Erabaru.net. Dina, seorang gadis desa, dan baru lulus kuliah, punya pekerjaan yang stabil dan hidup berkecukupan, tetapi kehidupan yang layak ini berasal dari bantuan para tetangga desanya.

Tahun itu, Dina yang baru berusia sepuluh tahun menjadi yatim piatu saat orangtuanya bercerai. Bagi seorang bocah usia sepuluh tahun, apalagi perempuan, rasanya sangat sulit untuk bertahan hidup tanpa perhatian dan kasih sayang orangtua.

Pada saat itu, Dina pikir dia akan mati kelaparan, tetapi beruntung para tetangga yang baik hati selalu memberinya makanan setiap hari, atau langsung menyuruh Dina ke rumah untuk makan. Boleh dikata, Dina adalah anak yang tumbuh besar berkat bantuan penduduk desa.

Para penduduk desa tidak hanya memberi Dina makanan, tetapi juga memintanya sekolah, dan membebaskan semua biaya studinya. Dina tahu betul betapa sulit baginya untuk bisa sekolah. Ini semua berkat bantuan para penduduk desa, jadi Dina pun belajar dengan giat.

Dina berpikir, bahwa selama dia sekolah dengan baik, maka dia bisa terus sekolah secara gratis. Namun, kondisi itu tidak akan sama setelah Dina akan melanjutkan studinya di luar desa, karena mereka tidak akan bersimpati padanya. Biaya sekolah tetap harus siap-sedia jika sekolah di luar daerah lain. Lagipula siswa cemerlang sepertinya juga sangat banyak di luar sana.

Pernah terlintas dalam benak Dina, bahwa dia tidak akan bisa melanjutkan studi lagi, karena tidak punya uang.

Namun, tak disangka, ternyata Tuhan sangat baik kepadanya. Kepala desa menggalang dana dari segenap penduduk desa untuk biaya studi Dina. Dia pun belajar dengan tekun, dan berkat bantuan segenap penduduk desa, Dina bisa menyelesaikan SMP hingga SMA.

Saat ujian masuk perguruan tinggi, dia berhasil diterima di salah perguruan tinggi di kota, dan menjadi satu-satunya mahasiswi dari desa.

Biaya kuliah ternyata jauh lebih tinggi dari bayangan Dina, kemampuannya sendiri secara finansial tidaklah mampu menjangkaunya.

Ketika Dina akan melepaskan kuliah dan memilih bekerja, tetangga desa pun membujuknya : “Sayang kalau sudah diterima tidak kuliah, kamu adalah satu-satunya mahasiswi dari desa kita yang diterima di perguruan tinggi, jangan mudah menyerah ya. Mengenai biaya kuliah, biarlah kami semua penduduk desa yang akan membantumu mencari solusinya.”kata kepala desa membangkitkan semangat Dina..

Para penduduk desa bukan saja tak pernah mencampakkan Dina, mereka juga bangga padanya. Mereka mengumpulkan uang untuk membantu membiayai kuliahnya.

Ketika mengantar Dina, kepala desa berpesan untuk tidak mengecewakan harapan para penduduk desa, memintanya untuk kuliah dengan sungguh-sungguh demi masa depan.

Dina mengangguk mendengar wejangan dan pesan kepala desa. Selama lebih dari 4 tahun, dia belajar dengan tekun, dan bekerja keras mencari uang sendiri untuk biaya kuliah dan biaya hidup sehari-hari. Dan dia berhasil menyelesaikan kuliahnya berkat beasiswa tahunan.

Setelah lulus, Dina kerja di sebuah perusahaan bonafid dengan pendapatan yang cukup memuaskan. Sekarang Dina memiliki kehidupan yang nyaman, meski sudah lumayan sukses, tapi Dina tidak pernah lupa dengan bantuan para penduduk desa yang telah membesarkan dan membiayai sekolah kanak-kanak mereka.

Sekarang Dina sering pulang ke desa menjenguk penduduk desa sekaligus membawa banyak oleh-oleh untuk mereka. Selain itu, Dina juga membeli banyak buku pelajaran dan peralatan tulis menulis, agar semua anak-anak sedesanya bisa belajar dan melanjutkan studinya di luar. Dina juga berjanji akan memperbaiki jalan-jalan di desa untuk memudahkan penduduk desa ke kota.

Para penduduk desa tampak bangga melihat kesuksesan Dina, mereka tampak bahagia Dina tidak mengecewakan harapan penduduk desa.

Sebenarnya, masih banyak orang-orang baik-tulus di dunia ini, aku sendiri telah membuktikannya melalui tindakan nyata para tetangga dan segenap penduduk desa.

Bagaimana pun masih ada kehangatan di masyarakat ini, dan Dina berjanji akan membalas budi segenap penduduk desa yang telah membantunya semasa kanak-kanak hingga lulus kuliah. Karena tanpa mereka, dia juga tidak akan bisa berdiri di sini dengan bangga.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular