Erabaru.net. Ketika melihat segelas susu, Anda mungkin akan memikirkan rumput hijau dengan sapi perah yang sedang merumput bukan?

Namun, di balik gambar iklan yang indah itu, ada realitas bencana dari proses produksi susu, dan juga penyiksaan brutal terhadap sapi-sapi penghasil susu yang malang.

Eksploitasi sapi yang mengerikan

Internet

Setiap ekor sapi yang hidup di peternakan sapi perah diperlakukan dengan kejam.

Itu sangat berbeda dari gambar paling lucu yang pernah kita lihat di iklan televisi, ataupun di kemasan susu sapi itu sendiri.

Pekerjaan pertama adalah membuahi sapi, yang sekarang dilakukan dengan cara yang sangat artifisial dan dipantau secara ketat dari konsepsi sampai kelahiran.

Setiap sapi akan menerima sperma dari seekor sapi jantan sehat, yang akan membantu mereka menghasilkan anak sapi yang lebih besar dan lebih sehat, tetapi juga membuat kelahirannya menjadi sulit.

Tapi mereka sama sekali tidak perduli, mereka bukan menjadikan anak sapi besar sebagai tujuan utama.

Internet

Rata-rata, setiap sapi akan menyediakan sekitar 24,5 liter susu per hari, berkali-kali lebih banyak jumlahnya daripada jumlah alami yang harus dihasilkan sapi tersebut untuk menyusui anaknya.

Setelah setiap kelahiran, bayi sapi akan segera dikeluarkan dari induknya dan proses produksi susu bisa segera dilakukan.

Ini juga adalah saat dimana air susu induk sapi paling banyak dan paling bergizi.

Rata-rata, setiap sapi akan menyediakan sekitar 24,5 liter susu per hari, berkali-kali lebih banyak daripada naluri alami.

Hal yang lebih buruk adalah bahwa susu sapi itu tidak akan diberikan kepada anaknya, namun justru akan dijual untuk keuntungan.

Setiap hari mereka akan terus diperah susunya, sampai 24,5 liter.

Internet

Anda tidak akan bisa membayangkan rasa sakit baik dari penderitaan fisik maupun mental yang mereka alami selama tujuh bulan penganiayaan tanpa henti.

Bahkan terkadang bisa sampai 40 liter sehari! Angka yang sangat mengerikan, sebuah kekerasan yang sangat terkutuk!

Nasib anak sapi yang baru

Tidak ada yang lebih indah dari hubungan ibu dan anak, terutama antara ibu dan bayinya yang baru lahir.

Tapi dengan jadwal pemerahan susu yang ketat, anak-anak sapi benar-benar diisolasi dari induk mereka, dan bahkan mereka tidak akan pernah bisa saling bertemu lagi.

Tanpa nutrisi dari ASI induknya, anak sapi itu menjadi kerdil dan lemah. Mereka bahkan tidak bisa berdiri atau berjalan sendiri.

Untuk setiap peternakan sapi perah, anak sapi dianggap sebagai “ampas proses produksi”.

Internet

Karena kekurangan nutrisi dari ASI, anak sapi sering memiliki kesehatan yang buruk, anemia, artritis dan bahkan diare kronis sepanjang hidupnya.

Ke mana anak sapi akan dibawa? Seringkali mereka akan disimpan di kandang besi kecil yang tidak bisa digerakkan.

Makanan hanya terdiri dari makanan cair dengan antibiotik untuk menjaga agar daging tetap empuk dan kencang.

Anak-anak sapi ini jarang dirawat dan sering kelaparan selama sekitar 30 jam sebelum ditempatkan di meja operasi.

Share

Video Popular