EpochTimesId – Kanselir Jerman, Angela Merkel dan pemimpin Partai Persatuan Sosial Kristiani (CSU), Horst Seehofer mencapai kesepakatan, Senin (2/7/2018). Kesepakatan yang diperoleh setelah negosiasi yang intens itu akan memuaskan kekhawatiran Seehofer tentang migrasi masuk Jerman yang tidak diperiksa.

Seehofer, yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri Jerman, telah mengancam untuk mengundurkan diri pada 1 Juli 2018. Jika dia melakukannya dan berhasil membawa anggota partai untuk meninggalkan pemerintahan, itu akan menjadi akhir koalisi pemerintahan Merkel.

Bahkan, hal itu juga terancam akan mengakhiri kemitraan 70 tahun antara partai CSU dan partai Christian Democratic Union (CDU) tempat Merkel bernaung.

Berdiri di depan Rumah Konrad Adenauer, markas besar CDU di Berlin, Seehofer berkata, “Kami memiliki kesepakatan yang jelas tentang bagaimana imigrasi ilegal dapat dicegah di perbatasan antara Jerman dan Austria di masa depan.”

Kesepakatan itu menyerukan pusat transit untuk didirikan di Austria, di seberang perbatasan Jerman. Program itu akan menahan imigran yang sebelumnya telah diterima oleh negara Uni Eropa lainnya, yang kemudian akan dipulangkan ke negara itu. Prosedur ini akan membantu mencegah Jerman menjadi magnet bagi imigran yang masuk ke Uni Eropa.

Dua rintangan mungkin menghalangi kesepakatan ini.

Austria belum menanggapi permintaan Jerman. Izin dan kerja sama negara tetangga itu akan diperlukan untuk mendirikan pusat-pusat transit. Pengamat politik Austria ragu pemerintah mereka akan setuju dengan permintaan Jerman.

Rintangan kedua adalah pertanyaan tentang bagaimana anggota ketiga koalisi Merkel, Partai Sosial Demokratik (SPD) menyikapi kesepakatan partai CSU dan CDU.

Pada 2015, SPD mengalahkan upaya CDU dan CSU untuk mendirikan pusat-pusat transit. Jika mereka sekarang keberatan dengan keras terhadap kreasi mereka seperti yang dilakukan Seehofer terhadap ketidakhadiran mereka, Merkel mungkin menghadapi ancaman lain terhadap koalisi pemerintahannya. (The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular