Erabaru.net. Aku lahir di daerah pedesaan yang miskin. Sejak kecil memiliki kehidupan yang sangat keras. Orangtuaku harus membesarkan 7 anak-anaknya. Aku adalah anak tertua dan juga satu-satunya anak perempuan di keluargaku. Aku harus putus sekolah untuk membantu orangtua merawat semua adik-adiku.

Seorang laki-laki diperkenalkan oleh paman, saat usia 25 tahun aku menikah. Saat itu suamiku berumur 27 tahun.

Saat kehamilan anak pertama, dengan tubuh yang lemah, aku termasuk orang yang akan mengalami kesulitan dalam melahirkan.

Saat itu, dokter mengatakan bahwa mungkin harus dipilih apakah ibunya atau bayinya yang akan diselamatkan.

Ibuku kemudian mengatakan kepadaku bahwa dia pikir aku masih muda, dan jika harus kehilangan, dia akan sangat sedih, lagipula kami masih bisa punya anak lagi.

Namun aku tetap bersikeras untuk menyelamatkan anakku. Dengan bantuan dokter, akhirnya aku melahirkan anak yang baik, hanya saja kondisinya agak lemah. Dia sering sakit-sakitan, namun dalam kondisi kehidupan yang seadanya, dia masih bisa tumbuh, hanya saja kondisinya lemah.

Share

Video Popular