Erabaru.net. Secara medis, depresi terjadi karena adanya ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi di dalam otak, namun pernyataan sederhana ini tidak menjelaskan situasi serius penderita depresi.

Penelitian telah membuktikan bahwa depresi tidak diawali dengan kekurangan atau kelebihan zat kimia di otak.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan depresi seperti pengaturan suasana hati yang salah, masalah genetik, rutinitas hidup traumatis, pengobatan yang salah, dan penyakit medis lainnya.

Depresi akan membawa orang tersebut ke keadaan pikiran dimana tidak ada perasaan rasa senang.

Depresi secara langsung mempengaruhi secara negatif seperti cara Anda berpikir, merasakan dan bertindak.

Depresi menyebabkan kesedihan dan orang yang menderita depresi kehilangan minat dalam segala hal. Misalnya, kurangnya minat terhadap kegiatan yang dicintainya sebelumnya, penurunan kemampuan mental, dan sebagainya

Gejala umum depresi :

  • Suasa hati tertekan atau perasaan sedih sepanjang waktu
  • Sulit tidur atau tidur lebih dari biasanya
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Merasa bersalah, merasa kurang berharga, atau merasa seperti pecundang
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang luar biasa
  • Sulit konsentrasi atau sulit berpikir
  • Pikiran untuk bunuh diri

Apakah ketidakseimbangan kimia bertanggung jawab untuk depresi?

Memang benar bahwa ketidakseimbangan kimia juga menjadi penyebab depresi, namun bukan berarti hanya dengan kadar kimia yang rendah atau tinggi, hal itu bisa memicu depresi pada diri seseorang.

Sebenarnya, ada banyak reaksi kimia yang terjadi baik di dalam maupun di luar otak, tergantung pada suasana hati dan situasi. Semua reaksi kimia ini bertanggung jawab bagi seseorang untuk mengalami depresi.

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular