Erabaru.net. Saat belanjaan melebihi batas anggaran, sebagian orang biasanya akan menggerutu bulan depan “makan tanah”. Di satu sisi, itu menunjukkan bahwa belanjaannya sudah kelewat batas, dan di sisi lain, itu berarti dompet pun habis terkuras karena terlalu banyak belanja.

Namun, memang ada “Kaum pemakan tanah” di dunia, mereka tidak hanya makan tanah, tetapi juga cara makannya juga beragam. Banyak orang kulit hitam memiliki tradisi makan tanah.

Sepanci “kue tanah atau kue yang terbuat dari lumpur” segar siap dihidangkan, tampak seorang penduduk setempat sedang menata kue tanah yang akan segera dibagikan untuk semua orang.

Wanita Afrika tampak sangat menikmati kue lumpur. Di mata mereka, tanah adalah ibu, dan makan tanah dapat menyerap banyak nutrisi.

Astaga! Lihatlah lidah anak-anak sampai berubah setelah makan tanah.


Orang-orang Afrika mencampurkan air dan lumpur, lalu membentuknya menjadi kue, kemudian menyantapnya setelah dijemur kering.

Semua “kue lumpur” ini dijemur dibawah terik sinar Matahari sampai airnya kering dan bakterinya mati, dengan begitu aroma kue lumpur baru akan terasa.

Beberapa negara di Afrika juga akan mencampur beberapa kue lumpur dengan kacang dan memakannya bersama setelah matang, dan rasanya tentu lebih nendang sampai ke ulu hati, tentu ini bagi mereka.

Wanita ini tampak mengambil kue lumpur dari ember, kemudian dituang ke dalam cetakan, setelah itu dijemur di bawah sinar Matahari.

Hasil cetakan kue lumpurnya tampak indah menggoda, tertata rapi.

Wanita Afrika sedang membuat kue tanah. Tentu saja, tidak semua tanah bisa dimakan.

Orang Afrika menggali lapisan tanah, mengambil tanah merah beberapa meter di bawah tanah, kemudian memilah-milah kerikil dan kotoran lain, lalu dibentuk menjadi tanah dengan tekstur lembut keras dari campuran air, kemudian dikeringkan sekaligus membasmi bakteri dengan api.

Wanita ini sedang menjemur kue lumpur.

Di Afrika Selatan, ada ahli yang melakukan penelitian yang menarik dan menemukan bahwa tanah mengandung 65 elemen yang dibutuhkan tubuh manusia.

Penduduk di sini menggunakan tanah liat untuk mengobati penyakit seperti disentri dan kolera.

Sebenarnya, tidak hanya orang Afrika makan tanah, beberapa kelompok etnis di Swedia, Finlandia, dan negara lain juga ada yang memakan tanah.

Kue lumpur ini juga bisa mengekspresikan nuansa dan rasa rindu akan kampung halaman mereka. Banyak orang Afrika masih akan merindukan kue kampung halaman mereka setelah mereka pergi ke luar negeri.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular