Erabaru.net. Pada suatu kali, ada seekor gagak yang sangat tidak puas dalam hidupnya. Dia sering berkeliaran ke sana ke mari.

Suatu hari dia melihat seekor angsa dan melihat bahwa angsa itu begitu putih, dan berpikir bahwa dirinya sendiri sangat hitam.

Angsa ini pasti adalah burung terindah di dunia. Dia menghampiri angsa dan berkata, “Kamu pasti burung paling bahagia di dunia. Kamu sangat putih dan sangat imut, semua orang pasti menyukaimu, sehingga tidak ada yang menyukaiku.”

Angsa menjawab, “Sebenarnya, saya merasa bahwa saya adalah burung terindah yang hidup, sampai saya melihat burung kakatua, yang memiliki dua warna dan saya pikir burung kakatua adalah burung paling bahagia di dunia ini.”

Lalu gagak mendekati burung kakatua dan mengatakan semuanya.

Kakatua menjelaskan, “Saya hidup bahagia sampai saya melihat seekor merak. Bulunya sangat indah dan berwarna-warni.

Lalu burung gagak itu mengunjungi burung merak di kebun binatang, dan melihat banyak orang yang berkumpul untuk melihatnya.

Setelah orang-orang pergi, burung gagak mendekati burung merak dan berkata, “Merak, kamu sangat cantik. Setiap hari ratusan orang datang menemuimu, tapi ketika ada yang melihatku mereka hanya ingin aku pergi. Saya pikir kamu pasti adalah burung paling indah di planet ini. ”

Merak berkata dengan sedih, “Saya selalu berpikir bahwa saya adalah burung yang paling indah dan bahagia di planet ini, tetapi karena keindahan ini, saya terjebak dalam sangkar dan dari waktu ke waktu saya berpikir bahwa saya akan senang hati jika bisa berkelana kemana-mana dengan bebas. Saya justru iri padamu gagak, kamu bisa bebas bepergian kemana-mana.”

Inilah masalah dasar manusia, seringkali kita membuat perbandingan dengan orang lain dan merasa sedih.

Seharusnya kita tidak melakukan perbandingan yang tidak perlu dengan siapapun, dan segera keluar dari lingkaran ketidakbahagian.

Anda punya uang satu juta merasa miskin melihat orang lain yang punya satu miliar.

Anda punya uang satu juta merasa kaya melihat orang lain mempunyai hanya sepuluh ribu.

Sesungguhnya semua hanya ada di kepala kita. Rahasia kebahagiaan adalah menghargai apa yang Tuhan telah berikan kepada kita dan berhenti melakukan perbandingan yang hanya akan menyebabkan ketidakbahagiaan. (asmanih/rp)

Video Rekomendasi:

Tiada Ikan pada Air Jernih. Tiada Pendukung Jika Tidak toleran

Share

Video Popular