Praktisi korban penganiayaan mengungkap kejahatan PKT

Keluarga praktisi korban penganiayaan PKT yang baru-baru ini berhasil meninggalkan Tiongkok, Liu Dexi, istrinya Luo Sujuan dan putri mereka Lisa Liu tiba di AS setengah tahun silam. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti parade anti-penganiayaan untuk pertama kalinya ini, mengatakan bahwa semoga lebih banyak orang memahami kebahagiaan yang dirasakan dalam kehidupan keluarga praktisi Falun Gong dan mengenali kebrutalan PKT melalui klarifikasi fakta dan pawai.

Praktisi Falun Gong Liu Dexi (tengah), Luo Sujuan (kiri) dan putri mereka Lisa Liu dari Zhejiang, Tiongkok. (Li Chen / Epoch Times)

Liu Dexi adalah seorang pengusaha sukses dan memiliki pendapatan tahunan ratusan ribu yuan. Pada tahun 1999 sebelum PKT menganiaya Falun Gong. Ia sudah mulai berlatih dan kemudian mengubah kebiasaan buruk dari perjudian, mengembalikan kelebihan pembayaran dari relasinya atau tidak mau mengambil keuntungan dari kesalahan orang lain. Sampai-sampai relasi memujinya : “Belum pernah bertemu orang baik seperti dia selama saya hidup.”

Karena keyakinannya pada Sejati-Baik-Sabar, Liu Dexi mengalami 13 tahun penjara dan siksaan di Tiongkok. Saat mengenang kembali kejadian yang dialami dalam sel isolasi di Pusat Penahanan Zhejiang Jiaojiang District ia mengatakan : “Dengan kaki diborgol dan satu tangan digantung pakai borgol pada besi di atas kepala selama sebulan membuat saya pingsan karena tak kuasa menahan rasa sakit yang luar biasa. Sekarang luka itu masih membekas di tangan.”

Pada 20 Agustus 2004, Liu Dexi dijatuhi hukuman ilegal 10 tahun penjara. Pada 16 Januari 2005 Liu Dexi berhasil melarikan diri dari kendaraan polisi dalam perjalanan mengirim Liu ke Rutan Keempat Zhejiang. Polisi sampai melepaskan tembakan ke arahnya.

“Tak menduga polisi 2 kali menembak saya” kenang Liu. “Saya mendengar desingan peluru yang lewat, Tidak mengena dan saya terus berlari. tetapi kemudian tenaga terkuras dan tertangkap oleh polisi yang terus mengejar. Saya diborgol lagi, diseret mereka sejauh kurang lebih 1 kilimeter lalu dilempar ke dalam kendaraan.”

Tidak saja Liu Dexi yang ditembak polisi. Menjelang tahun baru Imlek yang jatuh di bulan Pebruari tahun 2002, Liu Jing, Kepala Kantor 610 yang mengkhususkan diri sebagai lembaga penindasan Falun Gong, mengeluarkan perintah tembak kepada praktisi Falun Gong yang melakukan klarifikasi fakta di propinsi Jilin, Tiongkok. Ia mengklaim akan membasmi habis Falun Gong. Selanjutnya, insiden penembakan terhadap praktisi Falun Gong terjadi di provinsi-provinsi seperti Liaoning dan Heilongjiang.

Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, masyarakat dari semua lapisan yang mencintai keadilan mengulurkan tangan solidaritas. (Li Sha/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, (Edward/Epoch Times)

Membuat warga ibukota AS kagum

Banyak pejabat pemerintah dan masyarakat menyatakan kekaguman mereka atas parade tersebut.

Ny. Breadolyn McCarty-Jones, seorang karyawan pemerintah Washington DC mengatakan : “Saya belum pernah melihat parade sepanjang ini, banyak sekali partisipannya, mengagumkan, peserta parade memiliki dedikasi yang tinggi. Untuk tujuan yang sama, mereka sengaja datang untuk berkumpul meskipun belum tentu saling mengenal.”

Ny. Breadolyn McCarty-Jones, seorang karyawan pemerintah Washington DC (Li Chen/Epoch Times)

Ia mengatakan, Falun Gong adalah nilai universal, setiap individu seyogyanya bertindak mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, karena itu adalah informasi yang dibutuhkan umat manusia.

ia menambahkan bahwa informasi yang disampaikan dalam parade berkaitan dengan kejahatan komunisme memang benar adanya. “Komunisme menghancurkan umat manusia yang merupakan ancaman terbesar dunia, Ini adalah pesan yang benar, pesan ini adalah untuk semua orang”. “Kita perlu memberantas komunisme.”

Ms Holly, seorang wanita yang berkarir di pemerintahan mengatakan bahwa komunisme secara brutal menganiaya Falun Gong, senang bisa melihat para praktisi Falun Gong berpawai di sini untuk mengekspresikan permohonan mereka.

Seorang pegawai pemerintah bernama Sharron Johnson mengatakan : “Sejati-Baik-Sabar  merupakan nilai yang baik, ini adalah nilai-nilai yang diperlukan oleh komunitas kami. Saya ingin setiap orang menerima informasi ini” Dia mengatakan bahwa komunisme sangat jahat, ia percaya bahwa pesan ancaman komunisme terhadap kemanusiaan yang dikirimkan lewat pawai ini perlu terus disebarluaskan.

Michelle, pegawai Gedung Putih yang menyaksikan parade mengatakan bahwa ia memahami kebenaran Falun Gong, juga melihat pesan-pesan yang disampaikan dalam spanduk. Apa yang dilakukan PKT terhadap rakyatnya sendiri terlalu buruk.

Di pintu masuk samping Gedung Putih, beberapa pria berpakaian jas terus menonton pawai dengan sesekali saling berbisik. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa jumlah orang yang berbaris begitu banyak, tetapi mereka sangat tenang dan tertib, ada seseorang keluar dari  trotoar ke jalan, ia berbicara sendiri sambil melihat ke seluruh barisan di kejauhan, mengatakan bahwa begitu banyak orang, mereka tentu datang dari seluruh penjuru dunia.

Sejumlah warga mengaku bahwa pawai telah memberitakan kepada mereka tentang keberutalan PKT. Kasus pengambilan organ paksa dari tubuh hidup adalah perbuatan biadab yang harus segera dihentikan.

Thomas yang bekerja untuk teknologi informasi di kantor pemerintah federal mengatakan : “Saya terkejut, tidak sangka (praktisi Falun Gong) menjadi korban pengambilan paksa organ. Ini tidak saya ketahui sebelumnya. Jelas, ini harus dihentikan.”

Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Tulisan spanduk terdepan berbunyi Iblis komunisme sedang menguasai dunia kita. (Dai Bing/Epoch Times)

“Saya sekarang tertarik dengan Falun Gong. Parade yang melibatkan begitu banyak praktisi sungguh mengagumkan”, katanya. Ia menambahkan bahwa pesan yang disampaikan lewat pawai sangat bagus. ” Manusia perlu saling peduli, memberikan suara yang mendukung anti-penganiayaan, ikut dalam barisan anti-penindasan”.

Thomas juga mengatakan : “Saya setuju dengan pesan-pesan dalam spanduk” Iblis komunisme sedang menguasai dunia kita.

“Komunisme telah menyelinap hidup dalam dunia kita selama berpuluh-puluh tahun. Di tempat lain (di luar Tiongkok) juga membuktikan bahwa Partai Komunis itu jahat.”

James Roth bersama kedua temannya yang berdiri diam menyaksikan jalannya pawai memperkenalkan diri bahwa mereka pernah berkunjung ke Hongkong dan Taiwan.

James Roth menyaksikan pawai. (Li Chen/Epoch Times)

“Saya merasa sedih dengan rakyat Tiongkok yang hidup berpuluh-puluh tahun di bawah kekuasaan pemerintah komunis” kata Roth. Pawai membawa banyak pesan, ia setuju bahwa nilai-nilai yang dibawa Falun Gong adalah nilai yang diyakini AS. Inilah sebabnya mereka dapat mengekspresikan tuntutan di sini”

Menanggapi tulisan di spanduk yang berbunyi target akhir komunisme adalah menghancurkan umat manusia, James Roth mengatakan : “Saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan ini.”

“Komunisme terus mencoba untuk menghancurkan umat manusia, itu sudah pasti” Roth melanjutkan dengan mengatakan : “Ada kehidupan yang lebih tinggi yang menguasai alam semesta. Agama kita menjelaskan bahwa ada reinkarnasi setelah kematian, jiwa tak akan mati  dan kejahatan tidak pernah bisa menang.”

Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Tulisan spanduk terdepan berbunyi Target akhir komunisme adalah menghancurkan umat manusia. (Edward/Epoch Times)

Zhang Tianliang : Falun Gong adalah andalan peradaban umat manusia

Cendekiawan terkenal dan komentator Zhang Tianliang mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Partai Komunis adalah roh jahat yang tidak dibantah oleh diri Karl Marx. Apa yang disampaikan dalam kalimat pertama Manifesto Komunis menunjukkan bahwa roh yang sedang berkeliaran itu adalah iblis. Partai komunis menindas Falun Gong dengan tujuan akhir yang hendak dicapai adalah menghancurkan umat manusia”

Zhang Tianliang mengatakan : “Kita semua tahu bahwa partai komunis telah membunuh banyak orang, tetapi ia tidak kuasa untuk menghancurkan jiwa manusia. Dari sudut pandang orang yang beriman bahwa manusia selain terdiri dari raga juga memiliki jiwa. Setelah raga mati, jiwa masih akan reinkarnasi. Sehingga kematian raga bukan sesuatu yang mengerikan, tetapi yang ditakuti adalah kematian jiwa”

“Oleh karena itu, cara yang dilakukan komunisme adalah dengan merusak jiwa, menghancurkan moral, ketika moral manusia sudah jatuh ke titik paling rendah, jiwa tersebut akan dihancurkan oleh Sang Pencipta. Oleh karena itu, tidak bermoral, jiwa orang yang menjauhi Sang Pencipta akan dihancurkan. Partai Komunis menggiring manusia untuk percaya padanya dan menghalalkan perbuatan jahat, perilaku tak bermoral dengan tujuan akhir menghancurkan jiwa manusia.”

Zhang mengatakan : “Parade Falun Gong kali ini menyampaikan pesan penting berupa : Tujuan akhir partai komunis adalah menghancurkan umat manusia. Partai Komunis Tiongkok melalui menghancurkan budaya Tionghoa untuk menghancurkan manusia. karena budaya yang dianut bangsa Tionghoa adalah mempertahankan moral, menjunjung tinggi nilai moral.”

“Cara yang dilakukan partai komunis untuk negara Barat adalah melalui penetrasi, melalui pendidikan, hukum, seni, budaya dan lainnya untuk mencapai tujuan penghancuran. Juga termasuk  yang menyimpang dari agama. Sangat terselubung dan samar-samar.”

Ia percaya bahwa pesan yang dibawa praktisi dalam parade kali ini adalah : Kembali pada  Tradisional adalah Jalan Keluar bagi Manusia. Salah satu pendekatan untuk menghindari pemusnahan adalah dengan mengikuti arahan Sang Sadar melalui ceramah-ceramah Fa.

“Jika manusia ingin menghindari pemusnahan, maka harus meningkatkan kualitas moral. Untuk itu, menemukan jawaban melalui keyakinan, Moral dan budaya tradisional adalah ketentuan Sang Pencipta, dengan kembalinya moralitas tradisional manusia ada harapan.  Pada saat itu, manusia akan menjalin kontak dengan Sang Pencipta dan menemukan saluran untuk berkomunikasi denganNya.”

Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, (Ji Huan/Epoch Times)

“Praktisi Falun Gong menentang penganiayaan sudah berlangsung selama 19 tahun. Praktisi terus bertahan meski PKT tidak menganiaya mereka. Setelah bertahun-tahun penindasan oleh PKT, hanya kelompok Falun Gong yang tidak dapat ditumbangkan”.

Zhang kemudian mengatakan : “Sebab itu dapat dikatakan bahwa Falun Gong telah menjadi andalan peradaban manusia. Hanya Falun Gong yang mampu menahan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok, Hanya Falun Gong masih mampu menyebarkan nilai keimanan. Ini adalah fenomena yang sangat layak untuk memperoleh perhatian dan penelitian.”

Zhang Tianliang percaya bahwa hari ini, ketika pemerintahan Trump sedang berkuasa, praktisi Falun Gong berparade ke Washington untuk menunjukkan energi positif mereka. “Trump menghormati dan menghargai nilai-nilai moral tradisional dan agama. Pada saat ini, praktisi Falun Gong ke Washington untuk menggaungkan perhatian terhadap nilai-nilai tradisional dan meneladaninya. Kekuatan yang paling ditakut Partai Komunis Tiongkok telah tiba di Washington, ini adalah manifestasi dari energi positif.” (Sin/asr)

Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Indonesia. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Rusia. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Turki. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Austria. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari India. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Rumania. (Ji Huan/Epoch Times)
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Israel. (Ji Huan/Epoch Times)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular