Washington DC – Seorang imigran gelap wanita berusia 20 tahun, Josselin Ramirez dari El Salvador, mengaku bersalah atas daftar panjang kejahatan. Dia terlibat kejahatan bersama Gankster MS-13 di Maryland, Amerika Serikat.

Alhasil, gadis remaja itu dijatuhi hukuman 95 tahun penjara oleh pengadilan Federal AS.

Josselin Ramirez memulai karier kriminalnya di El Salvador, di mana dia terlibat dalam penyerangan dan pembunuhan seorang perwira polisi dan anggota genk pesaing. Dia baru berumur 13 tahun ketika membantu memancing polisi ke dalam jangkauan senjata rekan-rekannya dari Genk MS-13.

Dia datang ke Amerika Serikat pada tahun 2013 dan menetap di Temple Hills, Maryland. Namun, dia justru bertemu kembali dengan gangster MS-13 dan melanjutkan kegiatan kekerasannya.

Di antara kejahatan lainnya, Dia telah terlibat dalam setengah lusin perampokan di daerah itu. Sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 2017.

Ramirez mengaku bersalah atas tiga tuduhan konspirasi untuk melakukan perampokan bersenjata dan tiga tuduhan berpartisipasi dalam kejahatan yang terkait dengan geng.

Pengakuannya datang secara tak terduga di tengah persidangannya. Ada foto-foto dirinya memegang senjata yang digunakan dalam kejahatan.

Perannya dalam kejahatan adalah untuk menangani tempat bisnis yang akan dirampok, dia bertugas untuk masuk dan melakukan survei tata letak, keamanan, dan lokasi kamera. Sehingga anggota geng lainnya dapat merencanakan kejahatan.

Kemudian beberapa anggota geng bersenjata akan memasuki lokas bisnis dan pada dasarnya mengambil alih, menyandra staf dan pelanggan dengan todongan senjata ketika mereka menyita uang tunai dan barang-barang berharga.

Setelah itu, Ramirez akan menyingkirkan senjata dan menyingkirkan semua barang bukti.

Pada awal masa hukumannya, Hakim Pengadilan Wilayah Montgomery, John M. Maloney mengeluarkan hukuman percobaan. Hakim mengira Ramirez dapat meninggalkan kehidupan geng di masa lalu ketika datang ke Amerika Serikat. Sebaliknya, terdakwa justru secara sukarela bergabung kembali dengan cabang lokal MS-13.

Pada vonis terbaru, Hakim Maloney seperti dikutip dari Washington Post, mengatakan kepada Ramirez, “Anda adalah manusia yang menakutkan. Anda harus ditahan di tempat yang jauh sehingga Anda tidak dapat menyakiti orang lain.”

Ekspor Terburuk El Salvador
MS-13, juga disebut Mara Salvatrucha, dimulai di Los Angeles pada 1980-an oleh imigran dari El Salvador, negara yang dilanda perang saudara dan rumah bagi banyak geng narkoba dengan kekerasan. Ketika orang-orang Salvador menyebar ke seluruh Amerika, mereka membuka cabang di mana pun mereka menetap.

Menurut Penilaian Ancaman Geng Nasional 2009 FBI, “Geng ini diperkirakan memiliki 30.000 hingga 50.000 anggota dan anggota asosiasi di seluruh dunia, 8.000 hingga 10.000 di antaranya berada di Amerika Serikat.”

MS-13 secara khusus aktif di lima negara bagian: California, Maryland, New York, Virginia, dan Massachusetts. Pada lima negara bagian di mana Pusat Studi Imigrasi mengatakan, jumlah tertinggi anak-anak asing tanpa pendamping diproses, menurut laporan Daily Caller.

Geng itu telah dibawa ke negara bagian timur laut yang biasanya ringan, jenis kejahatan mengerikan yang terlihat antara kartel narkoba yang bersaing di Meksiko.

Para gangster MS-13 dituduh telah menikam seorang pria lebih dari 100 kali, memenggalnya, dan memotong jantungnya, di Wheaton, Maryland pada bulan November 2017. Pada bulan Juni 2018, geng itu terkait dengan penculikan dan pembunuhan dua remaja di Fairfax, Virginia.

Sebanyak 24 anggota MS-13 dari Long Island, cabang New York didakwa atas 15 pembunuhan yang dilakukan antara 2013 dan 2017. Enam puluh tiga persen dari semua penangkapan MS-13 dilakukan di lima negara bagian ini, tetapi MS-13 aktif di negara bagian lain juga.

Empat anggota MS-13, imigran gelap, juga didakwa di Las Vegas pada Maret 2018. Mereka didakwa melakukan pembunuhan beberapa tahun sebelumnya. (Chris Jasurek/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular