Erabaru.net. Otoritas Mesir mengumumkan arkeolog telah menemukan seni cadas atau rock art berusia diperkirakan berusia 3.500 tahun yang menggambarkan benteng, keledai dan domba di Gurun Timur, Mesir.

‎(Facebook Ministry of Antiquities Mesir)

Kementerian Purbakala Mesir Rabu (13/06/2018) seperti dilansir Arabnews mengatakan arkeolog menemukannya di Wadi Umm Tineidba.

Tim yang menemukan ini terdiri ilmuwan  Mesir-Amerika dari Universitas Yale, termasuk setidaknya tiga ahli dari seni cadas.

Kepala misi tim ini, John Coleman Darnielen mengatakan penemuan ini memberikan bukti terhadap kelangsungan dan interaksi gaya artistik Gurun Timur dan Lembah Nil.

Menurut John Coleman, tim telah menemukan setidaknya tiga konsentrasi seni cadas  di Wadi Umm Tineidba. Seni cadas di situs-situs ini mengungkap tablo penting dari Naqada II dan Naqada III  (sekitar 3500-3100 SM).

Salah satu gambar yang sangat mengesankan (mungkin dari sekitar 3300 SM) termasuk penggambaran besar-besaran binatang, termasuk banteng, jerapah,  domba dan keledai.

Melansir dari Facebook Kementerian Purbakala Mesir, Kepala Sektor Kuno Kepurbakalaan Mesir di Kementerian Purbakala Mesir, Dr. Ayman Ashmawy menjelaskan misi ini menemukan kekayaan material arkeologi dan epigrafi: area kerja batu yang mengungkap aktivitas beberapa periode.

Menurut dia, temuan ini ikut mengungkapkan berbagai konsentrasi seni cadas Mesir Kuno, terutama dari tanggal Predynastic dan Protodynastic; penguburan tumuli dari Periode Protodinamik; dan  zaman Roma Akhir yang “enigmatic” lainnya yang tidak tercatat.

Ayman mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya situs ini yang dikenal sebagai  “Oasis” yang hilang dari aktivitas Kuno di Gurun Timur dan situs kuno yang baru diakui di Bir Umm Tineidba.

Dia menambahkan, Situs “oasis” ini sesungguhnya di Gurun Timur disebutkan mewakili  situs arkeologi penting dan epigrafi di area Gurun Timur yang dulunya diyakini tidak memiliki sisa-sisa purba.

Pada saat sebelum penemuan naskah hieroglif, seni cadas seperti ini memberikan petunjuk penting bagi agama dan komunikasi simbolis dari bangsa Mesir Kuno.

Hieroglif adalah seni yang digunakan masyarakat Mesir kuno. Adapaun Hieroglif Mesir merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia.

Atas temuan ini, Mesir berharap akan mendorong pariwisata karena terus berjuang untuk menghidupkan kembali ekonominya setelah bertahun-tahun dilanda kekisruhan. (asr)

Share

Video Popular