BEIJING – Sebuah formasi kapal perang Tiongkok telah mengadakan latihan tempur tiap hari selama lebih dari seminggu di perairan dekat Taiwan, media pemerintah Tiongkok mengatakan pada 26 Juni, di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan pulau yang diperintah sendiri tersebut.

Berita itu muncul saat Menteri Pertahanan AS Jim Mattis tiba di Tiongkok untuk perjalanan tiga hari.

Sejak 17 Juni, sekelompok kapal perang angkatan laut, termasuk pengawal Tipe 054A dan perusak Tipe 052C, telah melakukan latihan di dekat Taiwan, termasuk di Selat Bashi dan Selat Taiwan, kata 81.cn, publikasi resmi tentara Tiongkok.

“Latihan-latihan itu menguji kemampuan militer dan pelatihan pasukan perang, penerbangan, dan pertahanan pesisir, melalui pengorganisasian pelatihan tempur nyata di beberapa wilayah lautan,” katanya.

Tidak jelas apakah latihan tersebut telah berakhir.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal-kapal itu terus dipantau dan tidak ada alasan untuk waspada.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya, meskipun Taiwan menjadi negara demokrasi dengan konstitusi sendiri, pejabat terpilih, dan militer.

Dalam beberapa pekan terakhir, Beijing telah meningkatkan retorika agresif ancaman menyerang Taiwan, mengadakan latihan-latihan militer di dekat pulau itu, dan melakukan serangan-serangan peretasan terhadap militer Taiwan. Taipei mengecam tindakan tersebut sebagai intimidasi.

Tiongkok sering mengatakan pengakuan Amerika Serikat terhadap kebijakan “satu-Tiongkok” adalah dasar untuk hubungan dua arah, dan bahwa Taiwan adalah masalah paling sensitif dalam hubungan tersebut.

Tawaran-tawaran AS terhadap Taiwan, dari pembukaan kedutaan baru de facto sampai meloloskan UU Perjalanan Taiwan (Taiwan Travel Act), yang mendorong para pejabat AS untuk berkunjung, telah menyebabkan ketegangan yang meningkat antara Tiongkok dengan Amerika Serikat.

Amerika Serikat sedang mempertimbangkan mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan, pejabat AS mengatakan pada awal Juni. Perjananan seperti itu, yang seharusnya terjadi, dapat dilihat Taiwan sebagai tanda dukungan baru oleh Presiden Donald Trump.

Terakhir kali kapal induk AS melakukan transit di Selat Taiwan pada tahun 2007, selama pemerintahan George W. Bush, dan beberapa pejabat militer AS percaya bahwa transit kapal induk terlambat.

Permusuhan Tiongkok terhadap Taiwan telah meningkat sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokrat pro-kemerdekaan (DDP) memenangkan pemilihan presiden di pulau itu pada tahun 2016.

Pada tanggal 25 Juni, Tsai, ketika berbicara di sebuah forum di Taipei, menyerukan negara-negara demokratis di seluruh dunia untuk bersatu melawan Tiongkok dan “kekuatan-kekuatan anti-demokrasi” lainnya. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular