Erabaru.net. Pernahkah Anda berkeluh kesah atau menggerutu bahwa Tuhan tidak adil terhadap nasibmu, Anda merasa iri melihat orang lain yang hidup dalam kebahagiaan, sementara Anda sendiri harus hidup dalam penderitaan?

Sebenarnya, setiap orang memiliki definisinya masing-masing terhadap kebahagiaan, bahkan definisi seperti itu akan terus berubah setelah orang yang bersangkutan mencapai keinginannya.

Seperti kata pepatah, “Keserakahan manusia itu tidak pernah berakhir”.

Keserakahan (ambisi) bukanlah sesuatu yang buruk, sebaliknya, keserakahan seperti itu dapat menjadi kekuatan pendorong orang-orang untuk menggapai kebahagiaannya. Namun, perlu anda ketahui bahwa hasrat yang berlebihan dalam mengejar keinginan duniawi dan mengabaikan apa yang telah Anda miliki itu bisa menyimpangkan jalur kehidupan yang ingin Anda raih, dan Anda harus merenung jika sudah terjadi penyimpangan seperti ini.

Ketika orang-orang hidup dalam kemiskinan, mereka akan mengejar apa yang tidak mereka miliki dan berusaha keras mencari uang (bekerja) untuk hidup yang lebih nyaman.

Sementara itu, ada orang yang ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain, agar sebagian besar orang di masyarakat mengenal sosok mereka.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang kaya, apa yang akan mereka irikan dan inginkan?

Bisa berupa cinta sejati dan persahabatan yang tulus, karena mereka berpikir bahwa sebagian besar orang-orang di sekeliling mereka itu akan berkumpul dalam lingkaran mereka karena uang.

Anda dapat menyaksikan video ini untuk memahami bahwa iri itu sebenarnya selalu ada, terlepas Anda berada dalam lapisan sosial apa pun, dan tidak peduli kaya atau miskin, rasa iri itu selalu ada.

Di sini, kita berharap orang-orang mengerti bahwa tidak ada yang salah dengan iri hati, begitu juga dengan hasrat yang ingin digapai.

Tetapi, tolong jangan abaikan apa yang telah Anda miliki dan hargailah mereka, jangan sampai Anda baru menyesal setelah kehilangan mereka di kemudian hari. (jhn/elg)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular