwa itu adalah sesuatu yang membuat Anda tidak akan membuang seluruh diri Anda,” kata Traster.

Traster teringat saat pertama kali melihat Julia. Pertama kali dia dan suaminya terbang ke Siberia, dia teringat seorang penjaga panti asuhan yang berjalan ke arahnya sambil menggendong Julia yang terbuai dalam pelukannya.

“Aku selalu memiliki bayangan tersebut (Julia) dan langsung tertanam dalam pikiran aku,” kata Traster.

“Pertama kali aku melihatnya, aku berpikir, ‘Aku belum pernah melihat bayi yang lebih cantik dari dia.'”

Dia memiliki kulit alabaster, hidung merah dan berair, lesung pipit, dan mata kucing yang menggemaskan. Traster pun hanya tertegun saat melihat bayi Julia.

Tapi ternyata, keputusan itu sendiri tidak mampu menghibur keluarga ini.

“Keluarga kami tidak kuat. Ada banyak kesedihan yang sangat memilukan dan harus kami alami,” kata Traster.

“Menjelang akhir tahun pertama, aku benar-benar putus asa.”

Share

Video Popular