- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Manfaat Makan Pisang dan Pandangan yang Keliru

Erabaru.net. Kita sering mendengar saran ini dalam kehidupan sehari-hari, saat sembelit orang tua menyarankan banyak makan pisang. Ingin menurunkan berat badan, seorang teman menyarankan makan pisang, dan saat lapar, kamu bisa makan pisang. Tapi benarkah pisang memiliki efek ini?

Manfaat makan pisang

[1]

Pertama, pisang dipadukan dengan susu bisa melengkapi kalsium dan menguatkan tulang Anda.

Pisang kaya akan magnesium, sementara kalsium pada susu lebih mudah diserap, keduanya dikonsumsi bersamaan bukan hanya berefek sebagai suplemen kalsium, tapi juga mencegah osteoporosis.

Kedua, paduan pisang dengan susu juga bisa mengurangi depresi dan stres. Hal ini disebabkan kadar potassium, magnesium pada pisang dan vitamin B2 dalam susu.

Kalium dapat menjaga fungsi normal saraf dan otot. Tubuh akan mudah menjadi lemah, ngantuk, malas berolahraga jika kekurangan kalium.

Dengan kalium yang cukup, orang akan lebih aktif, bisa meningkatkan efisiensi kerja, melepaskan tekanan. Orang-orang yang stres jangka panjang membutuhkan suplemen vitamin B2.

 

[2]

Selain itu, pisang juga bisa mencegah rasa lapar. Di beberapa daerah tropis, pisang juga digunakan sebagai makanan pokok.

Setiap 100gr pisang mengandung 20g karbohidrat, 1.2g protein, kalori 91 kkal. Kalori per 100 gr beras adalah 116 kkal, sehingga bisa dikatakan pisang adalah “makanan pokok” yang rendah kalori.

Para atlet profesional sering mengonsumsi pisang saat istirahat dalam pertandingan untuk menambah kebugaran fisiknya. Jadi, setiap saat kita lapar, lelah atau seusai berolaharaga, kita bisa makan satu buah pisang untuk memulihkan stamina.

[3]

Di sini, kita harus mengerti satu prinsip ini : Pisang mungkin tidak dapat menurunkan berat badan!

Karena pisang bisa menahan rasa lapar, berarti kandungan kalorinya tidak rendah, sebelumnya kita sudah membandingkannya dengan nasi seperti yang disebutkan di atas.

Dari perspektif lain, kalori pisang tidak rendah, tapi sifat bikin kenyangnya kurang baik, rasa lapar akan lebih cepat terasa.

Perbedaannya tidak terlalu besar makan 1-2 pisang dengan makan semangkuk nasi. Karena itu, “diet pisang” bukan hanya tidak efektif, bahkan mungkin bisa menyebabkan obesitas.

Meskipun pisang terasa halus-licin saat dimakan, tapi sifatnya tidak demikian di usus, kemungkinan besar karena pisang yang belum terlalu matang banyak mengandung asam tannic, sehingga menyebabkan sembelit.

[4]

Jadi lebih cocok dikonsumsi untuk mereka yang diare.

Selain itu, serat makanan pada pisang juga tidak banyak, jauh lebih rendah dari pada apel, jeruk dan buah naga.

Jika ingin menggunakan serat makanan untuk melicinkan dinding usus, jauh lebih efektif makan sayur setiap hari.

Karena itu, makan “pisang untuk menurunkan berat badan”, atau makan “pisang untuk mengatasi sembelit” adalah persepsi yang keliru.

Selain itu, sering dikatakan, bahwa pisang tidak boleh dimakan bersama dengan kentang atau yogurt atau tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong.

Pandangan-pandanan ini tidak ada dasar ilmiahnya.(jhn/yant)

Sumber: how01.com