Zhao Zheyang (Kepala Klinik Gigi)

Saat mengunyah, kepala secara alami akan condong ke depan, agar mata melihat makanan dan benar-benar dapat memasukkan makanan itu ke dalam mulut. Ketika tindakan mengunyah dilakukan, gigi atas dan bawah akan terbuka dan mulai buka-tutup untuk mengunyah, seiring dengan pengulangan gerakan, posisi rahang bawah sedikit mengarah ke depan.

Namun, beberapa tahun terakhir ini, perangkat 3C (Computer, Communication & Consumer Electronics) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, banyak orang akan terus menatap ponsel atau tablet mereka dan telah menjadi pecandu gawai.”

Ketika sudut kemiringan ke arah depan kepala semakin meningkat, maka tekanan pada tulang leher belakang juga meningkat. (Disediakan oleh Times Publishing)

Ketika menunduk melihat ke bawah pada layar, kepala akan lebih condong ke depan, tulang leher yang membungkuk berlebihan akan menyebabkan tulang oksipital sisi depan akan semakin menjulur ke depan atas.

Tak hanya seperti di atas, ketika tulang rahang bawah dipaksa bergeser ke belakang; di saat seperti itu posisi gigi atas dan bawah akan saling merapat, dari waktu ke waktu mereka tidak hanya memerlukan otot bagian bahu, leher, pinggang dan punggung membantu menarik postur kepala yang semakin menjulur maju dan postur tubuh pun menjadi semakin tidak normal.

Tulang leher terbiasa membungkuk ke depan, rahang bawah secara alami menjadi menyusut, saluran nafas di tenggorokan akan lebih rentan terhadap tekanan, dan dengan demikian meningkatkan beban fungsi jantung dan paru-paru, dipastikan dapat memengaruhi kesehatan.

Latihan peregangan serviks

Peregangan tulang belakang leher. (Disediakan oleh Times Publishing)

Latihan berikut dapat memperbaiki kondisi kelengkungan tulang leher belakang yang berlebihan dan kebiasaan kepala yang menunduk:

  1. Kepala, punggung dan pinggul bersandar di dinding.
  2. Tempelkan kepala ke dinding dan gerakkan ke atas dan ke bawah.
  3. Mata menatap ke atas, menjulurkan dagu ke depan, dan perlahan angkat dagu hingga maksimal selama lima detik.
  4. Kepala terus menempel ke dinding, memungkinkan otot-otot di sekitar leher anterior dan tulang hyoid setelah diregangkan kemudian dikendurkan.
  5. Mata menatap ke bawah, dagu menjulur ke bawah arah ke belakang, rasakan kepala seperti ditarik oleh tali selama lima detik.
  6. Kepala terus menempel ke dinding, memungkinkan mengendurkan otot suboksipital, otot punggung dan pinggul untuk bersantai.
  7. Disarankan untuk melakukannya 20 hingga 30 kali berturut-turut, dan berlatih pada waktu yang berbeda, masing-masing pada pagi, siang dan malam hari.

Perhatikan prosesnya:

  • Kepala harus terus bersandar ke dinding dan dagu harus diangkat ke atas.
  • Bibir tertutup rapat.
  • Barisan gigi atas dan bawah harus dipisahkan dan tidak pada posisi menggigit.
  • Lidah terus menempel pada rahang atas.
  • Setelah mahir, Anda bersamaan bisa bernapas dalam-dalam sementara dagu naik, dan tarik napas dalam-dalam ketika dagu turun.
  • memaksa menarik leher, sehingga kepala harus naik ke atas.

Latihan ini dapat meningkatkan sirkulasi darah di kepala dan leher, dan juga dapat meningkatkan kompresi pada tulang leher belakang.

 Jangan dilakukan terburu-buru, harus perlahan-lahan.

Setelah leher rileks, kepala juga akan rileks. Hidung tersumbat dapat ditenangkan, pusing dan migrain akan sedikit terurai, dan ketekunan dapat membuat postur tubuh menjadi pulih. (HUI/WHS/asr)

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular