Doug melihat wajah para dokter dan tiba-tiba menyadari bahwa istrinya meninggal. Dia akan menjadi duda hari ini. Rasa takutnya kehilangan istri dan anaknya yang belum lahir tidak mengenal batas.

Bayi yang belum lahir mendapat penangan lebih dulu karena harus diselamatkan. Para dokter melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi itu dan melahirkan dengan cepat, jika tidak maka akan meninggal bersama ibunya.

Akhirnya para dokter berhasil membawa seorang gadis pirang sehat ke dunia, Gabriella kecil. Tapi Melanie sang ibu bayi itu tidak bergerak.

Pada saat itu, Melanie telah meninggal secara klinis selama 10 menit, diberi ventilasi artifisial dan dilakukan defibrilator sebanyak 4 kali.

Cairan amniotik telah memasuki sirkulasi tubuhnya dan menyebabkan serangan jantung, sementara arteri juga mengalami cedera pada saat operasi caesar. Saat itu perutnya penuh dengan 5 liter darah.

Para dokter khawatir bahwa kondisinya telah menyebabkan kerusakan permanen pada tubuhnya. Mereka beranggapan bahwa Melanie tidak akan pernah bernapas secara mandiri dan mungkin memerlukan transplantasi paru-paru dan jantung.

Zero survival, kata para dokter. Doug harus mengucapkan selamat tinggal padanya karena mereka hampir tidak memberi Melanie lebih banyak waktu.

Dengan hati yang berat dan menangis, suami tercintanya mendekat di tempat tidurnya dan berbisik pada Melanie: “Aku mencintaimu. Brady dan Ella cantik mencintaimu. Jika kamu mendapatkan kekuatan untuk bertarung dari suatu tempat, berjuanglah!”

Share

Video Popular