Erabaru.net. Sebagai orangtua, tidak ada yang lebih penting yang kita inginkan daripada kesehatan dan kebahagiaan anak-anaknya. Namun, bayi berusia 2 tahun dari Tiongkok ini telah didiagnosis mengidap HIV setelah dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan serpihan buah apel yang tersangkut di tenggorokkannya. Bahkan bayi yang malang itu juga ditahan di unit perawatan khusus (ICU) selama 6 minggu.

Menurut South China Morning Post, peristiwa mengerikan itu berawal pada akhir tahun lalu ketika bayi itu dibawa ke rumah sakit Kesehatan dan Keluarga Berencana Guiyang di Guiyang.

(Foto: Word of Buzz)

Ibu si bayi yang hanya ingin dikenali dengan nama keluarga, Tang mengatakan pertama kali membawa bayinya ke rumah sakit, sesi perawatan tersebut dalam waktu satu jam.

Kemudian dokter memberi tahu mereka bahwa anak mereka harus ditangkap di unit perawatan khusus. Menurut Tang lagi, ketika putranya berada di rumah sakit, dokter melakukan tes rutin dan endoskopi termasuk transfusi darah tetapi tidak mendeteksi HIV positif.

(Foto: The Cover)

Sehari setelah membawa bayi mereka pulang ke rumah, orangtua tersebut menyadari bahwa anak mereka belum sepenuhnya sembuh dan membawa bayinya kembali ke rumah sakit tersebut.

Bayi laki-laki itu ditahan ICU selama 2 minggu tetapi orangtuanya merasa ada yang tidak beres dan memutuskan untuk memindahkan bayi mereka ke rumah sakit lain di Chongqing.

(Foto: South China Morning Post)

Di rumah sakit kedua, dokter melakukan tes darah dan terkejut menemukan bahwa bayi itu mengidap HIV positif. Kedua orangtua bayi tersebut juga menjalani tes darah tetapi hasilnya negatif.

(Foto: The Cover)

Mereka meminta Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Guiyang untuk menyelidiki masalah ini tetapi pihak mengatakan tidak ada masalah terjadi ketika rumah sakit pertama memberikan darah untuk transfusi darah kepada bayi tersebut.

(Foto: South China Morning Post)

Kecewa dengan penjelasan tersebut, Tang dan suaminya membawa masalah ini ke Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional. Menurut Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Guiyang, penyelidikan itu memakan waktu 10 hari.

Otoritas kesehatan kota itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketika bayi itu dirawat di rumah sakit dia menderita kesulitan bernapas dan berada dalam kondisi kritis. Karena itu, dia dibawa ke ICU dan dirawat selama 25 hari.

Menurut mereka, semua 33 staf medis yang terlibat langsung dengan bayi sedang menjalani tes darah tetapi semua keputusan negatif. Mereka juga melakukan tes pada sampel darah (digunakan untuk transfusi darah) tetapi tidak menemukan sesuatu yang luar biasa.

(Foto: South China Morning Post)

Seorang juru bicara atas nama Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Guiyang mengatakan mereka berharap penyelidikan yang adil oleh Komisi Kesehatan Nasional.

Dia juga menyatakan bahwa jika bayi terinfeksi HIV karena kelalaian rumah sakit, mereka akan bertanggung jawab. Tetapi jika masalah itu tidak ada hubungannya dengan mereka, mereka menginginkan keadilan yang benar.

Hasil HIV positif terhadap bayi benar-benar mengejutkan netizen dan masing-masing dari mereka bersimpati dengan orangtua tersebut. Namun, beberapa netizen mengatakan keputusan HIV mungkin tidak benar dan meminta orangtua untuk memeriksa dengan ahli lain.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular