Waktu anak pertama berusia 10 tahun, aku hamil untuk kedua kalinya. Kehamilan ini bahkan lebih sulit daripada yang pertama kali.

Dokter menasihati untuk menggugurkan kehamilan ini karena bisa mengancam nyawa. Tapi aku benar-benar tidak mau menyerah, anak ini harus lahir … Aku juga merasakan gerakan bayi ini.

Saat itu, kedua orangtua menginginkan supaya aku mengikuti saran dokter. Hanya ibu mertua yang tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Pada usia kehamilan 7 bulan, bayi itu lahir prematur, dan segera, kondisiku menjadi sangat buruk, wajahku terlihat sangat pucat, dan perutku sering sakit.

Suatu hari, tiba-tiba ibu mertua memberikan sebuah mangkuk berisi beras dan menyuruhku untuk berjalan mengelilingi rumah, dia berkata bahwa ini adalah untuk kebaikanku. Aku pun melakukannya.

Setelah beberapa waktu dirawat, kesehatanku mulai membaik, kondisi ku mulai pulih, sehingga aku kembali bisa bekerja mengurus rumah tangga.

Syukurlah selama ini ibuku selalu ada di sisi dan membantu dalam segala hal, termasuk dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, namun ibu mertua tidak pernah banyak bicara dan melakukan apa pun untuk membantu.

Share

Video Popular