- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Pesan Spanduk Parade Akbar Falun Gong di Washington Mengguncang Ibu Kota AS

oleh Li Chen – Epochtimes.com

Pada 20 Juni 2018 siang, dengan iringan musik marching band yang harmonis dari Tian Guo Marching Band. Sejumlah praktisi Falun Gong yang datang dari seluruh dunia berkumpul di pusat politik dunia – Washington DC, untuk memulai parade akbar anti-penganiayaan terhadap Falun Gong.

Barisan parade berjalan dengan rapi, para praktisi Falun Gong dengan wajah penuh damai mengekspresikan tuntutan melalui spanduk di tangan mereka : Stop Menganiaya Falun Gong, Akhiri Penganiayaan dengan Dibubarkannya PKT, Iblis Komunisme Sedang Menguasai Dunia Kita, Target Akhir dari Komunisme adalah Menghancurkan Umat Manusia.

Spanduk lainnya bertuliskan :  Falun Dafa Baik, Dunia Membutuhkan Sejati-Baik-Sabar, Kembali pada Tradisional adalah Jalan Keluar bagi Manusia, Pemulihan Moral adalah Jalan Keluar Umat Manusia, dan lain sebagainya.

[1]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Barisan depan adalah Tian Guo Marching Band. (Mark Zou/Epoch Times)

Barisan parade berangkat dari Capitol Hill, berjalan melalui Pennsylvania Avenue, Constitution Avenue, Gedung Putih menuju depan Monumen Washington dengan seluruh panjang perjalanan kira-kira 2,4 mil, dan menghabiskan waktu sekitar 3 jam.

Dikarenakan parade berlangsung pada waktu siang hari, banyak pejabat pemerintah, termasuk staf Gedung Putih dan lembaga lainnya yang kebetulan sedang menuju makan siang di luar bisa melihat barisan parade, dan kebanyak dari mereka mengambil gambar atau video dengan menggunakan ponsel dan kamera.

Tak hanya itu, terlihat banyak masyarakat yang diam-diam berdiri untuk waktu yang lama sambil menonton. Mereka mengatakan parade luar biasa, mencengangkan. Spanduk telah menyampaikan informasi penting dengan resonansi terpusat pada : Nilai Sejati-Baik-Sabar yang ditaburkan Falun Gong adalah nilai milik semua umat manusia, komunisme adalah ancaman bagi seluruh dunia dan sifat manusia.

Tahun ini adalah tahun ke 19 praktisi Falun Gong yang datang dari seluruh dunia bergabung di Washington DC untuk mengadakan parade anti-penganiayaan.

20 Juli 1999, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin dengan alasan prinsip Falun Gong yang Sejati-Baik-Sabar berbeda dengan ideologi Partai Komunis Tiongkok kemudian memerintahkan tindakan tidak saja keras tapi biadab.

Menurut statistik yang tidak lengkap, selama 19 tahun penganiayaan terhadap Falun Gong, setidaknya 4.226 orang praktisi Falun Gong tewas dianiaya, dan tak terhitung jumlahnya praktisi Falun Gong [2] lainnya mengalami penculikan, dihukum secara ilegal, disiksa bahkan menjadi korban pengambilan paksa organ tubuh mereka secara hidup-hidup.

[3]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, masyarakat dari semua lapisan yang mencintai keadilan mengulurkan tangan solidaritas. (Li Sha/Epoch Times)

Fan Linsha, juru bicara kegiatan parade kali ini mengatakan : “Keteguhan para praktisi Falun Gong sedunia melakukan parade anti-penganiayaan selama 19 tahun berturut-turut telah membuktikan kekuatan dari karakteristik alam semesta yang Sejati-Baik-Sabar”.

“Para praktisi Falun Gong adalah pribadi-pribadi yang menerima manfaat dari kultivasi, jika mereka tidak dengan gigih mengklarifikasi fakta, maka tidak ada orang yang mengetahui apa itu Falun Dafa atau Falun Gong,” ungkapnya.

“Sejak penganiayaan dimulai, kita semua tidak tahu bagaimana melakukannya, kita hanya duduk di lapangan berumput di bawah terik matahari depan Capital Hall untuk melakukan latihan Falun Gong. Kemudian kita menyadari bahwa kita harus pergi ke Kongres untuk menemui anggota Kongres yang dapat mewakili kita. Selain itu melakukan klarifikasi fakta secara internasional, meminta bantuan dan kemudian berkembang lagi menggunakan cara pawai untuk memberitakan kebenaran,” tambahnya.

Fan Linsha mengatakan : “Dalam sejarah PKT, siapa saja yang akan digulingkan oleh PKT tidak akan mampu bertahan sampai 3 hari. Tapi Falun Gong tetap bertahan dan makin kuat meskipun telah mengalami penganiayaan selama 19 tahun. Melalui klarifikasi kebenaran dengan cara damai dan rasional yang dilakukan praktisi Falun Gong di seluruh pelosok dunia, membuat lebih banyak orang memahami kebenaran, dan mengetahui perbuatan-perbuatan jahat yang dilakukan Jiang Zemin dan Partai Komunis Tiongkok.”

Suara hati dari seorang pengusaha terkenal Silicon Valley

Salah seorang praktisi Falun Gong yang berpartisipasi dalam parade akbar adalah Chris Kitze, seorang pengusaha terkenal dari Silicon Valley di Amerika Serikat. Chris Kitze adalah pendiri, kepala CEO juga mitra dari banyak perusahaan teknologi tinggi. Dalam 25 tahun terakhir, ia  menciptakan perusahaan yang memiliki nilai pasar lebih dari USD. 7 miliar. Dia juga melakukan bisnis di Singapura, kali ini dia sengaja terbang selama 21 jam dari Singapura untuk ikut pawai.

[4]
Chris Kitze, seorang pengusaha terkemuka di Silicon Valley juga seorang praktisi Falun Gong. (Li Chen / Epoch Times)

Bagi Chris Kitze, berlatih Falun Gong adalah untuk memahami prinsip-prinsip hukum tingkat tinggi dari alam semesta dan untuk menjadi orang yang lebih baik menurut pemahaman ini. Dia berkata : “Tidak mudah untuk bisa datang ke mari, karena sama saja dengan terbang mengelilingi setengah dari bola bumi. Tetapi ini penting bagi saya, karena selain bisa bertemu dengan lebih banyak praktisi, tetapi juga saling belajar demi meningkatkan pemahaman saya terhadap hukum alam semesta”

Kitze menjelaskan bahwa, ketika ia mengetahui bahwa praktisi Falun Gong di daratan Tiongkok masih bisa tetap tenang dalam menghadapi penyiksaan fisik, penjara, dan bahkan pengambilan organ, dan masih bertahan dengan mengikuti konsep Sejati-Baik-Sabar untuk menjalankan kehidupan, ia memiliki keinginan untuk menggali kemudian ikut berlatih Falun Gong.

Hal yang paling menggugah hati Kitze adalah bahwa betapa besarnya jiwa praktisi Falun Gong tidak bersalah yang telah dipenjara dan dianiaya masih memiliki belas kasihan yang besar kepada penjaga penjara mereka. Ia berkata : “Saya tahu saya juga ingin menjadi orang seperti mereka.”

Chris Kitze merasa terlambat dalam bertemu dengan Falun Gong. Ia mengatakan : “Saya pikir sudah cukup lama saya dalam mencari metode kultivasi semacam ini.”

Sementara Falun Dafa dalam sekejap telah membawa banyak perubahan dalam hidupnya. “Saya berhenti minum minuman keras, seolah-olah berhenti minum seketika, tidak terjadi ketagihan dan pengaruh lainnya, terjadi begitu alami”

Ia juga menjelaskan mengapa tertarik untuk berlatih Falun Gong. “Pertama adalah tak seorang pun mengkaitkan latihan dengan uang, karena dalam masyarakat kita hari ini tampaknya semua kegiatan dihubungkan dengan uang, padahal uang telah menghancurkan terlalu banyak hal, tetapi Falun Dafa tidak melibatkan uang.”

“Selain itu, Dafa dapat membangkitkan budaya tradisional, mengubah hati dan pikiran orang, menyulutkan api welas asih dalam hati manusia yang mulai padam. Membuat setiap individu praktisi berinterospeksi diri dan menghilangkan pikiran untuk mencari kesalahan orang lain,” tambahnya.

“Saya telah menerima manfaat besar dari Falun Dafa”, kata Kitze.

“Bagi saya, Falun Dafa berarti mengubah hati kita sendiri, memurnikan jiwa nurani kita sendiri, berarti memahami hukum alam semesta yang bertanggung jawab atas segala kehidupan dalam alam jagad. Falun Dafa membantu Anda memahami prinsip-prinsip hukum yang lebih tinggi dan menerapkannya dalam kehidupan,” paparnya.

Seluruh Gerbang Dafa telah terbuka, bagi siapa saja yang mencintai konsep Sejati-Baik-Sabar, semua dapat menjadi kultivator.

Praktisi korban penganiayaan mengungkap kejahatan PKT

Keluarga praktisi korban penganiayaan PKT yang baru-baru ini berhasil meninggalkan Tiongkok, Liu Dexi, istrinya Luo Sujuan dan putri mereka Lisa Liu tiba di AS setengah tahun silam. Mereka sangat bersemangat dalam mengikuti parade anti-penganiayaan untuk pertama kalinya ini, mengatakan bahwa semoga lebih banyak orang memahami kebahagiaan yang dirasakan dalam kehidupan keluarga praktisi Falun Gong dan mengenali kebrutalan PKT melalui klarifikasi fakta dan pawai.

[5]
Praktisi Falun Gong Liu Dexi (tengah), Luo Sujuan (kiri) dan putri mereka Lisa Liu dari Zhejiang, Tiongkok. (Li Chen / Epoch Times)

Liu Dexi adalah seorang pengusaha sukses dan memiliki pendapatan tahunan ratusan ribu yuan. Pada tahun 1999 sebelum PKT menganiaya Falun Gong. Ia sudah mulai berlatih dan kemudian mengubah kebiasaan buruk dari perjudian, mengembalikan kelebihan pembayaran dari relasinya atau tidak mau mengambil keuntungan dari kesalahan orang lain. Sampai-sampai relasi memujinya : “Belum pernah bertemu orang baik seperti dia selama saya hidup.”

Karena keyakinannya pada Sejati-Baik-Sabar, Liu Dexi mengalami 13 tahun penjara dan siksaan di Tiongkok. Saat mengenang kembali kejadian yang dialami dalam sel isolasi di Pusat Penahanan Zhejiang Jiaojiang District ia mengatakan : “Dengan kaki diborgol dan satu tangan digantung pakai borgol pada besi di atas kepala selama sebulan membuat saya pingsan karena tak kuasa menahan rasa sakit yang luar biasa. Sekarang luka itu masih membekas di tangan.”

Pada 20 Agustus 2004, Liu Dexi dijatuhi hukuman ilegal 10 tahun penjara. Pada 16 Januari 2005 Liu Dexi berhasil melarikan diri dari kendaraan polisi dalam perjalanan mengirim Liu ke Rutan Keempat Zhejiang. Polisi sampai melepaskan tembakan ke arahnya.

“Tak menduga polisi 2 kali menembak saya” kenang Liu. “Saya mendengar desingan peluru yang lewat, Tidak mengena dan saya terus berlari. tetapi kemudian tenaga terkuras dan tertangkap oleh polisi yang terus mengejar. Saya diborgol lagi, diseret mereka sejauh kurang lebih 1 kilimeter lalu dilempar ke dalam kendaraan.”

Tidak saja Liu Dexi yang ditembak polisi. Menjelang tahun baru Imlek yang jatuh di bulan Pebruari tahun 2002, Liu Jing, Kepala Kantor 610 yang mengkhususkan diri sebagai lembaga penindasan Falun Gong, mengeluarkan perintah tembak kepada praktisi Falun Gong yang melakukan klarifikasi fakta di propinsi Jilin, Tiongkok. Ia mengklaim akan membasmi habis Falun Gong. Selanjutnya, insiden penembakan terhadap praktisi Falun Gong terjadi di provinsi-provinsi seperti Liaoning dan Heilongjiang.

[6]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, masyarakat dari semua lapisan yang mencintai keadilan mengulurkan tangan solidaritas. (Li Sha/Epoch Times)
[7]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, (Edward/Epoch Times)

Membuat warga ibukota AS kagum

Banyak pejabat pemerintah dan masyarakat menyatakan kekaguman mereka atas parade tersebut.

Ny. Breadolyn McCarty-Jones, seorang karyawan pemerintah Washington DC mengatakan : “Saya belum pernah melihat parade sepanjang ini, banyak sekali partisipannya, mengagumkan, peserta parade memiliki dedikasi yang tinggi. Untuk tujuan yang sama, mereka sengaja datang untuk berkumpul meskipun belum tentu saling mengenal.”

[8]
Ny. Breadolyn McCarty-Jones, seorang karyawan pemerintah Washington DC (Li Chen/Epoch Times)

Ia mengatakan, Falun Gong adalah nilai universal, setiap individu seyogyanya bertindak mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, karena itu adalah informasi yang dibutuhkan umat manusia.

ia menambahkan bahwa informasi yang disampaikan dalam parade berkaitan dengan kejahatan komunisme memang benar adanya. “Komunisme menghancurkan umat manusia yang merupakan ancaman terbesar dunia, Ini adalah pesan yang benar, pesan ini adalah untuk semua orang”. “Kita perlu memberantas komunisme.”

Ms Holly, seorang wanita yang berkarir di pemerintahan mengatakan bahwa komunisme secara brutal menganiaya Falun Gong, senang bisa melihat para praktisi Falun Gong berpawai di sini untuk mengekspresikan permohonan mereka.

Seorang pegawai pemerintah bernama Sharron Johnson mengatakan : “Sejati-Baik-Sabar  merupakan nilai yang baik, ini adalah nilai-nilai yang diperlukan oleh komunitas kami. Saya ingin setiap orang menerima informasi ini” Dia mengatakan bahwa komunisme sangat jahat, ia percaya bahwa pesan ancaman komunisme terhadap kemanusiaan yang dikirimkan lewat pawai ini perlu terus disebarluaskan.

Michelle, pegawai Gedung Putih yang menyaksikan parade mengatakan bahwa ia memahami kebenaran Falun Gong, juga melihat pesan-pesan yang disampaikan dalam spanduk. Apa yang dilakukan PKT terhadap rakyatnya sendiri terlalu buruk.

Di pintu masuk samping Gedung Putih, beberapa pria berpakaian jas terus menonton pawai dengan sesekali saling berbisik. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa jumlah orang yang berbaris begitu banyak, tetapi mereka sangat tenang dan tertib, ada seseorang keluar dari  trotoar ke jalan, ia berbicara sendiri sambil melihat ke seluruh barisan di kejauhan, mengatakan bahwa begitu banyak orang, mereka tentu datang dari seluruh penjuru dunia.

Sejumlah warga mengaku bahwa pawai telah memberitakan kepada mereka tentang keberutalan PKT. Kasus pengambilan organ paksa dari tubuh hidup adalah perbuatan biadab yang harus segera dihentikan.

Thomas yang bekerja untuk teknologi informasi di kantor pemerintah federal mengatakan : “Saya terkejut, tidak sangka (praktisi Falun Gong) menjadi korban pengambilan paksa organ. Ini tidak saya ketahui sebelumnya. Jelas, ini harus dihentikan.”

[9]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Tulisan spanduk terdepan berbunyi Iblis komunisme sedang menguasai dunia kita. (Dai Bing/Epoch Times)

“Saya sekarang tertarik dengan Falun Gong. Parade yang melibatkan begitu banyak praktisi sungguh mengagumkan”, katanya. Ia menambahkan bahwa pesan yang disampaikan lewat pawai sangat bagus. ” Manusia perlu saling peduli, memberikan suara yang mendukung anti-penganiayaan, ikut dalam barisan anti-penindasan”.

Thomas juga mengatakan : “Saya setuju dengan pesan-pesan dalam spanduk” Iblis komunisme sedang menguasai dunia kita.

“Komunisme telah menyelinap hidup dalam dunia kita selama berpuluh-puluh tahun. Di tempat lain (di luar Tiongkok) juga membuktikan bahwa Partai Komunis itu jahat.”

James Roth bersama kedua temannya yang berdiri diam menyaksikan jalannya pawai memperkenalkan diri bahwa mereka pernah berkunjung ke Hongkong dan Taiwan.

[10]
James Roth menyaksikan pawai. (Li Chen/Epoch Times)

“Saya merasa sedih dengan rakyat Tiongkok yang hidup berpuluh-puluh tahun di bawah kekuasaan pemerintah komunis” kata Roth. Pawai membawa banyak pesan, ia setuju bahwa nilai-nilai yang dibawa Falun Gong adalah nilai yang diyakini AS. Inilah sebabnya mereka dapat mengekspresikan tuntutan di sini”

Menanggapi tulisan di spanduk yang berbunyi target akhir komunisme adalah menghancurkan umat manusia, James Roth mengatakan : “Saya sepenuhnya setuju dengan pernyataan ini.”

“Komunisme terus mencoba untuk menghancurkan umat manusia, itu sudah pasti” Roth melanjutkan dengan mengatakan : “Ada kehidupan yang lebih tinggi yang menguasai alam semesta. Agama kita menjelaskan bahwa ada reinkarnasi setelah kematian, jiwa tak akan mati  dan kejahatan tidak pernah bisa menang.”

[11]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Tulisan spanduk terdepan berbunyi Target akhir komunisme adalah menghancurkan umat manusia. (Edward/Epoch Times)

Zhang Tianliang : Falun Gong adalah andalan peradaban umat manusia

Cendekiawan terkenal dan komentator Zhang Tianliang mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Partai Komunis adalah roh jahat yang tidak dibantah oleh diri Karl Marx. Apa yang disampaikan dalam kalimat pertama Manifesto Komunis menunjukkan bahwa roh yang sedang berkeliaran itu adalah iblis. Partai komunis menindas Falun Gong dengan tujuan akhir yang hendak dicapai adalah menghancurkan umat manusia”

Zhang Tianliang mengatakan : “Kita semua tahu bahwa partai komunis telah membunuh banyak orang, tetapi ia tidak kuasa untuk menghancurkan jiwa manusia. Dari sudut pandang orang yang beriman bahwa manusia selain terdiri dari raga juga memiliki jiwa. Setelah raga mati, jiwa masih akan reinkarnasi. Sehingga kematian raga bukan sesuatu yang mengerikan, tetapi yang ditakuti adalah kematian jiwa”

“Oleh karena itu, cara yang dilakukan komunisme adalah dengan merusak jiwa, menghancurkan moral, ketika moral manusia sudah jatuh ke titik paling rendah, jiwa tersebut akan dihancurkan oleh Sang Pencipta. Oleh karena itu, tidak bermoral, jiwa orang yang menjauhi Sang Pencipta akan dihancurkan. Partai Komunis menggiring manusia untuk percaya padanya dan menghalalkan perbuatan jahat, perilaku tak bermoral dengan tujuan akhir menghancurkan jiwa manusia.”

Zhang mengatakan : “Parade Falun Gong kali ini menyampaikan pesan penting berupa : Tujuan akhir partai komunis adalah menghancurkan umat manusia. Partai Komunis Tiongkok melalui menghancurkan budaya Tionghoa untuk menghancurkan manusia. karena budaya yang dianut bangsa Tionghoa adalah mempertahankan moral, menjunjung tinggi nilai moral.”

“Cara yang dilakukan partai komunis untuk negara Barat adalah melalui penetrasi, melalui pendidikan, hukum, seni, budaya dan lainnya untuk mencapai tujuan penghancuran. Juga termasuk  yang menyimpang dari agama. Sangat terselubung dan samar-samar.”

Ia percaya bahwa pesan yang dibawa praktisi dalam parade kali ini adalah : Kembali pada  Tradisional adalah Jalan Keluar bagi Manusia. Salah satu pendekatan untuk menghindari pemusnahan adalah dengan mengikuti arahan Sang Sadar melalui ceramah-ceramah Fa.

“Jika manusia ingin menghindari pemusnahan, maka harus meningkatkan kualitas moral. Untuk itu, menemukan jawaban melalui keyakinan, Moral dan budaya tradisional adalah ketentuan Sang Pencipta, dengan kembalinya moralitas tradisional manusia ada harapan.  Pada saat itu, manusia akan menjalin kontak dengan Sang Pencipta dan menemukan saluran untuk berkomunikasi denganNya.”

[12]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, (Ji Huan/Epoch Times)

“Praktisi Falun Gong menentang penganiayaan sudah berlangsung selama 19 tahun. Praktisi terus bertahan meski PKT tidak menganiaya mereka. Setelah bertahun-tahun penindasan oleh PKT, hanya kelompok Falun Gong yang tidak dapat ditumbangkan”.

Zhang kemudian mengatakan : “Sebab itu dapat dikatakan bahwa Falun Gong telah menjadi andalan peradaban manusia. Hanya Falun Gong yang mampu menahan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok, Hanya Falun Gong masih mampu menyebarkan nilai keimanan. Ini adalah fenomena yang sangat layak untuk memperoleh perhatian dan penelitian.”

Zhang Tianliang percaya bahwa hari ini, ketika pemerintahan Trump sedang berkuasa, praktisi Falun Gong berparade ke Washington untuk menunjukkan energi positif mereka. “Trump menghormati dan menghargai nilai-nilai moral tradisional dan agama. Pada saat ini, praktisi Falun Gong ke Washington untuk menggaungkan perhatian terhadap nilai-nilai tradisional dan meneladaninya. Kekuatan yang paling ditakut Partai Komunis Tiongkok telah tiba di Washington, ini adalah manifestasi dari energi positif.” (Sin/asr)

[13]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Indonesia. (Ji Huan/Epoch Times)
[14]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Rusia. (Ji Huan/Epoch Times)
[15]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Turki. (Ji Huan/Epoch Times)
[16]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Austria. (Ji Huan/Epoch Times)
[17]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari India. (Ji Huan/Epoch Times)
[18]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Rumania. (Ji Huan/Epoch Times)
[19]
Pada 20 Juni 2018, praktisi Falun Gong mengadakan parade anti-penganiayaan di Capital AS Washington D.C, Gambar adalah praktisi dari Israel. (Ji Huan/Epoch Times)

Video Rekomendasi :