EpochTimesId – Kremlin menanggapi sanksi baru Amerika Serikat yang menuduhnya melakukan serangan kimia ilegal, baru-baru ini. Rusia menyebut sanksi AS sebagai, “Tidak dapat diterima”.

Sanksi-sanksi itu, diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada 8 Agustus 2018. Sanksi ekonomi dijatuhkan menyusul laporan penyidik Inggris terkait penggunaan racun pelumpuh (agen) saraf novichok oleh orang Rusia di tanah Eropa.

Penggunaan novichok itu dalam upaya pembunuhan terhadap mantan kolonel intelijen militer Rusia yang telah menjadi WN Inggris, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia Skripal. Polisi kontra terorisme Inggris menuduh Rusia melanggar hukum internasional melalui penggunaan senjata kimia mematikan.

Agen saraf ditemukan di pintu depan rumah Skripal, oleh para penyidik Inggris.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, pada 9 Agustus 2018 bahwa Kremlin menganggap sanksi baru sebagai, “Sangat tidak dapat diterima dan ilegal.”

“Rusia masih mempertahankan harapan membangun hubungan yang konstruktif dengan Washington,” sambung Peskov.

Kremlin juga membantah semua tuduhan bahwa mereka terlibat dalam serangan racun kimia terhadap duo Skripal.

“Sekali lagi kami menyangkal dalam istilah terkuat, tuduhan tentang kemungkinan hubungan negara Rusia dengan apa yang terjadi di Salisbury. Ini tidak mungkin. Rusia tidak dan tidak memiliki, dan tidak dapat memiliki koneksi dengan penggunaan senjata kimia,” kata Peskov.

Sanksi AS diperkirakan akan berlaku pada/atau sekitar 22 Agustus 2018, setelah periode pemberitahuan kepada kongres selama 15 hari. Sanksi-sanksi itu akan mencakup barang-barang keamanan nasional yang sensitif, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada wartawan melalui sebuah pernyataan via telepon.

Pejabat itu mengatakan bahwa sanksi kedua yang ‘lebih kejam’ akan dikenakan setelah 90 hari, kecuali Rusia memberikan ‘jaminan yang dapat diandalkan’ bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan senjata kimia. Amerika juga menuntut Rusia mengizinkan inspeksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika tidak ingin sanksi tahap ke-2 itu diberlakukan.

“Jika kriteria tersebut tidak dipenuhi, terserah Rusia untuk membuat keputusan itu, sanksi babak kedua, akan diberlakukan,” kata pejabat itu. “Sanksi ked-dua secara umum lebih kejam dari sanksi putaran pertama.”

Pada April 2018, pemerintahan Trump juga menjatuhkan sanksi pada tujuh oligarki terkaya Rusia serta 17 pejabat tinggi pemerintah. Sanksi ekonomi dijatuhkan untuk menekan lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin. (Bowen Xiao/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular