Erabaru.net. Guru meminta muridnya menulis daftar nama teman sekelas yang dibencinya. Namun tak seorang pun siap dengan rencana selanjutnya.

Ibu guru meminta muridnya untuk membawa tomat ke ruang kelas.
Ia meminta mereka untuk menulisi tomat-tomat itu dengan nama-nama teman yang mereka benci.

Jumlah tomat harus sama dengan jumlah nama teman yang mereka benci.

Para murid membawa sejumlah tomat di dalam kantong plastik ke sekolah.

Murid tidak menyangka rencana si guru selanjutnya…

Hari berikutnya, para murid membawa tomat-tomat yang sudah diberi nama ke ruang kelas.

Ada yang membawa dua, membawa tiga, dan membawa lima. Bahkan ada yang membawa lebih dari 20 tomat.

Ibu guru menyuruh mereka membawa tomat itu ke mana pun mereka pergi selama dua minggu.

Hari demi hari berlalu,  murid mulai mengeluh bau tomat yang membusuk.

Murid yang membawa banyak tomat, mereka mengeluh ini sangat berat,
dan baunya sangat busuk.

Seminggu telah berlalu, ibu guru bertanya kepada muridnya: “Apa yang kamu rasakan minggu ini?”

Murid-murid kembali mengeluh bahwa mereka membawa tomat yang berat dan berbau busuk.

Guru berkata:
“Hal yang sama terjadi pada hatimu saat kamu benci orang lain.”
“Kebencian tidak menenangkan hati, dan kamu membawa kebencian ke mana pun kamu pergi.”
“Bila kamu tidak tahan bau tomat busuk selama seminggu, bayangkan sakit hati yang harus kamu tanggung setiap hari.”

Sekolah tidak hanya mengajar membaca, menulis dan aritmetik.

Ada hal penting yang harus dipelajari,  seperti menghormati dan memperlakukan orang lain dengan ramah

Usahakan selalu tetap baik dan belas kasih di saat orang lain tidak ramah kepadamu.

Maafkanlah orang yang telah mengecewakanmu.

Kita semua memiliki masalah dan pernah berbuat salah, kita semua memerlukan maaf.

Ingatlah kebaikan orang lain, bukan kesalahannya.

Senyum atau kata yang ramah dapat mencerahkan hidup seseorang dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular