Erabaru.net. Masih ingatkah perasaan ketika pertama kali berpacaran dan bergandengan tangan?

Pada saat pasangan Anda mengalami kegagalan dan masa sulit, peganglah erat tangannya agar ia merasakan saling mendukung diantara suami istri.

Artikel ini lanjutan dari sebelumnya, “Saat Beda Pendapat, Suami Istri Bertengkar dan Dikit-dikit Minta Cerai. Simak 6 Kiat Suami Istri agar Tetap Harmonis (1)”

Simak artikel bagian kedua ini.

4. Hobi bersama tapi perbedaan boleh eksis

ILUSTRASI. (hitchedmag.com)

Masa pacaran, sejoli hanya bisa melihat keunggulan pihak lain dan merasakan kontak batin satu sama lain.

Ketika gairah pacaran berlalu, mungkin akan merasakan interaksi yang berkurang dan seiring dengan berlalunya waktu, dirasakan sepertinya satu sama yang lain tidak memiliki kegemaran yang sama.

Pada saat seperti itu, keduanya harus saling memelihara hobi bersama, itu bisa menambah keintiman di antara suami istri.

Keputusan penting dalam kehidupan lebih baik diputuskan bersama setelah dirundingkan secara seksama.

Contoh, apakah rumah butuh menambah perabot baru, anak pada usia berapa masuk TK, setelah anak tumbuh dewasa haruskah mendapatkan bantuan keuangan dan lain-lain.

Acapkali keputusan seperti ini tidak ada salah dan benar, yang paling penting semua pihak boleh mengemukakan pendapat untuk kemudian diputuskan bersama.

Pada hakekatnya pasangan suami istri adalah dua individu yang berbeda, jika dikatakan kebiasaan dan kegemaran dalam hidup sama persis seperti satu cetakan, itu jelas tidak mungkin.

Itu sebabnya, pasangan harus tetap mempertahankan beberapa kegemaran dan aktivitas pribadi, masing-masing pihak mengizinkan pihak lain mempunyai ruang gerak sendiri untuk mengerjakan pekerjaan yang disenangi, ini juga sangat penting.

Diantara suami istri harus mengerti bagaimana menikmati masa-masa bersama tapi dengan kesibukan berbeda.

Duduk bersama di sofa, tidak harus ada pembicaraan, suami sedang membaca majalah finansial sedangkan istri bermain HP, keduanya pun dengan aktivitas berbeda tapi saling menikmati kebersamaan.

5. Belajar memaafkan, lupakan kekhilafan pihak lain

ILUSTRASI. (Internet)

Ketika dalam suatu topik suami dan istri tidak bisa mencapai konsensus, atau terjadi perselisihan, atau salah satu pihak melakukan kesalahan, suami istri harus saling mengalah dan memaafkan pihak lain, bukannya tidak memercayai atau tidak memaafkan.

Yang penting adalah, seharusnya banyak mengingat kelebihan dan pekerjaan yang dilakukan dengan benar oleh pihak lain, bukan mengingat kekurangan atau kesalahan yang pernah dilakukan oleh pihak lain.

Harus dicamkan, jika hanya ingin mencari kesalahan atau kekurangan pihak lain, pasti bisa ditemukan, sama halnya, jika mau mencari kelebihan pihak lain, juga pasti dapat ditemukan, kuncinya terletak pada apa yang hendak kita temukan.

6. Kurangi jejaring sosial dan berpacaran dengan lawan jenis

Sebuah penelitian dari OkCupid.com ditemukan bahwa pengguna twitter (atau jejaring sosial lain) fanatik pada umumnya waktu untuk menjalin hubungan dengan pasangan hidup ternyata agak pendek.

Jangan hanya memelototi HP atau layar tablet saja, luangkan lebih banyak waktu untuk memberi perhatian kepada pasangan hidup.

Berkomunikasilah dengannya secara tulus dan jujur, selalu jauh lebih baik daripada berada dalam dunia maya yang tidak riil.

ILUSTRASI. (marriage.com)

Asosiasi Pengacara Pernikahan Italia mengatakan, mereka memiliki bukti bahwa WhatsApp telah membuat angka perceraian di Italia meningkat sebanyak 40%.

Share

Video Popular