Erabaru.net. Kanker adalah penyakit serius yang lazim dalam masyarakat modern. Untungnya, kebiasaan diet yang baik dapat memberi kita perlindungan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, tiga jenis makanan berikut, ketika dimasukkan dalam diet harian Anda, dikatakan membantu mencegah kanker.

Labu kuning

(Internet)

Labu disebut “labu ajaib” di beberapa negara karena mereka adalah makanan pokok. Serat dalam labu dapat membantu mencegah obesitas dan mengurangi kolesterol. Labu sangat tinggi magnesium, dan orang-orang dengan diet kaya magnesium memiliki risiko lebih rendah untuk diabetes. Perlindungan kanker berasal dari beta-karoten yang ditemukan di labu dan dari sterol yang ditemukan dalam biji labu.

Pare

Pare “labu pahit” adalah salah satu sayuran dari jenis labu-labuan. Karena rasanya, banyak orang tidak menyukai pare. Namun, Dr. Li Shizhen, dokter Tiongkok yang terkenal di Dinasti Ming (1368-1644 A.D.), menganggapnya sebagai “labu kelas utama” karena efeknya pada penyembuhan penyakit.

Albumin kinin, unsur dalam pare, adalah kunci untuk efek terapeutiknya pada sel kanker atau sel abnormal lainnya.

Para ilmuwan telah mengisolasi sejumlah senyawa bioaktif dari pare yang menunjukkan aktivitas anti-kanker. (Internet)

Studi modern telah menunjukkan bahwa ekstrak yang terbuat dari pare memiliki aktivitas anti kanker. Pare juga mengandung vitamin C, beta-karoten, lutein, dan flavonoid lain yang mengais radikal bebas, sehingga mengurangi risiko kanker.

Ubi

Ubi jalar adalah tanaman umum di desa-desa di mana sering digunakan sebagai makanan umum. Namun, di banyak negara, itu dianggap sebagai makanan penting untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Konsumsi ubi jalar telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari jenis kanker tertentu. (Internet)Konsumsi ubi jalar telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari jenis kanker tertentu. (Internet)

Para ilmuwan juga menemukan bahwa sejenis protein yang ditemukan dalam ubi jalar memiliki sifat anti-kanker, dan konsumsi ubi jalar telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari jenis kanker tertentu.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

 

Share

Video Popular