Seorang Tionghoa-Kanada yang mengaku bersalah telah mencuri rahasia dagang dari perusahaan kimia Amerika, Chemours, telah dijatuhi hukuman dan dideportasi ke Kanada.

Pada tanggal 27 Juni, pengadilan federal Delaware menghukum Jerry Jindong Xu dengan hukuman 10 bulan penjara, yang telah dia jalani saat ditahan.

Petugas keamanan pengadilan AS menggiring Xu keluar dari ruang sidang dan menuju penerbangan menuju Kanada di Bandara Internasional Philadelphia, menurut laporan oleh Delaware News Journal.

Xu, berusia 48 tahun, adalah warga negara Kanada yang dinaturalisasi yang lahir dan dibesarkan di Tiongkok. Dia sekarang dilarang memasuki Amerika Serikat lagi.

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Xu, ketika dipekerjakan di Chemours yang berbasis di Delaware antara tahun 2015 dan 2016, telah bersekongkol untuk mencuri puluhan file rahasia yang berisi informasi paten tentang cara memproduksi natrium sianida, bahan kimia industri yang sering digunakan dalam penambangan emas dan perak. Bahan kimia ini digunakan untuk mengekstraksi logam mulia dari bijih.

Xu mencuri dokumen-dokumen, foto, dan diagram-diagram yang berkaitan dengan pabrik produksi natrium sianida tersebut dengan maksud untuk mendirikan perusahaannya sendiri, yang diberi nama Xtrachemical, yang akan meminta investor di Tiongkok untuk membantu membangun pabrik sodium sianida di Kanada.

Dia bahkan meminta perjalanan pribadi ke pabrik natrium sianida Chemours di Memphis, Tennessee, diam-diam memotret diagram-diagram sistem pabrik tersebut.

Xu juga bersekongkol untuk membantu mengekspor produk-produk sodium sianida buatan Tiongkok, menggunakan perusahaannya Xtrachemical untuk memfasilitasi diskusi-diskusi dengan perusahaan Tiongkok.

“Jenis pencurian kekayaan intelektual ini, termasuk dalam hubungannya dengan Tiongkok, memiliki dampak negatif yang besar pada perekonomian kita,” kata Ketua Pengadilan Leonard P. Stark saat pengadilan pada 27 Juni, menurut News Journal.

Sebelum Chemours berpisah dari perusahaan kimia DuPont untuk menjadi perusahaan independen yang terpisah pada tahun 2015, Xu adalah karyawan DuPont di pos layanan perusahaan di Tiongkok antara tahun 2004 dan 2011. Xu adalah bagian dari Chemical Solutions Division, di mana dia memasarkan produk-produk berbasis sianida milik DuPont ke perusahaan-perushaan industri Tiongkok.

Pada saat itulah “ia mengembangkan hubungan luas dengan para pejabat di industri-industri sianida dan pertambangan negara tersebut,” menurut Jurnal Berita, mengutip jaksa.

Pada tahun 2011, Xu pindah ke Amerika Utara untuk pekerjaannya di DuPont dan kemudian menjadi karyawan Chemours pada tahun 2015. Xu bertindak dengan seorang rekan komplotannya yang tidak disebutkan namanya yang juga merupakan karyawan lama DuPont.

Pihak berwenang federal mampu menggagalkan rencana Xu sebelum dia bisa melaksanakannya. Xu belum memberikan informasi yang dicuri kepada siapapun sebelum penangkapannya pada Agustus 2017, menurut Asisten Jaksa AS Jamie McCall. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular