Erabaru.net. Ketika seorang filantropis Kenneth Behring melintasi San Francisco Bay Area pada tahun 1990 an, dia tiba-tiba menyadari bahwa dompetnya telah hilang.

Asistennya  dengan cemas berkata, “Mungkin Anda kehilangan dompet  saat berjalan pagi melalui daerah kumuh di Berkeley. Apa yang bisa kita lakukan sekarang? ”

Behring dengan enggan berkata: “Kita hanya bisa menunggu orang yang mengambil dompet saya untuk menghubungi kita.”

Dua jam kemudian asisten Behring dengan kecewa memberi tahu Behring, “Baiklah, jangan sia-siakan waktu kita menunggu seseorang yang tinggal di daerah kumuh untuk mengembalikan dompet Anda. Kita sama sekali tidak bisa berharap banyak dari orang-orang ini. ”

Behring berkata dengan tenang, “Tidak, saya masih ingin menunggu dan melihat.”

Asistennya bingung: “Orang yang mengambil dompet Anda bisa menghubungi kita dengan mudah karena ada kartu nama di dompet Anda. Hanya perlu beberapa menit untuk menelepon. Kita telah menunggu sepanjang sore. Sepertinya orang yang mengambil dompet itu tidak berniat mengembalikannya kepada Anda.”

Behring bersikeras bahwa dia akan terus menunggu. Sore berganti ke malam dan tiba-tiba, telepon berdering. Orang yang menelepon adalah orang yang mengambil dompet Behring. Dia ingin Behring mengambil dompetnya di Kata Street.

Share

Video Popular