Paris – Seorang gembong gangster Perancis kabur setelah dikeluarkan dari penjara oleh orang-orang bersenjata berat. Dia melarikan diri dengan helikopter bajakan yang mendarat di penjara.

Terpidana Redoine Faid sedang menjalani hukuman 25 tahun penjara di selatan kota Paris, sebelum kabur. Dia terlibat perampokan bersenjata dan menyebabkan kematian seorang polisi wanita pada tahun 2010.

Faid adalah salah satu gangster paling terkenal di negara itu, dengan karir kriminal yang panjang. Dia pernah mengaku terinspirasi oleh film blockbuster Hollywood, seperti ‘Scarface’ dan ‘Heat’.

Menteri Hukum Perancis, Nicole Belloubet mengatakan helikopter itu mendarat di sebuah halaman di penjara yang tidak tertutupi oleh jaring apa pun.

“Ini adalah pelarian yang spektakuler. Ini adalah unit komando yang sangat dipersiapkan dengan baik, yang mungkin telah menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan survei terhadap daerah itu sebelumnya,” kata Belloubet kepada wartawan.

Sekitar 3.000 polisi Prancis kini dikerahkan dalam perburuan buronan, menurut sumber polisi. “Semua upaya sedang dilakukan untuk menemukan buronan itu,” kata seorang pejabat kementerian dalam negeri.

Dalam proses kaburnya terpidana, dua pria bersenjata dikabarkan melompat dari helikopter untuk membebaskan Faid dari ruang tamu penjara. Dua pria yang berpakaian serba hitam itu mengangkut terpidana yang sedang bertemu salah satu saudara laki-lakinya.

Mereka kemudian melanjutkan upaya untuk melarikan diri dengan helikopter. Seorang pria bersenjata ketiga menunggu di helikopter, agar pilot yang sedang disandera tidak kabur.

Tidak ada korban yang terluka dalam pelarian itu. Saudara terpidana yang sedang menemuinya langsung ditangkap oleh polisi.

“Mereka menggunakan pemotong beton untuk melewati pintu pertama dan gerbang, mereka kemudian kemudian pergi untuk mendapatkan-(Faid)-nya. Pelarian itu terjadi dalam hitungan menit,” kata petugas polisi, Jerome Nobecourt kepada Reuters.

Gangster bersenjata kemudian membebaskan pilot helikopter. Heli ditemukan dalam kondisi terbakar di utara Paris.

Sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa pilot itu adalah instruktur penerbangan yang sedang menunggu salah satu muridnya. Dia ditangkap dan dipaksa untuk terbang ke penjara.

Sebuah mobil kemudian juga ditemukan dibakar di tempat parkir pusat perbelanjaan. Polisi menduga mobil itu digunakan oleh para gangster untuk melarikan diri.

Sebuah menara pengawas penjara terlihat di penjara Reau, di pinggiran Paris, pada 24 September 2013. (Christian Hartmann/Reuters/File Photo/The Epoch Times)

Pelarian Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya Faid kabur dari penjara. Pada 2013, dia membawa empat sandera penjaga penjara dengan pistol, sebelum menggunakan dinamit untuk keluar dari penjara dan melarikan diri dengan mobil yang sudah menunggu. Semua sandera dibebaskan tanpa cedera kala itu.

Dia melarikan diri selama enam minggu dan mengubah penampilannya. Namun, berhasil polisi menangkapnya di sebuah hotel di kawasan industri di pinggiran Paris dengan seorang kaki tangannya.

Seorang karyawan hotel mengatakan kepada AFP pada saat itu, bahwa Faid berada di hotel selama beberapa hari. Dia membayar kamar hotel tersebut menggunakan uang tunai.

Sebelumnya, Faid pernah mendekam selama sepuluh tahun di dalam penjara. Dia dibebaskan pada tahun 2009 setelah berhasil meyakinkan petugas pembebasan bersyarat, bahwa dia telah bertobat.

Kekejamannya justru meningkat sejak dibebaskan. Terlebih setelah tampil di beberapa acara televisi dan menulis buku untuk menceritakan masa lalunya. Dia pun berubah menjadi penjahat sadis di pinggiran kota Paris yang keras.

Polisi menjulukinya ‘Penulis’, berkat dua buku yang dia tulis tentang masa mudanya.

Dia mendekati sutradara film, Michael Mann di sebuah festival film Paris pada tahun 2009. “Mann, Anda adalah penasihat teknis saya,” ujar Faid kala itu.

Faid kemudian menulis bahwa dia telah menonton film ‘Heat’ karya Mann berkali-kali sebagai inspirasi untuk aksi perampokan bank yang dia lakukan.

Petugas penjara menggambarkan Faid sebagai sosok yang ‘sopan’. Mereka mengatakan tidak pernah bermasalah dengannya. “Tetapi kita harus selalu waspada,” kata seorang supervisor sipir penjara, menurut AFP.

“Dalam ‘kepala’-nya, dia tidak pernah kehabisan ide untuk melarikan diri. Di balik semua sikapnya, yang sangat sopan, dia selalu menyembunyikan akal bulus dan permainannya,” kata supervisor sipir. (Reuters dan John Smithies/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular