Beberapa waktu kemudian, perutku sakit, aku didiagnosis menderita kanker serviks, segera saja hidupku terasa gelap.

Saat itu, sekali lagi ibu mertua memberiku semangkuk beras dan menyuruhku berjalan berkeliling rumah.

Saat melewati depan rumah, seorang tetangga melihat, dia bertanya, apakah ibu mertua yang memberi mangkuk beras itu.

Aku menjawab “Ya.”

Dia tertawa, dan dengan kata-kata lembut dia bercerita: “Ibu mertuamu adalah orang baik, dia selalu memberimu semangkuk beras saat hidupmu dalam kondisi kritis?”Aku mengangguk.

Dia melanjutkan bercerita: “Aku tidak tahu mengapa, tapi orang-orang jaman dulu tahu, beras mempunyai kekuatan sihir. Orang tua jaman dahulu berpikir bahwa jika seseorang memberi semangkuk beras kepada orang lain dan memintanya berkeliling rumah, itu artinya dia juga memberikan hidupnya kepada mereka, artinya memberikan umurnya kepada orang tersebut!”

Ketika aku mendengar kata-kata ini, aku menangis tersedu-sedu. Selama ini ibu mertua terlihat tidak banyak membantu, ketika sebenarnya dia justru telah memberikan umurnya demi menantunya ini.

Aku tidak tahu berapa lama sisa hidupku ini, tapi aku pasti akan berusaha sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik untuk keluargaku.(asm/yant)

Sumber: ins.dkn.tv

Share

Video Popular