Pria itu menjawab, “Saya harus berjalan sepanjang jalan ini selama sekitar 20 hari.”

“Oh tidak, kau seharusnya mengambil jalan pintas ini, akan jauh lebih cepat, dan jalan itu hanya perlu kau tempuh dalam lima hari,” kata si pengelana.

(Foto: Flickr | Carson Tolkmit)

Pria itu mulai mengambil rute yang lebih pendek, tapi tiba-tiba teringat saran bosnya, jadi berbalik dan melanjutkan perjalanan yang panjang. Ia kemudian mengetahui bahwa ia hampir saja mengalami penyergapan.

Setelah beberapa hari berjalan di sepanjang jalan, ia tiba di sebuah desa kecil, tempat ia bertanya apakah dia bisa tinggal di gubuk malam itu.

Di tengah malam, ia terbangun karena jeritan yang menakutkan. Pria itu melompat berdiri, penasaran untuk melihat apa yang terjadi, tapi saat ia ingin membuka pintu, ia teringat nasihat kedua dari bosnya, lalu kembali tidur.

Keesokan paginya, pemilik gubuk itu bertanya apakah ia mendengar jeritan itu. Ketika pria itu mengatakan ia mendengarnya juga, pemiliknya pun bertanya, “Apa kau tidak penasaran dengan apa yang terjadi?”

“Tidak, tidak sedikit pun,” jawab pria itu.

“Anda adalah satu-satunya orang asing yang bisa bertahan semalaman di sini, tetangga saya adalah orang gila, ia berteriak dan ketika seseorang berlari mendatanginya, ia akan membunuh mereka dan mengubur mayat mereka di halaman belakang,” kata pria pemilik gubuk itu.

Pria itu melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, dan setelah siang dan malam yang melelahkan, ia tiba di tanah pertaniannya.

(Foto: Getty Image)

Saat itu malam telah tiba, ia bisa melihat bayangan istrinya di bawah cahaya bulan, tapi saat ia mendekat, ia melihat istrinya tidak sendirian – ia sedang membelai pria lain.

Dipenuhi kemarahan dan kebencian pada pengkhianatan sang istri, ia ingin menghadapi keduanya dan membunuh mereka. Tapi mengingat nasihat ketiga, ia menahan diri, berjanji untuk membuat keputusan saat fajar menyingsing.

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular