EpochTimesId – Cahaya merah menyala muncul di langit, Selasa (31/7/2018) malam waktu Amerika, atau Rabu (1/8/2018) wakti Indonesia. Namun, jangan panik itu adalah planet Mars, yang sedang mendekati Bumi.

Tentu saja, tidak ada potensi tabrakan, karena kedua planet terpisah jarak 35,8 juta mil. Akan tetapi, Mars kini jauh lebih dekat ke Bumi dibandingkan tahun 2003. Ini adalah jarak terdekat kedua bagi dua planet ini, dalam 60.000 tahun terakhir.

Menurut EarthSky, sejak 7 Juli, Mars telah menjadi objek paling terang di langit malam. Planet merah akan didampingi bulan dan Venus. Pemandangan indah ini akan tersedia hingga 7 September 2018.

Setiap 26 bulan atau lebih, NASA melaporkan, orbit Bumi dan Mars menempatkan dua planet di sisi yang sama dari matahari, di sekitar bagian ruang yang sama. Ini disebut ‘oposisi’, matahari dan Mars berada di sisi berlawanan dari Bumi.

Setiap 15 hingga 17 tahun, Mars dan Bumi saling berpapasan dalam oposisi, sementara Mars berada di perihelion, titik di orbitnya di mana planet ini paling dekat dengan matahari. Ketika kedua kondisi ini bersamaan, kedua planet berada dalam posisi terdekat.

“Pada dasarnya ini adalah geometri bulan purnama yang sama,” ujar Bruce Betts, kepala ilmuwan untuk Planetary Society mengatakan kepada Los Angeles Times. “Ini seperti kita melihat Mars ‘purnama’.”

Jarak antara keduanya tidak konstan. Orbit planet terus berubah dengan cepat saat mereka saling tarik dengan gaya gravitasi. Jika salah satu raksasa gas seperti Jupiter atau Saturnus ada di lingkungan itu, dia akan menarik semua planet di dalamnya sedikit mendekat.

“Saat ini, kita mendekati Mars ketika Mars berada di dekat titik terdekat ke matahari di orbitnya,” kata Betts. “Tapi lain kali kita mendekati Mars, itu akan jauh dari matahari, dan lebih jauh dari kita.”

Pertentangan perihelion tahun 2003 sangat dekat, NASA mengatakan kedua planet itu tidak akan berdekatan lagi sampai 28 Agustus 2287.

Namun, tidak perlu putus asa, Mars juga akan sedikit lebih dekat dengan bumi, pada 15 September 2035. Walau kedua planet tidak sedekat jarak malam ini, menurut Universe Today.

Jika tidak ingin menunggu selama itu, maka layak rasanya meluangkan waktu beberapa menit untuk melangkah keluar dan melirik ke langit. Jika memiliki teropong, atau lebih baik lagi, teleskop, manfaatkanlah peluang itu.

Sayangnya, kondisi cuaca mungkin akan membuat warga kesulitan untuk melihat Mars dengan jelas.

Bukan cuaca di Bumi, namun cuaca di Mars. Badai debu di seluruh planet mungkin mengaburkan fitur-fitur Mars.

“Ini (badai pasir) terjadi setiap beberapa tahun, tetapi ini adalah yang terburuk yang telah kami lihat dalam waktu lama,” kata Betts.

Cuaca di Bumi mungkin tidak cocok untuk melihat bintang malam ini, tapi Mars akan sangat terang selama minggu pertama bulan September. (NTD.tv/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular