Jika orangtua juga tidak tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan anak-anak, sebaiknya orangtua jangan pura-pura mengerti dan menjawab semaunya membohongi anak-anak.

Sebaiknya secara jujur dan terus terang beritahu anak, “Ayah juga tidak tahu jawabannya nak, nanti ayah beritahu jawabannya setelah memeriksa buku atau bertanya pada orang lain.”

Setelah itu, selaku orangtua yang bijak, harus menepati janjinya, sesegera mungkin memberitahu anak-anak jawabannya yang benar.

ILUSTRASI.

Bersikap bijak terhadap perilaku atau tindakan anak-anak yang menyebabkan kerusakan akibat rasa ingin tahunya itu

Rasa ingin tahu anak-anak, selain suka bertanya, juga hiperaktif.

Karena rasa ingin tahu anak-anak dan masih belia tidak tahu apa-apa, sehingga hiperaktifnya cenderung akan menyebabkan terjadinya beberapa tindakan yang bersifat merusak.

Sehubungan dengan ini, orang tua harus bisa menanganinya secara tepat, tidak boleh menyalahkan, mencaci maki apalagi sampai memukul anak-anak, tapi sebaiknya membimbing dan mengajarinya dengan sabar.

Sebagai contoh, setelah anak-anak membongkar dan merusak mainannya, sebagai orang tua yang bijak sebaiknya tidak serta merta naik pitam dan memukulnya, atau berjanji tidak akan lagi membelikan mainan untuknya, tapi sejatinya memberitahu anak-anak tentang prinsip konstruksi dan cara memasang mainan itu.

Kemudian memperbaikinya bersama anak-anak, dan jelaskan kepadanya cara menggunakan mainan yang benar, agar ia bisa belajar menggunakan dan menyayangi mainannya. (Jhn/Yant/rp)

Share

Video Popular