Erabaru.net. Dahulu kala, seorang juragan tanah mengunjungi seorang pemimpin suku, ia ingin sebuah lahan milik kepala suku.

Kepala suku itu mengatakan kepadanya, “Coba Anda berjalan ke barat dari sini, dan memberi tanda saat Anda berjalan kembali, asalkan Anda bisa kembali sebelum matahari terbenam, maka tanah dari sini sampai tanda itu menjadi milik Anda”.

ILUSTRASI. (pixabay.com)

Saat matahari terbenam, tuan tanah yang serakah itu tidak kembali, karena dia berjalan terlalu jauh, dan mati kelelahan di tengah jalan.

Ada orang yang seperti itu dalam kehidupan nyata, meski mereka tidak serakah, tapi mereka juga tidak kembali lagi.

Suatu ketika, saya ingin menggantungkan lukisan di ruang tamu, dan meminta bantuan tetangga.

ILUSTRASI. (walldrug.com)

Lukisan sudah digantung di dinding, dan ketika hendak dipaku, dia berkata, “Gantung begini tidak bagus, lebih bagus lagi kalau dipaku dengan dua potongan kayu dan digantung di atas.”

Saya turuti sarannya, dan memintanya mencarikan sepotong kayu berikut gergaji. Baru juga beberapa tarikan gergaji, dia pun berkata, ” Gergaji ini harus diasah lagi.”

Dia punya alat pengasah di rumahnya, lalu dia pulang ke rumah mengambilnya, tapi dia harus memasang gagang dulu pada alat pengasahnya, untuk itu, dia pun mengambil kapak dan pergi ke kampus mencari sebatang pohon kecil.

Saat akan menebang pohon, dia melihat kapaknya sudah berkarat dan harus diasah dulu.

ILUSTRASI. (pixabay.com)

Setelah mendapatkan batu asah, lagi-lagi dia mendapati kalau mau mengasah kapak itu dengan cepat, maka batu asah itu harus diletakkan dalam posisi static, untuk itu, perlu beberapa potongan kayu sebagai penahan.

Dan untuk ini, dia keluar lagi mencari tukang kayu, yang mengatakan bahwa dia punya bahan yang sudah jadi di rumah.

Namun, begitu pergi, dia pun tidak pernah kembali lagi, tentu saja, lukisan itu sudah saya gantungkan di dinding dengan dua buah paku.

Sorenya, saat bertemu lagi dengannya di tengah jalan, saya melihatnya sedang membantu tukang kayu itu mengangkat sebuah gergaji mesin yang berat dari toko bangunan.

Ada begitu banyak orang seperti ini dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka berpikir kalau mau mengerjakan sesuatu dengan baik, maka harus tuntaskan dulu hal sebelumnya.

Untuk menuntaskan hal sebelumnya harus selesaikan dulu hal sebelumnya lagi, begitu seterusnya seperti contoh di atas.

Mereka bekerja melawan arus dan kembali ke titik nol, sampai tujuan awalnya terlupakan.

Orang-orang seperti itu sekilas tampak super sibuk, dari pagi sampai malam terlihat begitu lelah, padahal mereka sendiri tidak tahu apa yang sedang mereka sibukkan.

Dalam perjalanan hidup manusia, dimana setiap selesai berjalan beberapa saat, cobalah menoleh ke belakang sejenak, apakah masih bisa berjalan kembali sebeluam matahari terbenam atau berhenti saja.

Renungkan sejenak, tanyakan pada diri sendiri, “Siapakah saya? Kemana saya akan pergi? Apa yang akan saya lakukan?”

Mungkin dengan begitu bisa hidup dengan lebih sederhana tapi tepat pada intinya, tidak perlu terlalu jauh melangkah dan kehilangan jati diri. (jhn/rp)

fantizi5.com

Share

Video Popular