Petugas paramedis melakukan CPR saat dalam perjalanan ke rumah sakit

Meski desakan Leifkin bahwa dia belum siap untuk melewatinya, Leifkin mengira waktunya telah tiba.

“Saya pikir saya siap untuk check out, saya benar-benar melakukannya,” katanya.

Meski terlihat putus asa, paramedis melakukan semua yang mereka bisa untuk mengembalikan Leifkin. Mereka terus melakukan penekanan dada dan memaksa udara masuk ke paru-parunya.

Lalu, tiba-tiba, secara ajaib, Leifkin mulai bernapas lagi. Jantungnya mulai berdetak, dan fungsi vitalnya mulai distabilkan.

Dia masih membutuhkan perhatian medis yang mendesak, tapi dia sudah kembali dari ambang jurang. Dia membuktikan bahwa dia sebenarnya belum siap untuk pergi.

Pada ulang tahunnya yang ke- 91, Leifkin bisa menjalani kencan dengan istrinya

Tapi pertama-tama, Leifkin ingin mengucapkan terima kasih kepada petugas medis yang menyelamatkan hidupnya.

“Apakah itu penyelamat saya? Ya Tuhan saya cinta kamu! Saya sangat mencintaimu, Anda membuat saya memiliki kehidupan lain,” kata Joseph saat trio paramedis memasuki ruangan.

Dia memeluk mereka semua dan mencium di pipi. Masih terlalu lemah untuk berdiri tanpa menggunakan tongkat, dia malah bersandar ke depan di kursinya.

“Terimakasih, saya masih di sini. Jika bukan karena kalian, saya tidak akan berada di sini,” kata Leifkin.

Hal ini bermakna secara pribadi kepada para paramedis juga.

“Banyak dari kita ingin ayah kita kembali untuk sebuah liburan, jadi kita senang keluarganya memilikinya,” kata paramedis Corrine Flammer.

“Saya sangat mencintai istri saya dan dia mencintai saya. saya tidak bisa meninggalkannya,” kata Leifkin. “Saya tidak siap untuk pergi, saya harus berbuat lebih banyak.” (iin/yant)

Sumber: goodtimes.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular