London – Bulan darah muncul di langit malam pada sebagian besar belahan dunia pada Jumat (27/7/2018) malam hingga Sabtu (28/7/2018) pagi. Bulan bergerak menuju bayangan bumi guna menghasilkan gerhana bulan terlama di abad ke-21.

Gerhana total akan berlangsung selama 1 jam, 42 menit, dan 57 detik. Dengan gerhana parsial mendahului dan mengakhiri, maka berarti bulan akan menghabiskan total 3 jam dan 54 menit dalam bayang-bayang bumi, menurut NASA.

Gerhana akan terlihat dari Eropa, Afrika, dan Timur Tengah antara matahari terbenam dan tengah malam pada 27 Juli 2018. Kemudian antara tengah malam dan matahari terbit pada 28 Juli di sebagian besar belahan Asia dan Australia.

“Ini disebut bulan darah karena cahaya dari matahari menembus atmosfer bumi dalam perjalanannya ke bulan dan atmosfer bumi mengubahnya menjadi merah dengan cara yang sama seperti ketika matahari terbenam, dia menjadi merah,” kata Andrew Fabian, profesor astronomi di Universitas Cambridge.

Ketika bulan bergerak ke dalam bayangan berbentuk konis dari bumi, dia berubah dari diterangi oleh matahari menjadi gelap. Namun, beberapa cahaya akan tetap mencapai bulan karena dipantulkan oleh atmosfer bumi.

“Jika Anda berdiri di bulan dalam gerhana ini, Anda akan melihat matahari dan kemudian bumi akan datang menghalangi dan menutup matahari,” kata Fabian. “Lingkar bumi akan bersinar karena cahaya sedang tersebar oleh atmosfer bumi.”

Pada hari yang sama, Mars akan berada pada kondisi paling terang saat bergerak mendekati bumi. Sehingga pengamat mungkin dapat melihat apa yang tampak seperti bintang oranye-merah yang sebenarnya disebut planet merah.

Ketika ditanya apakah gerhana itu bisa menjadi pertanda bencana, Fabian justru mengatakan dia akan mencoba mengamati gerhana itu. Sambil tertawa dia mengatakan, “Sama sekali tidak. Astrologi bukanlah sesuatu yang kita ikuti.”

Gerhana bulan tidak akan terlihat dari Amerika Utara atau sebagian besar Pasifik. Gerhana bulan berikutnya dengan durasi panjang seperti itu akan kembali terjadi pada tahun 2.123.

Gerhana bulan total kali ini, juga terjadi ketika bulan berada pada titik Apogee, atau ketika Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi sehingga penampakannya menjadi sangat kecil (mikro moon).

Mikro-blood-moon ini akan menjadi kebalikan dari gerhana bulan total yang terjadi pada Januari 2018, atau Super Blue Blood Moon. Ketika itu, ukuran bulan terlihat sangat besar dan cerah. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds